Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, Pusamania Tegaskan Netralitas Meski Untungkan Borneo FC

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Olahraga

    07 Mei 2026 02:35 WIB

    Ketua Umum Pusamania, Lasihadu. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

    Samarinda - Laga panas pekan ke-32 Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dipastikan akan berlangsung di markas Borneo FC, Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026) mendatang. 

    Pertandingan berjuluk "El Clasico" Indonesia ini terpaksa dipindah dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta atas dasar pertimbangan keamanan dan padatnya agenda di ibu kota. 

    Bagi publik sepak bola Samarinda, khususnya kelompok suporter Pusamania, laga ini menghadirkan dinamika tersendiri di tengah sengitnya perebutan gelar juara liga musim ini.

    Hingga tuntasnya pekan ke-31, persaingan di papan atas klasemen Super League sangat ketat. 

    Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda saat ini tengah bersaing mengamankan posisi puncak dengan torehan poin yang identik, yakni 72 poin. Sementara itu, Persija Jakarta menguntit di posisi ketiga dengan koleksi 65 poin.

    Di atas kertas, hasil imbang atau kemenangan bagi Persija Jakarta dalam laga akhir pekan ini akan sangat menguntungkan Borneo FC. 

    Pasalnya, jika Persib tersandung, skuad Pesut Etam memiliki peluang emas untuk mengambil alih takhta puncak klasemen sendirian.

    Meski skenario tersebut sangat menggiurkan dan menguntungkan tim kebanggaannya, kelompok suporter Pusamania memilih untuk menempatkan sportivitas dan persaudaraan antarsuporter di atas segalanya. 

    Ketua Umum Pusamania, Lasihadu atau yang akrab disapa Adhu, menegaskan bahwa organisasinya akan bersikap netral dan berupaya menjadi tuan rumah yang baik bagi The Jakmania, Viking, maupun Bobotoh.

    "Intinya, Pusamania itu menerima keduanya. Kami berteman dengan The Jak, Bobotoh, dan Viking. Kami berteman semua," ungkap Adhu ditemui di Samarinda.

    Adhu memaparkan bahwa menyambut tamu dengan hangat sudah menjadi tradisi di Samarinda. 

    Bahkan, perwakilan dari kelompok suporter yang akan bertanding telah menjalin silaturahmi langsung ke kediaman Adhu setibanya di Kalimantan Timur.

    "Sejak awal Pusamania sudah mengatakan bahwa Samarinda itu surganya suporter. Artinya, kami pasti menyambut hangat kedua belah pihak. Saya sangat welcome," tuturnya.

    Sadar akan tingginya tensi persaingan antartim di fase krusial kompetisi ini, Adhu tak menampik bahwa posisinya sebagai tuan rumah serba salah. 

    Namun, sebagai pemimpin, ia menginstruksikan dengan tegas agar anggota Pusamania tidak memihak kepada kubu mana pun di dalam stadion.

    "Kalau secara organisasi, saya tidak memperbolehkan anggota untuk memihak. Harus netral. Karena kita harus menghargai kedua-duanya," tegasnya.

    Terkait kehadiran Pusamania di tribun Stadion Segiri nanti, Adhu mengakui pihaknya belum mengetahui perihal kuota khusus. 

    Ia menyebut bahwa karena Persija berstatus sebagai penyelenggara, seluruh kewenangan berada di tangan Panitia Pelaksana (Panpel) Persija. 

    Kabarnya, panitia hanya membuka sekitar 7.000 lembar tiket dan diprediksi akan terisi penuh oleh suporter mereka sendiri.

    "Kalau kuota diberikan, pasti kami nonton, tapi ya sebagai penonton umum. Saya malah inginnya mereka satu stadion nyanyi bareng, biar kami dari Pusamania yang duduk di tengah-tengah jadi penontonnya," ujar Adhu.

    Adapun saat ini, fokus utama rekan-rekan Pusamania juga tengah terbagi untuk terus mengawal perjuangan Borneo FC di laga tandang. 

