Olahraga

    Persaingan Juara BRI Super League Makin Gila, Borneo FC Pantang Terpeleset saat Jamu Persita Tangerang

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    05 Mei 2026 pukul 15:47 WITA

    Pemain Borneo FC dalam sesi latihan jelang lawan Persita Tangerang. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Peta persaingan menuju takhta juara BRI Super League musim 2025/2026 semakin memanas dan sulit ditebak. 

    Borneo FC Samarinda yang kini sudah mengantongi 69 poin nyatanya belum bisa bernapas lega. Pesut Etam pantang terpeleset saat menjamu Persita Tangerang pada laga pekan ke-31, jika tidak ingin asa juara mereka menguap begitu saja.

    Menyisakan empat pertandingan terakhir, setiap laga kini ibarat partai final bagi skuad asuhan Fabio Lefundes. 

    Sang pelatih kepala mengakui anomali persaingan di papan atas musim ini jauh lebih gila dibandingkan musim-musim sebelumnya.

    "Kalian bisa membandingkan sendiri tingkat persaingan saat ini dengan musim lalu. Musim lalu, tim yang juara sudah mengunci gelar mereka dengan 65 poin. Saat ini, kita berada di angka 69 poin dan perebutan gelar masih sangat terbuka. Belum ada yang pasti," ungkap pelatih asal Brasil tersebut dalam sesi Pre-Match Press Conference di Samarinda, Selasa (5/5/2026).

    Lefundes menegaskan ketatnya persaingan dengan tim lain termasuk Persija, mengharuskan anak asuhnya untuk tidak fokus pada hasil tim lawan, melainkan fokus menyapu bersih poin di empat laga sisa, dimulai dari laga krusial kontra Pendekar Cisadane besok.

    "Masih ada maksimal 12 poin yang bisa diperebutkan. Yang terpenting bagi saya bukanlah hasil tim lain, melainkan kita harus fokus melakukan tugas kita sendiri," tegasnya.

    Meski dibayangi keharusan untuk terus menang, ruang ganti Borneo FC rupanya tetap kondusif. Pemain bertahan Borneo FC, Christophe Nduwarugira menegaskan ketatnya perburuan gelar sama sekali tidak memberikan tekanan mental, melainkan justru menjadi bahan bakar motivasi tambahan.

    Bagi pemain asal Burundi tersebut, anomali poin musim ini membuktikan skuad Pesut Etam memang dibentuk dengan mentalitas juara sejati, sekaligus membawa kompetisi di Indonesia naik kelas.

    "Tantangan ini menunjukkan bahwa kita memiliki tim yang sangat solid tahun ini. Kami di ruang ganti sama sekali tidak merasa tertekan. Tekanan itu justru ada di pihak kita sebagai motivasi," papar Christophe.

    "Dulu saat liga menyisakan empat atau lima pertandingan, kita mungkin sudah bisa menebak siapa juaranya. Tapi musim ini, tidak ada yang tahu siapa yang akan keluar sebagai kampiun. Ini sangat bagus untuk liga secara keseluruhan dan memotivasi kami untuk memberikan segalanya," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    Persaingan Juara BRI Super League Makin Gila, Borneo FC Pantang Terpeleset saat Jamu Persita Tangerang

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    05 Mei 2026 pukul 15:47 WITA

    Pemain Borneo FC dalam sesi latihan jelang lawan Persita Tangerang. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Peta persaingan menuju takhta juara BRI Super League musim 2025/2026 semakin memanas dan sulit ditebak. 

    Borneo FC Samarinda yang kini sudah mengantongi 69 poin nyatanya belum bisa bernapas lega. Pesut Etam pantang terpeleset saat menjamu Persita Tangerang pada laga pekan ke-31, jika tidak ingin asa juara mereka menguap begitu saja.

    Menyisakan empat pertandingan terakhir, setiap laga kini ibarat partai final bagi skuad asuhan Fabio Lefundes. 

    Sang pelatih kepala mengakui anomali persaingan di papan atas musim ini jauh lebih gila dibandingkan musim-musim sebelumnya.

    "Kalian bisa membandingkan sendiri tingkat persaingan saat ini dengan musim lalu. Musim lalu, tim yang juara sudah mengunci gelar mereka dengan 65 poin. Saat ini, kita berada di angka 69 poin dan perebutan gelar masih sangat terbuka. Belum ada yang pasti," ungkap pelatih asal Brasil tersebut dalam sesi Pre-Match Press Conference di Samarinda, Selasa (5/5/2026).

    Lefundes menegaskan ketatnya persaingan dengan tim lain termasuk Persija, mengharuskan anak asuhnya untuk tidak fokus pada hasil tim lawan, melainkan fokus menyapu bersih poin di empat laga sisa, dimulai dari laga krusial kontra Pendekar Cisadane besok.

    "Masih ada maksimal 12 poin yang bisa diperebutkan. Yang terpenting bagi saya bukanlah hasil tim lain, melainkan kita harus fokus melakukan tugas kita sendiri," tegasnya.

    Meski dibayangi keharusan untuk terus menang, ruang ganti Borneo FC rupanya tetap kondusif. Pemain bertahan Borneo FC, Christophe Nduwarugira menegaskan ketatnya perburuan gelar sama sekali tidak memberikan tekanan mental, melainkan justru menjadi bahan bakar motivasi tambahan.

    Bagi pemain asal Burundi tersebut, anomali poin musim ini membuktikan skuad Pesut Etam memang dibentuk dengan mentalitas juara sejati, sekaligus membawa kompetisi di Indonesia naik kelas.

    "Tantangan ini menunjukkan bahwa kita memiliki tim yang sangat solid tahun ini. Kami di ruang ganti sama sekali tidak merasa tertekan. Tekanan itu justru ada di pihak kita sebagai motivasi," papar Christophe.

    "Dulu saat liga menyisakan empat atau lima pertandingan, kita mungkin sudah bisa menebak siapa juaranya. Tapi musim ini, tidak ada yang tahu siapa yang akan keluar sebagai kampiun. Ini sangat bagus untuk liga secara keseluruhan dan memotivasi kami untuk memberikan segalanya," pungkasnya.

    (Sf/Lo)