Cari disini...
Olahraga
Tiga Pemain Bali United yang sedang dipanggil untuk pemusatan latihan Timnas U-23 jelang Sea Games 2025 mendatang. Johny Jansen menanggapi dengan serius terkait pemanggilan tersebut. (kolase oleh seputarfakta.com)
Samarinda - Situasi pemanggilan pemain U-23 ke tim nasional di tengah padatnya jadwal kompetisi domestik kembali menuai kritik.
Menjelang laga tandang melawan Borneo FC Samarinda, Pelatih Kepala Bali United, Johnny Jansen melontarkan protes keras dan menyebut kebijakan tersebut sebagai hal yang merugikan dan ‘bodoh’.
Ketidakpuasan Jansen ini muncul setelah timnya dipastikan kehilangan tiga pemain, dengan dua di antaranya merupakan bagian dari sebelas pemain inti yang biasa mengisi starting line-up.
Kehilangan ini dirasakan Jansen sangat mengganggu persiapan timnya yang harus menghadapi Borneo FC, tim yang kini tengah berada dalam performa puncak di liga.
Jansen mengungkap, meski harus menerima keadaan, ia sangat tidak menyukai kebijakan pemanggilan pemain yang berbenturan dengan jadwal pertandingan klub.
Kehilangan pemain kunci, menurutnya berdampak langsung pada kualitas permainan tim.
"Sebenarnya Coach Johnny tidak terlalu suka dengan situasi sekarang karena kita tahu kita dipanggil tiga pemain dan dua pemain adalah starter kita. Pasti kualitas kita akan sedikit menurun," ujar Fery Muchlas, penerjemah yang menyampaikan keluhan Johnny Jansen dalam konferensi pers pra-pertandingan di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (29/11/2025).
Jansen merasa kebijakan semacam ini tidak seharusnya terjadi di liga profesional yang sedang berkompetisi. Ia bahkan menggunakan diksi yang sangat tajam untuk menggambarkan perasaannya terhadap regulasi tersebut.
"Itu benar-benar bodoh. Ya, memang begitulah keadaannya," tegas Johnny Jansen.
Ia menekankan, meskipun harus menerima karena ini adalah sistem yang berlaku di Indonesia, dia tetap menolak kebijakan tersebut secara prinsip.
Pendapat Jansen ini berbanding terbalik dengan respons yang ditunjukkan oleh Pelatih Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes.
Meskipun timnya juga kehilangan pemain kunci U-23 seperti Rivaldo, Lefundes memilih untuk melihat pemanggilan tersebut dari sudut pandang yang lebih positif.
Lefundes menjelaskan Rivaldo bermain untuk Borneo bukan karena keterpaksaan regulasi, melainkan karena kualitasnya memang lebih baik dari pemain lain di posisi tersebut.
Oleh karena itu, jika Rivaldo dipanggil timnas, hal itu justru harus disikapi sebagai kebanggaan klub dan negara.
"Saya tidak bisa merasa sedih karena pemain pergi untuk melayani tim nasional dalam kompetisi penting, itu bagus untuk atlet, bagus untuk klub, bagus untuk negara," kata Fabio Lefundes.
Lefundes menambahkan ia hanya perlu mencari solusi di dalam skuadnya. Hal ini menunjukkan fokus pelatih asal Brasil tersebut beralih dari masalah regulasi ke mempertahankan level permainan tim tanpa pemain yang dipanggil.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Olahraga

Tiga Pemain Bali United yang sedang dipanggil untuk pemusatan latihan Timnas U-23 jelang Sea Games 2025 mendatang. Johny Jansen menanggapi dengan serius terkait pemanggilan tersebut. (kolase oleh seputarfakta.com)
Samarinda - Situasi pemanggilan pemain U-23 ke tim nasional di tengah padatnya jadwal kompetisi domestik kembali menuai kritik.
Menjelang laga tandang melawan Borneo FC Samarinda, Pelatih Kepala Bali United, Johnny Jansen melontarkan protes keras dan menyebut kebijakan tersebut sebagai hal yang merugikan dan ‘bodoh’.
Ketidakpuasan Jansen ini muncul setelah timnya dipastikan kehilangan tiga pemain, dengan dua di antaranya merupakan bagian dari sebelas pemain inti yang biasa mengisi starting line-up.
Kehilangan ini dirasakan Jansen sangat mengganggu persiapan timnya yang harus menghadapi Borneo FC, tim yang kini tengah berada dalam performa puncak di liga.
Jansen mengungkap, meski harus menerima keadaan, ia sangat tidak menyukai kebijakan pemanggilan pemain yang berbenturan dengan jadwal pertandingan klub.
Kehilangan pemain kunci, menurutnya berdampak langsung pada kualitas permainan tim.
"Sebenarnya Coach Johnny tidak terlalu suka dengan situasi sekarang karena kita tahu kita dipanggil tiga pemain dan dua pemain adalah starter kita. Pasti kualitas kita akan sedikit menurun," ujar Fery Muchlas, penerjemah yang menyampaikan keluhan Johnny Jansen dalam konferensi pers pra-pertandingan di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (29/11/2025).
Jansen merasa kebijakan semacam ini tidak seharusnya terjadi di liga profesional yang sedang berkompetisi. Ia bahkan menggunakan diksi yang sangat tajam untuk menggambarkan perasaannya terhadap regulasi tersebut.
"Itu benar-benar bodoh. Ya, memang begitulah keadaannya," tegas Johnny Jansen.
Ia menekankan, meskipun harus menerima karena ini adalah sistem yang berlaku di Indonesia, dia tetap menolak kebijakan tersebut secara prinsip.
Pendapat Jansen ini berbanding terbalik dengan respons yang ditunjukkan oleh Pelatih Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes.
Meskipun timnya juga kehilangan pemain kunci U-23 seperti Rivaldo, Lefundes memilih untuk melihat pemanggilan tersebut dari sudut pandang yang lebih positif.
Lefundes menjelaskan Rivaldo bermain untuk Borneo bukan karena keterpaksaan regulasi, melainkan karena kualitasnya memang lebih baik dari pemain lain di posisi tersebut.
Oleh karena itu, jika Rivaldo dipanggil timnas, hal itu justru harus disikapi sebagai kebanggaan klub dan negara.
"Saya tidak bisa merasa sedih karena pemain pergi untuk melayani tim nasional dalam kompetisi penting, itu bagus untuk atlet, bagus untuk klub, bagus untuk negara," kata Fabio Lefundes.
Lefundes menambahkan ia hanya perlu mencari solusi di dalam skuadnya. Hal ini menunjukkan fokus pelatih asal Brasil tersebut beralih dari masalah regulasi ke mempertahankan level permainan tim tanpa pemain yang dipanggil.
(Sf/Lo)