Cari disini...
Olahraga
Lima kali pertandingan, Persiba Balikpapan belum berhasil bawa poin. (Foto: Media Persiba/seputarfakta.com)
Balikpapan – Persiba Balikpapan kembali menelan kekalahan setelah takluk 0-2 dari Barito Putera dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion 17 Mei, Sabtu (10/10/2026) malam. Hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Persiba dalam lima pertandingan terakhir.
Pelatih Persiba Balikpapan, Sudirman, menilai anak asuhnya telah menunjukkan semangat juang yang baik, meski belum mampu meraih hasil maksimal. Menurutnya, pertandingan berjalan menarik karena kedua tim sama-sama berusaha tampil menyerang.
“Pertandingan berjalan menarik. Kedua tim sama-sama bermain terbuka, walaupun kami terus mendapat tekanan,” kata Sudirman dalam konferensi pers.
Ia menyayangkan sejumlah peluang yang gagal dimanfaatkan Persiba, termasuk kesempatan emas saat pemain berhadapan langsung dengan kiper lawan.
“Kami punya peluang, tetapi sayang, peluang satu lawan satu dengan kiper tadi tidak berhasil menjadi gol,” sampaikan kekecewaannya.
Sudirman mengakui kekalahan tersebut, tetapi tetap mengapresiasi perjuangan para pemain yang dinilainya telah menunjukkan peningkatan dari sisi permainan dan semangat bertanding.
“Walaupun akhirnya kami kalah, secara permainan anak-anak sudah menunjukkan permainan yang lebih maksimal. Fighting spirit mereka sangat baik,” imbuhnya.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Balikpapan, khususnya para pendukung Persiba, serta manajemen klub karena belum mampu memberikan hasil yang diharapkan dalam lima pertandingan terakhir.
“Kepada masyarakat Balikpapan, khususnya pencinta Persiba, saya mohon maaf. Kepada manajemen, saya juga mohon maaf karena belum memberikan hasil maksimal dalam lima pertandingan ini,” ungkapnya.
Terkait masa depannya sebagai pelatih, pelatih menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada manajemen Persiba. Dirinya menyatakan siap menerima apa pun keputusan yang diambil demi kepentingan tim.
“Ke depannya, semua saya serahkan kepada manajemen, bagaimana nasib saya. Saya yakin apa pun keputusannya, itu yang terbaik bagi manajemen dan Persiba,” tuturnya.
Pihaknya menilai faktor bermain di kandang turut memberikan keuntungan bagi Barito Putera, terutama dalam menjaga intensitas permainan dan terus menekan Persiba.
Namun, ia juga menyoroti hilangnya konsentrasi pemain pada momen-momen tertentu sebagai salah satu penyebab timnya kebobolan.
Menurutnya, Persiba telah mempersiapkan diri selama sepekan untuk mengantisipasi keunggulan Barito. Meski demikian, kurangnya fokus dalam situasi tertentu membuat timnya gagal mengantisipasi serangan, termasuk melalui skema bola mati (set piece).
“Kami sudah mempersiapkan tim sejak seminggu lalu dan berlatih untuk mengantisipasi kelebihan-kelebihan Barito Putera. Namun, pada saat-saat tertentu, pemain kehilangan fokus sehingga kami kebobolan melalui situasi set piece,” akunya.
Ia menambahkan, persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Hal serupa, menurutnya, juga menjadi catatan saat Persiba menghadapi RANS Nusantara dan Persela.
Sudirman menyebut penyelesaian akhir juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi timnya. Meski latihan telah difokuskan pada aspek tersebut, Persiba belum mampu mengubah peluang menjadi gol dan meraih hasil positif.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Lima kali pertandingan, Persiba Balikpapan belum berhasil bawa poin. (Foto: Media Persiba/seputarfakta.com)
Balikpapan – Persiba Balikpapan kembali menelan kekalahan setelah takluk 0-2 dari Barito Putera dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion 17 Mei, Sabtu (10/10/2026) malam. Hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Persiba dalam lima pertandingan terakhir.
Pelatih Persiba Balikpapan, Sudirman, menilai anak asuhnya telah menunjukkan semangat juang yang baik, meski belum mampu meraih hasil maksimal. Menurutnya, pertandingan berjalan menarik karena kedua tim sama-sama berusaha tampil menyerang.
“Pertandingan berjalan menarik. Kedua tim sama-sama bermain terbuka, walaupun kami terus mendapat tekanan,” kata Sudirman dalam konferensi pers.
Ia menyayangkan sejumlah peluang yang gagal dimanfaatkan Persiba, termasuk kesempatan emas saat pemain berhadapan langsung dengan kiper lawan.
“Kami punya peluang, tetapi sayang, peluang satu lawan satu dengan kiper tadi tidak berhasil menjadi gol,” sampaikan kekecewaannya.
Sudirman mengakui kekalahan tersebut, tetapi tetap mengapresiasi perjuangan para pemain yang dinilainya telah menunjukkan peningkatan dari sisi permainan dan semangat bertanding.
“Walaupun akhirnya kami kalah, secara permainan anak-anak sudah menunjukkan permainan yang lebih maksimal. Fighting spirit mereka sangat baik,” imbuhnya.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Balikpapan, khususnya para pendukung Persiba, serta manajemen klub karena belum mampu memberikan hasil yang diharapkan dalam lima pertandingan terakhir.
“Kepada masyarakat Balikpapan, khususnya pencinta Persiba, saya mohon maaf. Kepada manajemen, saya juga mohon maaf karena belum memberikan hasil maksimal dalam lima pertandingan ini,” ungkapnya.
Terkait masa depannya sebagai pelatih, pelatih menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada manajemen Persiba. Dirinya menyatakan siap menerima apa pun keputusan yang diambil demi kepentingan tim.
“Ke depannya, semua saya serahkan kepada manajemen, bagaimana nasib saya. Saya yakin apa pun keputusannya, itu yang terbaik bagi manajemen dan Persiba,” tuturnya.
Pihaknya menilai faktor bermain di kandang turut memberikan keuntungan bagi Barito Putera, terutama dalam menjaga intensitas permainan dan terus menekan Persiba.
Namun, ia juga menyoroti hilangnya konsentrasi pemain pada momen-momen tertentu sebagai salah satu penyebab timnya kebobolan.
Menurutnya, Persiba telah mempersiapkan diri selama sepekan untuk mengantisipasi keunggulan Barito. Meski demikian, kurangnya fokus dalam situasi tertentu membuat timnya gagal mengantisipasi serangan, termasuk melalui skema bola mati (set piece).
“Kami sudah mempersiapkan tim sejak seminggu lalu dan berlatih untuk mengantisipasi kelebihan-kelebihan Barito Putera. Namun, pada saat-saat tertentu, pemain kehilangan fokus sehingga kami kebobolan melalui situasi set piece,” akunya.
Ia menambahkan, persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Hal serupa, menurutnya, juga menjadi catatan saat Persiba menghadapi RANS Nusantara dan Persela.
Sudirman menyebut penyelesaian akhir juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi timnya. Meski latihan telah difokuskan pada aspek tersebut, Persiba belum mampu mengubah peluang menjadi gol dan meraih hasil positif.
(Sf/Rs)