    Sebagian besar rombongan suporter bahkan telah bertolak meninggalkan Samarinda menggunakan kapal untuk mendampingi tim kebanggaan mereka bertanding.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, Pusamania Tegaskan Netralitas Meski Untungkan Borneo FC

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Olahraga

    07 Mei 2026 02:35 WIB

    Ketua Umum Pusamania, Lasihadu. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

    Samarinda - Laga panas pekan ke-32 Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dipastikan akan berlangsung di markas Borneo FC, Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026) mendatang. 

    Pertandingan berjuluk "El Clasico" Indonesia ini terpaksa dipindah dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta atas dasar pertimbangan keamanan dan padatnya agenda di ibu kota. 

    Bagi publik sepak bola Samarinda, khususnya kelompok suporter Pusamania, laga ini menghadirkan dinamika tersendiri di tengah sengitnya perebutan gelar juara liga musim ini.

    Hingga tuntasnya pekan ke-31, persaingan di papan atas klasemen Super League sangat ketat. 

    Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda saat ini tengah bersaing mengamankan posisi puncak dengan torehan poin yang identik, yakni 72 poin. Sementara itu, Persija Jakarta menguntit di posisi ketiga dengan koleksi 65 poin.

    Di atas kertas, hasil imbang atau kemenangan bagi Persija Jakarta dalam laga akhir pekan ini akan sangat menguntungkan Borneo FC. 

    Pasalnya, jika Persib tersandung, skuad Pesut Etam memiliki peluang emas untuk mengambil alih takhta puncak klasemen sendirian.

    Meski skenario tersebut sangat menggiurkan dan menguntungkan tim kebanggaannya, kelompok suporter Pusamania memilih untuk menempatkan sportivitas dan persaudaraan antarsuporter di atas segalanya. 

    Ketua Umum Pusamania, Lasihadu atau yang akrab disapa Adhu, menegaskan bahwa organisasinya akan bersikap netral dan berupaya menjadi tuan rumah yang baik bagi The Jakmania, Viking, maupun Bobotoh.

    "Intinya, Pusamania itu menerima keduanya. Kami berteman dengan The Jak, Bobotoh, dan Viking. Kami berteman semua," ungkap Adhu ditemui di Samarinda.

    Adhu memaparkan bahwa menyambut tamu dengan hangat sudah menjadi tradisi di Samarinda. 

    Bahkan, perwakilan dari kelompok suporter yang akan bertanding telah menjalin silaturahmi langsung ke kediaman Adhu setibanya di Kalimantan Timur.

    "Sejak awal Pusamania sudah mengatakan bahwa Samarinda itu surganya suporter. Artinya, kami pasti menyambut hangat kedua belah pihak. Saya sangat welcome," tuturnya.

    Sadar akan tingginya tensi persaingan antartim di fase krusial kompetisi ini, Adhu tak menampik bahwa posisinya sebagai tuan rumah serba salah. 

    Namun, sebagai pemimpin, ia menginstruksikan dengan tegas agar anggota Pusamania tidak memihak kepada kubu mana pun di dalam stadion.

    "Kalau secara organisasi, saya tidak memperbolehkan anggota untuk memihak. Harus netral. Karena kita harus menghargai kedua-duanya," tegasnya.

    Terkait kehadiran Pusamania di tribun Stadion Segiri nanti, Adhu mengakui pihaknya belum mengetahui perihal kuota khusus. 

    Ia menyebut bahwa karena Persija berstatus sebagai penyelenggara, seluruh kewenangan berada di tangan Panitia Pelaksana (Panpel) Persija. 

    Kabarnya, panitia hanya membuka sekitar 7.000 lembar tiket dan diprediksi akan terisi penuh oleh suporter mereka sendiri.

    "Kalau kuota diberikan, pasti kami nonton, tapi ya sebagai penonton umum. Saya malah inginnya mereka satu stadion nyanyi bareng, biar kami dari Pusamania yang duduk di tengah-tengah jadi penontonnya," ujar Adhu.

    Adapun saat ini, fokus utama rekan-rekan Pusamania juga tengah terbagi untuk terus mengawal perjuangan Borneo FC di laga tandang. 

    Sebagian besar rombongan suporter bahkan telah bertolak meninggalkan Samarinda menggunakan kapal untuk mendampingi tim kebanggaan mereka bertanding.

    (Sf/Rs)