Olahraga

    Kemenangan atas Persebaya jadi Kado HUT Satu Dekade Borneo FC 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    08 Maret 2024 pukul 11:14 WITA

    Nampak salah satu pemain Borneo FC mencoba menghalangi pemain Persebaya yang melakukan penyerangan ke lini pertahanannya, yang berlangsung di Stadion Batakan Balikpapan, Kamis (7/3/2024) malam. (Foto: Anggi Kaltimpost/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Laga kontra Persebaya pada Kamis (7/3/2024) malam, menjadi hari spesial bagi tim Borneo FC Samarinda. Pasalnya, pertandingan digelar bertepatan dengan hari ulang tahun ke-10 tim berjuluk Pesut Etam. 
    Keberuntungan pun rupanya berpihak kepada anak-anak asuhan Pieter Huistra. Meski tak merumput di Samarinda, kemenangan berhasil dipetik dan menjadi kado manis di perayaan satu dekade Borneo FC. 
    Pesut Etam berhasil mencuri 2 gol dari tim Persebaya Surabaya di Stadion Batakan, Balikpapan.

    Meski sempat tertinggal satu gol dari Persebaya di menit 86 melalui tendangan Tony Firmansyah. Borneo pun bangkit dan berhasil mencetak gol di babak perpanjangan waktu melalui gol bunuh diri Kasim Botan menit 93 dan Ikhsan Nul Zikrak menit 97.

    Kemenangan ini sekaligus memantapkan posisi Borneo di puncak klasemen dengan koleksi 66 poin dan mengunci babak championship series. Mereka pun turut melanjutkan tujuh kemenangan secara beruntun. 

    Dalam konferensi pers, Pelatih Borneo FC Pieter Huistra mengaku senang dengan hasil yang didapat. Meski sebelumnya sempat tertinggal.

    "Di babak pertama kami punya banyak peluang tetapi tidak gol. Beruntung di babak kedua, pemain tampil fight dan mengembalikan keadaan," ucap Pieter di hadapan awak media.

    Walaupun sudah lolos ke babak championship series, ia mengaku memainkan para pemain yang benar-benar siap.

    Sementara Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Christopher Munster mengaku kecewa dengan hasil yang didapat. Terutama kepemimpinan wasit yang dinilai tidak bagus. 

    Menurutnya, pertandingan hari ini (7/3) tidak hanya melawan 11 pemain tetapi melawan 15 pemain, termasuk offisial. Ia menyesali tindakan offisial dari Borneo FC yang kerap melakukan provokasi.

    “Sepakbola Indonesia tidak akan berubah jika kepemimpinan wasit seperti ini. Pertandingan malam ini, sangat terlihat jelas jika ada skandal. Termasuk banyak provokasi dari oknum offisial Borneo, sehingga pertandingan tidak enak dilihat. Padahal pertandingan kedua tim berjalan bagus," tegasnya.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Kemenangan atas Persebaya jadi Kado HUT Satu Dekade Borneo FC 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    08 Maret 2024 pukul 11:14 WITA

    Nampak salah satu pemain Borneo FC mencoba menghalangi pemain Persebaya yang melakukan penyerangan ke lini pertahanannya, yang berlangsung di Stadion Batakan Balikpapan, Kamis (7/3/2024) malam. (Foto: Anggi Kaltimpost/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Laga kontra Persebaya pada Kamis (7/3/2024) malam, menjadi hari spesial bagi tim Borneo FC Samarinda. Pasalnya, pertandingan digelar bertepatan dengan hari ulang tahun ke-10 tim berjuluk Pesut Etam. 
    Keberuntungan pun rupanya berpihak kepada anak-anak asuhan Pieter Huistra. Meski tak merumput di Samarinda, kemenangan berhasil dipetik dan menjadi kado manis di perayaan satu dekade Borneo FC. 
    Pesut Etam berhasil mencuri 2 gol dari tim Persebaya Surabaya di Stadion Batakan, Balikpapan.

    Meski sempat tertinggal satu gol dari Persebaya di menit 86 melalui tendangan Tony Firmansyah. Borneo pun bangkit dan berhasil mencetak gol di babak perpanjangan waktu melalui gol bunuh diri Kasim Botan menit 93 dan Ikhsan Nul Zikrak menit 97.

    Kemenangan ini sekaligus memantapkan posisi Borneo di puncak klasemen dengan koleksi 66 poin dan mengunci babak championship series. Mereka pun turut melanjutkan tujuh kemenangan secara beruntun. 

    Dalam konferensi pers, Pelatih Borneo FC Pieter Huistra mengaku senang dengan hasil yang didapat. Meski sebelumnya sempat tertinggal.

    "Di babak pertama kami punya banyak peluang tetapi tidak gol. Beruntung di babak kedua, pemain tampil fight dan mengembalikan keadaan," ucap Pieter di hadapan awak media.

    Walaupun sudah lolos ke babak championship series, ia mengaku memainkan para pemain yang benar-benar siap.

    Sementara Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Christopher Munster mengaku kecewa dengan hasil yang didapat. Terutama kepemimpinan wasit yang dinilai tidak bagus. 

    Menurutnya, pertandingan hari ini (7/3) tidak hanya melawan 11 pemain tetapi melawan 15 pemain, termasuk offisial. Ia menyesali tindakan offisial dari Borneo FC yang kerap melakukan provokasi.

    “Sepakbola Indonesia tidak akan berubah jika kepemimpinan wasit seperti ini. Pertandingan malam ini, sangat terlihat jelas jika ada skandal. Termasuk banyak provokasi dari oknum offisial Borneo, sehingga pertandingan tidak enak dilihat. Padahal pertandingan kedua tim berjalan bagus," tegasnya.

    (Sf/Rs)