Cari disini...
Olahraga
Rapat kerja Federasi Savate Samarinda. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Federasi Savate Kota Samarinda menjadikan pembibitan atlet perempuan serta pemenuhan fasilitas latihan sebagai fokus utama sesudah Rapat Kerja Daerah (Rakerda).
Langkah ini dinilai sangat krusial untuk mempersiapkan para petarung menuju ajang bergengsi, yakni Porprov di Paser dan Kejuaraan Asia di Bali.
Wakil Ketua Federasi Savate Kaltim, Wawan Pane, menekankan pentingnya kekompakan pengurus Savate Kota Samarinda, terutama untuk segera meratakan kekuatan dengan menjaring dan membina atlet wanita.
Menurut pantauannya, Samarinda saat ini belum memiliki atlet wanita, berbeda dengan daerah lain seperti Kutai Kartanegara (Kukar) dan Bontang.
"Kita sebentar lagi kan mau menuju Porprov di Paser, setelah itu kita Kejuaraan Asia di Bali. Makanya saya gembleng agar (pembinaan) atlet wanitanya segera diadakan, karena kayak untuk di Kukar dan Bontang itu sudah ada," ungkap Wawan di Samarinda, Rabu (17/6/2026).
Sejalan dengan urgensi ketersediaan atlet, pengadaan fasilitas atau pemusatan latihan (basecamp) permanen juga menjadi fokus utama.
Wakil Ketua III Federasi Savate Samarinda, Muslim Zazali, menargetkan agar Savate Samarinda segera memiliki dojo atau pusat latihan yang permanen dan representatif pada periode kepengurusannya.
"Masa-masa atlet numpang latihan harus selesai di periode ini. Kita cetak juara dari rumah sendiri," tegas Muslim.
Ia pun berambisi menjadikan Samarinda sebagai lumbung atlet yang minimal bisa menyumbang 50 persen kekuatan bagi Savate Kaltim.
Untuk mewujudkan fasilitas tersebut, Wawan Pane menjelaskan pengurus tingkat provinsi tengah berupaya mengajukan pengadaan fasilitas basecamp melalui komunikasi dengan anggota dewan, khususnya Komisi 4 yang membidangi olahraga.
Rencananya, fasilitas ini nantinya tidak eksklusif hanya untuk Samarinda, tetapi bebas digunakan oleh semua atlet dari kabupaten/kota lain di Kaltim yang ingin berlatih.
Dari tingkat kota, Muslim menambahkan pihaknya akan mencoba berkolaborasi dengan pihak pemerintah maupun swasta terkait pendanaan agar program sarana dan prasarana mandiri ini bisa terwujud.
Di samping penyelesaian masalah infrastruktur, Federasi Savate Samarinda juga mematok target tinggi dari segi prestasi dan sumber daya manusia.
Muslim menargetkan agar Samarinda konsisten menembus tiga besar perolehan medali pada setiap Kejuaraan Nasional (Kejurnas), serta mencetak minimal 5 wasit berlisensi nasional dan 10 pelatih bersertifikat level 2.
Ke depannya, ia berharap olahraga Savate semakin populer dan dicintai oleh masyarakat di Samarinda.
"Kalau ditanya anak-anak mau ikut bela diri apa? Jawabannya Savate. Karena aman, berprestasi dan bikin anak berkarakter," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Olahraga

Rapat kerja Federasi Savate Samarinda. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Federasi Savate Kota Samarinda menjadikan pembibitan atlet perempuan serta pemenuhan fasilitas latihan sebagai fokus utama sesudah Rapat Kerja Daerah (Rakerda).
Langkah ini dinilai sangat krusial untuk mempersiapkan para petarung menuju ajang bergengsi, yakni Porprov di Paser dan Kejuaraan Asia di Bali.
Wakil Ketua Federasi Savate Kaltim, Wawan Pane, menekankan pentingnya kekompakan pengurus Savate Kota Samarinda, terutama untuk segera meratakan kekuatan dengan menjaring dan membina atlet wanita.
Menurut pantauannya, Samarinda saat ini belum memiliki atlet wanita, berbeda dengan daerah lain seperti Kutai Kartanegara (Kukar) dan Bontang.
"Kita sebentar lagi kan mau menuju Porprov di Paser, setelah itu kita Kejuaraan Asia di Bali. Makanya saya gembleng agar (pembinaan) atlet wanitanya segera diadakan, karena kayak untuk di Kukar dan Bontang itu sudah ada," ungkap Wawan di Samarinda, Rabu (17/6/2026).
Sejalan dengan urgensi ketersediaan atlet, pengadaan fasilitas atau pemusatan latihan (basecamp) permanen juga menjadi fokus utama.
Wakil Ketua III Federasi Savate Samarinda, Muslim Zazali, menargetkan agar Savate Samarinda segera memiliki dojo atau pusat latihan yang permanen dan representatif pada periode kepengurusannya.
"Masa-masa atlet numpang latihan harus selesai di periode ini. Kita cetak juara dari rumah sendiri," tegas Muslim.
Ia pun berambisi menjadikan Samarinda sebagai lumbung atlet yang minimal bisa menyumbang 50 persen kekuatan bagi Savate Kaltim.
Untuk mewujudkan fasilitas tersebut, Wawan Pane menjelaskan pengurus tingkat provinsi tengah berupaya mengajukan pengadaan fasilitas basecamp melalui komunikasi dengan anggota dewan, khususnya Komisi 4 yang membidangi olahraga.
Rencananya, fasilitas ini nantinya tidak eksklusif hanya untuk Samarinda, tetapi bebas digunakan oleh semua atlet dari kabupaten/kota lain di Kaltim yang ingin berlatih.
Dari tingkat kota, Muslim menambahkan pihaknya akan mencoba berkolaborasi dengan pihak pemerintah maupun swasta terkait pendanaan agar program sarana dan prasarana mandiri ini bisa terwujud.
Di samping penyelesaian masalah infrastruktur, Federasi Savate Samarinda juga mematok target tinggi dari segi prestasi dan sumber daya manusia.
Muslim menargetkan agar Samarinda konsisten menembus tiga besar perolehan medali pada setiap Kejuaraan Nasional (Kejurnas), serta mencetak minimal 5 wasit berlisensi nasional dan 10 pelatih bersertifikat level 2.
Ke depannya, ia berharap olahraga Savate semakin populer dan dicintai oleh masyarakat di Samarinda.
"Kalau ditanya anak-anak mau ikut bela diri apa? Jawabannya Savate. Karena aman, berprestasi dan bikin anak berkarakter," pungkasnya.
(Sf/Lo)