Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Olahraga
Marco Astina, pemain anyar rekrutan Borneo FC yang sedang berlatih di Stadion Segiri. (Foto: Borneo FC)
Samarinda - Atmosfer kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia, BRI Super League meninggalkan kesan mendalam bagi rekrutan anyar Borneo FC, Marcos Astina.
Gelandang asing yang baru merapat di bursa transfer paruh musim ini mengaku terkejut dengan intensitas permainan yang tersaji di lapangan.
Jelang laga kandang perdananya melawan PSIM Jogjakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (1/1/2026) sore, Marcos membeberkan pandangannya setelah mencicipi debut tandang pekan lalu.
Menurut pemain asal Argentina tersebut, Liga 1 memiliki karakteristik unik yang menuntut ketahanan fisik prima dengan kecepatan dan transisi.
"Jujur, liga ini sangat dinamis. Di momen-momen tertentu, permainan menjadi sangat cepat. Terjadi banyak sekali transisi di lapangan, dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya," ungkap Marcos dalam sesi konferensi pers pra-laga.
Pernyataan Marcos ini mengonfirmasi pandangan umum bahwa sepak bola Indonesia lebih mengandalkan kecepatan (speed) dan serangan balik (counter-attack) ketimbang penguasaan bola yang lambat.
Namun alih-alih mengeluh soal tempo tinggi tersebut, Marcos justru melihatnya sebagai celah taktik yang bisa dieksploitasi.
Bersama pelatih Fabio Lefundes, Marcos mengaku telah menganalisis gaya main tersebut sebagai kunci untuk menaklukkan PSIM Jogjakarta. Ia menilai tim yang terlalu asyik melakukan transisi menyerang sering kali meninggalkan lubang di lini belakang.
"Kami harus siap secara fisik dan mental. Justru kami harus memanfaatkan ruang-ruang kosong yang ditinggalkan lawan saat mereka sibuk melakukan transisi itu. Itulah yang sedang kami kerjakan dalam latihan untuk pertandingan besok," beber gelandang bernomor punggung anyar tersebut.
Artinya, Borneo FC diprediksi tidak hanya akan bermain menunggu, tetapi siap meladeni permainan terbuka Laskar Mataram dengan serangan balik presisi yang dimotori oleh visi bermain Marcos.
Selain bicara taktik, Marcos juga menyinggung proses adaptasinya yang terbilang kilat. Meski baru satu bulan berada di Samarinda, ia merasa sudah menyatu dengan skema tim. Faktor kekeluargaan di tubuh skuad Pesut Etam menjadi alasan utamanya.
"Pertama, saya sangat bahagia bisa berada di kota ini. Memang butuh adaptasi di awal, tapi tim ini menyambut saya seperti keluarga sendiri. Itu sangat membantu saya di dalam dan luar lapangan," ujarnya.
Kini, Marcos berambisi membayar kepercayaan manajemen dan suporter Pusamania dengan performa maksimal di debut kandangnya.
"Semoga besok di debut kandang saya di Segiri, saya bisa memberikan yang maksimal dan membantu tim meraih tiga poin," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Olahraga

Marco Astina, pemain anyar rekrutan Borneo FC yang sedang berlatih di Stadion Segiri. (Foto: Borneo FC)
Samarinda - Atmosfer kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia, BRI Super League meninggalkan kesan mendalam bagi rekrutan anyar Borneo FC, Marcos Astina.
Gelandang asing yang baru merapat di bursa transfer paruh musim ini mengaku terkejut dengan intensitas permainan yang tersaji di lapangan.
Jelang laga kandang perdananya melawan PSIM Jogjakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (1/1/2026) sore, Marcos membeberkan pandangannya setelah mencicipi debut tandang pekan lalu.
Menurut pemain asal Argentina tersebut, Liga 1 memiliki karakteristik unik yang menuntut ketahanan fisik prima dengan kecepatan dan transisi.
"Jujur, liga ini sangat dinamis. Di momen-momen tertentu, permainan menjadi sangat cepat. Terjadi banyak sekali transisi di lapangan, dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya," ungkap Marcos dalam sesi konferensi pers pra-laga.
Pernyataan Marcos ini mengonfirmasi pandangan umum bahwa sepak bola Indonesia lebih mengandalkan kecepatan (speed) dan serangan balik (counter-attack) ketimbang penguasaan bola yang lambat.
Namun alih-alih mengeluh soal tempo tinggi tersebut, Marcos justru melihatnya sebagai celah taktik yang bisa dieksploitasi.
Bersama pelatih Fabio Lefundes, Marcos mengaku telah menganalisis gaya main tersebut sebagai kunci untuk menaklukkan PSIM Jogjakarta. Ia menilai tim yang terlalu asyik melakukan transisi menyerang sering kali meninggalkan lubang di lini belakang.
"Kami harus siap secara fisik dan mental. Justru kami harus memanfaatkan ruang-ruang kosong yang ditinggalkan lawan saat mereka sibuk melakukan transisi itu. Itulah yang sedang kami kerjakan dalam latihan untuk pertandingan besok," beber gelandang bernomor punggung anyar tersebut.
Artinya, Borneo FC diprediksi tidak hanya akan bermain menunggu, tetapi siap meladeni permainan terbuka Laskar Mataram dengan serangan balik presisi yang dimotori oleh visi bermain Marcos.
Selain bicara taktik, Marcos juga menyinggung proses adaptasinya yang terbilang kilat. Meski baru satu bulan berada di Samarinda, ia merasa sudah menyatu dengan skema tim. Faktor kekeluargaan di tubuh skuad Pesut Etam menjadi alasan utamanya.
"Pertama, saya sangat bahagia bisa berada di kota ini. Memang butuh adaptasi di awal, tapi tim ini menyambut saya seperti keluarga sendiri. Itu sangat membantu saya di dalam dan luar lapangan," ujarnya.
Kini, Marcos berambisi membayar kepercayaan manajemen dan suporter Pusamania dengan performa maksimal di debut kandangnya.
"Semoga besok di debut kandang saya di Segiri, saya bisa memberikan yang maksimal dan membantu tim meraih tiga poin," pungkasnya.
(Sf/Lo)