Cari disini...
Olahraga
Festival Olahraga Disabilitas Kota Bontang 2025. (Foto: Kominfo Bontang)
Bontang - National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Bontang berharap adanya peningkatan dan penyediaan sarana olahraga yang ramah disabilitas.
Ketua NPCI Bontang, Iwan Purnomo mengatakan kini Bontang telah memiliki cukup banyak atlet disabilitas atau atlet paralimpiade yang aktif membawa nama daerah dalam ajang kejuaraan tingkat kota hingga nasional.
Akan tetapi, fasilitas olahraga yang ada belum ramah bagi disabilitas, seperti gedung olahraga khusus bagi olahraga untuk penyandang disabilitas tunanetra.
Seperti cabang olahraga (cabor) shootdown dan goalball. Menurutnya dua cabor ini memerlukan fasilitas gedung khusus untuk para atlet disabilitas untuk berlatih ataupun lomba. Dalam dua cabor ini atlet memerlukan daya fokus khusus karena hanya mengandalkan indera pendengaran.
“Sampai sekarang atlet disabilitas di dua cabor itu masih aktif latihan menggunakan fasilitas seadanya, kalau ada lomba suasana itu harus hening dulu baru bisa dimulai,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/8/2025).
Para atlet dari dua cabor tersebut juga sudah sering mengikuti berbagai kejuaraan untuk membanggakan nama Bontang hingga ke tingkat provinsi. Maka dari itu, ia berharap para atlet bisa mendapat fasilitas olahraga yang lebih baik agar dapat terus semangat berlatih dan meraih prestasi.
“Kalau untuk cabor shootdown itu di Bontang ada sekitar enam atau tujug atlet, kalau goalball ada 11,” terangnya.
NPCI Bontang hingga kini terus aktif menjaring para penyandang disabilitas yang dilatih menjadi atlet berprestasi, sekaligus menyosialisasikan berbagai cabor paralimpiade.
“Tidak hanya dua cabor itu, tapi kami juga berharap berbagai fasilitas olahraga di Bontang didesain agar lebih ramah disabilitas,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Olahraga

Festival Olahraga Disabilitas Kota Bontang 2025. (Foto: Kominfo Bontang)
Bontang - National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Bontang berharap adanya peningkatan dan penyediaan sarana olahraga yang ramah disabilitas.
Ketua NPCI Bontang, Iwan Purnomo mengatakan kini Bontang telah memiliki cukup banyak atlet disabilitas atau atlet paralimpiade yang aktif membawa nama daerah dalam ajang kejuaraan tingkat kota hingga nasional.
Akan tetapi, fasilitas olahraga yang ada belum ramah bagi disabilitas, seperti gedung olahraga khusus bagi olahraga untuk penyandang disabilitas tunanetra.
Seperti cabang olahraga (cabor) shootdown dan goalball. Menurutnya dua cabor ini memerlukan fasilitas gedung khusus untuk para atlet disabilitas untuk berlatih ataupun lomba. Dalam dua cabor ini atlet memerlukan daya fokus khusus karena hanya mengandalkan indera pendengaran.
“Sampai sekarang atlet disabilitas di dua cabor itu masih aktif latihan menggunakan fasilitas seadanya, kalau ada lomba suasana itu harus hening dulu baru bisa dimulai,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/8/2025).
Para atlet dari dua cabor tersebut juga sudah sering mengikuti berbagai kejuaraan untuk membanggakan nama Bontang hingga ke tingkat provinsi. Maka dari itu, ia berharap para atlet bisa mendapat fasilitas olahraga yang lebih baik agar dapat terus semangat berlatih dan meraih prestasi.
“Kalau untuk cabor shootdown itu di Bontang ada sekitar enam atau tujug atlet, kalau goalball ada 11,” terangnya.
NPCI Bontang hingga kini terus aktif menjaring para penyandang disabilitas yang dilatih menjadi atlet berprestasi, sekaligus menyosialisasikan berbagai cabor paralimpiade.
“Tidak hanya dua cabor itu, tapi kami juga berharap berbagai fasilitas olahraga di Bontang didesain agar lebih ramah disabilitas,” tandasnya.
(Sf/Lo)