Cari disini...
Olahraga
Wajah semringah para pemain borneo fc pada saat latihan di Stadion Gor Segiri. (Foto: Borneo Fc)
Samarinda - Menjelang laga Pekan ke-16 BRI Liga 1 2025-2026 melawan PSM Makassar, atmosfer di kubu Borneo FC Samarinda diselimuti tantangan berat.
Tidak hanya harus menghadapi karakter permainan keras khas Juku Eja, skuad Pesut Etam juga harus menerima kenyataan pahit kehilangan salah satu pilar andalannya, Fajar Fathurrahman, di tengah bergulirnya kompetisi.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengonfirmasi situasi tersebut dengan nada realistis namun tegas.
Ia mengakui bahwa kepergian Fajar adalah bagian dari dinamika sepak bola profesional yang tak terelakkan, meskipun hal tersebut menuntut tim pelatih untuk memutar otak mencari solusi cepat.
"Inilah kehidupan di sepak bola. Ada pemain yang kontraknya habis dan pergi untuk mengambil kesempatan lain. Tentu bagi pelatih ini bukan hal yang menyenangkan, tapi jika kita hanya meratapinya, kita lupa memikirkan solusinya," ujar Lefundes di Stadion Segiri, Jum'at (2/1/2026).
Ia menegaskan bahwa kesempatan kini terbuka lebar bagi pemain pelapis untuk membuktikan kualitas mereka di lapangan.
Namun, sorotan terbesar Lefundes bukan hanya pada siapa yang pergi atau siapa yang datang, melainkan pada mentalitas skuadnya sendiri.
Pasca rentetan hasil kurang memuaskan, di mana Borneo FC kerap unggul lebih dulu namun gagal mengunci kemenangan, pelatih asal Brasil itu menyebut bahwa lawan terberat Borneo FC saat ini bukanlah tim lain.
"Musuh terbesar kami bukan yang ada di luar sana, tapi yang ada di dalam ruang ganti kami sendiri. Empat laga terakhir menjadi bukti kami tidak kalah karena lawan, kami kalah karena diri sendiri," tegasnya.
Pernyataan sang pelatih diamini oleh bek muda, Komang Teguh Trisnanda. Komang mengakui adanya masalah fokus yang menghantui pemain ketika sudah dalam posisi unggul.
"Mungkin karena terlalu bersemangat setelah cetak gol, kami jadi kurang fokus. Itu yang harus kami perbaiki," ungkap Komang.
Menghadapi PSM Makassar besok, Lefundes memperingatkan anak asuhnya untuk siap menghadapi duel fisik. Ia menyadari PSM akan mencoba memprovokasi lewat kontak fisik yang intens. Bagi Lefundes, laga kandang ini adalah harga mati.
Kekalahan dari Malut United di kandang sebelumnya masih menyisakan luka yang ingin ia obat dengan tiga poin penuh demi menjaga posisi di papan atas klasemen.
"Kami harus memberikan usaha melampaui maksimal. Ini komitmen kami kepada suporter untuk mengamankan tiga poin sebelum kembali menjalani laga tandang," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Wajah semringah para pemain borneo fc pada saat latihan di Stadion Gor Segiri. (Foto: Borneo Fc)
Samarinda - Menjelang laga Pekan ke-16 BRI Liga 1 2025-2026 melawan PSM Makassar, atmosfer di kubu Borneo FC Samarinda diselimuti tantangan berat.
Tidak hanya harus menghadapi karakter permainan keras khas Juku Eja, skuad Pesut Etam juga harus menerima kenyataan pahit kehilangan salah satu pilar andalannya, Fajar Fathurrahman, di tengah bergulirnya kompetisi.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengonfirmasi situasi tersebut dengan nada realistis namun tegas.
Ia mengakui bahwa kepergian Fajar adalah bagian dari dinamika sepak bola profesional yang tak terelakkan, meskipun hal tersebut menuntut tim pelatih untuk memutar otak mencari solusi cepat.
"Inilah kehidupan di sepak bola. Ada pemain yang kontraknya habis dan pergi untuk mengambil kesempatan lain. Tentu bagi pelatih ini bukan hal yang menyenangkan, tapi jika kita hanya meratapinya, kita lupa memikirkan solusinya," ujar Lefundes di Stadion Segiri, Jum'at (2/1/2026).
Ia menegaskan bahwa kesempatan kini terbuka lebar bagi pemain pelapis untuk membuktikan kualitas mereka di lapangan.
Namun, sorotan terbesar Lefundes bukan hanya pada siapa yang pergi atau siapa yang datang, melainkan pada mentalitas skuadnya sendiri.
Pasca rentetan hasil kurang memuaskan, di mana Borneo FC kerap unggul lebih dulu namun gagal mengunci kemenangan, pelatih asal Brasil itu menyebut bahwa lawan terberat Borneo FC saat ini bukanlah tim lain.
"Musuh terbesar kami bukan yang ada di luar sana, tapi yang ada di dalam ruang ganti kami sendiri. Empat laga terakhir menjadi bukti kami tidak kalah karena lawan, kami kalah karena diri sendiri," tegasnya.
Pernyataan sang pelatih diamini oleh bek muda, Komang Teguh Trisnanda. Komang mengakui adanya masalah fokus yang menghantui pemain ketika sudah dalam posisi unggul.
"Mungkin karena terlalu bersemangat setelah cetak gol, kami jadi kurang fokus. Itu yang harus kami perbaiki," ungkap Komang.
Menghadapi PSM Makassar besok, Lefundes memperingatkan anak asuhnya untuk siap menghadapi duel fisik. Ia menyadari PSM akan mencoba memprovokasi lewat kontak fisik yang intens. Bagi Lefundes, laga kandang ini adalah harga mati.
Kekalahan dari Malut United di kandang sebelumnya masih menyisakan luka yang ingin ia obat dengan tiga poin penuh demi menjaga posisi di papan atas klasemen.
"Kami harus memberikan usaha melampaui maksimal. Ini komitmen kami kepada suporter untuk mengamankan tiga poin sebelum kembali menjalani laga tandang," pungkasnya.
(Sf/Rs)