Olahraga

    Kondisi Skuad On Fire, Borneo FC Karantina Pemain di Jogja Sebelum Kontra Persijap

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    15 Mei 2026 pukul 12:16 WITA

    Para pemain dan staff pelatih Borneo FC sedang berlatih di Yogyakarta. (Foto: Borneo FC)

    Samarinda - Menjelang dua laga pamungkas yang sangat krusial, kondisi skuad Borneo FC dilaporkan tengah berada dalam performa puncak atau "on fire".

    Kemenangan berharga pada laga sebelumnya di Bali sukses menyuntikkan motivasi berlipat bagi tim berjuluk Pesut Etam tersebut untuk menatap laga penentuan, salah satunya melawan Persijap Jepara.

    Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengungkapkan bahwa saat ini seluruh pemain dalam kondisi fisik dan mental yang sangat prima. Untuk menjaga ritme tersebut, manajemen memutuskan untuk memusatkan latihan (TC) di Yogyakarta (Jogja) sebagai langkah persiapan taktis dan psikologis.

    Dandri menjelaskan bahwa selama berada di Jogja, para pemain sangat menikmati setiap program latihan yang diberikan oleh tim pelatih. Meski atmosfernya santai, fokus skuad Pesut Etam tetap tertuju pada kemenangan.

    "Kemenangan dari Bali tentu menjadi daya tambah motivasi ke depan. Anak-anak enjoy dengan program di Jogja, fisik mereka bagus. Namun, saya terus mengingatkan: jangan pernah menganggap enteng lawan. Perjuangan belum habis, kita masih menjaga asa yang ada," tegas Dandri dihubungi di Samarinda, Jumat (15/5/2026).

    Pemilihan Kota Pelajar sebagai lokasi karantina"sementara menuju laga kontra Persijap bukan tanpa alasan. Manajemen sengaja membawa tim keluar dari Bali untuk menghindari potensi distraksi yang bisa merusak konsentrasi pemain.

    "Kalau konsentrasinya tetap di Bali, saya takutkan fokus anak-anak terpecah ke mana-mana. Ini bukan mengekang, tapi kita butuh tingkat fokus yang lebih tinggi. Fasilitas latihan di Jogja juga sudah sangat familiar bagi kita. Ini modal yang baik, kita bersiap dari tanah Jogja untuk mengambil hasil maksimal," paparnya.

    Tensi tinggi di dua laga terakhir ini tidak hanya dirasakan oleh tim, tetapi juga oleh para pendukung setia, Pusamania. Dandri merasa sangat terharu dan mengapresiasi inisiatif suporter yang sampai menggelar salat hajat demi kelancaran laju Borneo FC.

    Dandri juga berharap doa dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Samarinda terus mengalir. Baginya, dukungan tersebut adalah modal tak kasat mata yang sangat krusial.

    "Ini hal yang luar biasa bagi kami. Kita ingin menjadi yang terbaik tanpa harus berharap pada hasil pertandingan tim lain. Biarkan usaha keras kita di lapangan yang berbicara, dan biarkan Allah yang menentukan takdir terbaik untuk Borneo FC," tambahnya.

    Menatap peluit panjang terakhir musim ini, Manajer Borneo FC itu menitipkan pesan emosional kepada seluruh elemen tim. Ia menegaskan bahwa perjuangan di dua laga sisa ini bukan sekadar mengejar poin, melainkan tentang meninggalkan warisan bagi klub.

    "Tanda mata dari laga ini bukan hanya sekadar hasil akhir, tapi ada sejarah yang akan kita buat. Kesuksesan di depan mata ini bukan milik satu orang, melainkan buah dari kerja keras seluruh pihak, pelatih, pemain, ofisial, manajemen, dan bahkan teman-teman media," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Kondisi Skuad On Fire, Borneo FC Karantina Pemain di Jogja Sebelum Kontra Persijap

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    15 Mei 2026 pukul 12:16 WITA

    Para pemain dan staff pelatih Borneo FC sedang berlatih di Yogyakarta. (Foto: Borneo FC)

    Samarinda - Menjelang dua laga pamungkas yang sangat krusial, kondisi skuad Borneo FC dilaporkan tengah berada dalam performa puncak atau "on fire".

    Kemenangan berharga pada laga sebelumnya di Bali sukses menyuntikkan motivasi berlipat bagi tim berjuluk Pesut Etam tersebut untuk menatap laga penentuan, salah satunya melawan Persijap Jepara.

    Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengungkapkan bahwa saat ini seluruh pemain dalam kondisi fisik dan mental yang sangat prima. Untuk menjaga ritme tersebut, manajemen memutuskan untuk memusatkan latihan (TC) di Yogyakarta (Jogja) sebagai langkah persiapan taktis dan psikologis.

    Dandri menjelaskan bahwa selama berada di Jogja, para pemain sangat menikmati setiap program latihan yang diberikan oleh tim pelatih. Meski atmosfernya santai, fokus skuad Pesut Etam tetap tertuju pada kemenangan.

    "Kemenangan dari Bali tentu menjadi daya tambah motivasi ke depan. Anak-anak enjoy dengan program di Jogja, fisik mereka bagus. Namun, saya terus mengingatkan: jangan pernah menganggap enteng lawan. Perjuangan belum habis, kita masih menjaga asa yang ada," tegas Dandri dihubungi di Samarinda, Jumat (15/5/2026).

    Pemilihan Kota Pelajar sebagai lokasi karantina"sementara menuju laga kontra Persijap bukan tanpa alasan. Manajemen sengaja membawa tim keluar dari Bali untuk menghindari potensi distraksi yang bisa merusak konsentrasi pemain.

    "Kalau konsentrasinya tetap di Bali, saya takutkan fokus anak-anak terpecah ke mana-mana. Ini bukan mengekang, tapi kita butuh tingkat fokus yang lebih tinggi. Fasilitas latihan di Jogja juga sudah sangat familiar bagi kita. Ini modal yang baik, kita bersiap dari tanah Jogja untuk mengambil hasil maksimal," paparnya.

    Tensi tinggi di dua laga terakhir ini tidak hanya dirasakan oleh tim, tetapi juga oleh para pendukung setia, Pusamania. Dandri merasa sangat terharu dan mengapresiasi inisiatif suporter yang sampai menggelar salat hajat demi kelancaran laju Borneo FC.

    Dandri juga berharap doa dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Samarinda terus mengalir. Baginya, dukungan tersebut adalah modal tak kasat mata yang sangat krusial.

    "Ini hal yang luar biasa bagi kami. Kita ingin menjadi yang terbaik tanpa harus berharap pada hasil pertandingan tim lain. Biarkan usaha keras kita di lapangan yang berbicara, dan biarkan Allah yang menentukan takdir terbaik untuk Borneo FC," tambahnya.

    Menatap peluit panjang terakhir musim ini, Manajer Borneo FC itu menitipkan pesan emosional kepada seluruh elemen tim. Ia menegaskan bahwa perjuangan di dua laga sisa ini bukan sekadar mengejar poin, melainkan tentang meninggalkan warisan bagi klub.

    "Tanda mata dari laga ini bukan hanya sekadar hasil akhir, tapi ada sejarah yang akan kita buat. Kesuksesan di depan mata ini bukan milik satu orang, melainkan buah dari kerja keras seluruh pihak, pelatih, pemain, ofisial, manajemen, dan bahkan teman-teman media," tutupnya.

    (Sf/Rs)