Olahraga

    Kejar Tayang BRI Super League dan AFC, Dispora Kaltim Kebut Pemindahan Lampu Palaran ke GOR Segiri

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Juni 2026 pukul 17:12 WITA

    Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Rasman Rading. (Foto: maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mengebut persiapan Stadion Segiri agar siap digunakan sebagai markas Borneo FC pada kompetisi BRI Super League bulan September dan ajang AFC bulan Oktober mendatang. 

    Salah satu fokus utama saat ini adalah pemindahan fasilitas lampu penerangan dari Stadion Palaran ke GOR Segiri.

    Plt. Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi lintas instansi yang melibatkan Pemerintah Kota Samarinda, BPKAD, Disporapar, dan Dinas PU untuk membahas teknis pemindahan aset tersebut.

    "Dari hasil rapat, kami ingin memastikan jangan sampai aset milik Pemprov maupun Pemkot tidak digunakan sebaik mungkin. Aset yang ada di Segiri itu pada dasarnya milik provinsi juga, hanya pengelolaannya di bawah Pemkot Samarinda," ujar Rasman ditemui di Samarinda, Senin (22/6/2026).

    Meski lampu dari Stadion Palaran direncanakan menjadi solusi penerangan GOR Segiri, Rasman mengungkapkan adanya temuan teknis di lapangan. Awalnya, lampu dari Palaran diklaim memiliki kapasitas 1.800 Lux. 

    Namun, setelah diuji coba oleh tim teknis, pantulan dan arah sorot (aiming) cahaya mengalami perubahan karena kondisi lapangan yang kini sudah berumput.

    "Secara umum sudah sesuai, tetapi memang masih ada kekurangan. Kita butuh sekitar 8 titik lampu lagi untuk mencapai standar 1.300 Lux. Ini yang agak rumit karena membutuhkan proses pengadaan baru, sementara waktunya sangat mepet menuju bulan September," jelasnya.

    Untuk menutupi kekurangan 8 titik lampu tersebut, Dispora Kaltim berencana melakukan pengadaan baru dalam waktu dekat agar pengerjaannya bisa segera dieksekusi.

    Terkait skema pembiayaan pembongkaran, pemindahan, hingga pengadaan lampu baru, Rasman menegaskan bahwa opsi APBD Perubahan tidak memungkinkan karena keterbatasan waktu. 

    Sesuai arahan Gubernur Kaltim, pembiayaan akan diupayakan melalui skema pergeseran anggaran pada APBD murni atau memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.

    Guna memastikan seluruh proses berjalan efektif dan tidak memboroskan anggaran, Dispora Kaltim mewajibkan pengerjaan ini mendapat rekomendasi dan pengawasan langsung dari ahlinya, dalam hal ini PSSI.

    "Tahun ini setiap pengadaan dan pelaksanaan harus memiliki rekomendasi serta pengawasan langsung dari PSSI. Tujuannya agar tidak bongkar pasang yang berujung pada pemborosan biaya sana-sini. Jadi, sekali dikerjakan langsung tuntas," tegasnya.

    Di sisi lain, lampu penerangan lama yang sebelumnya terpasang di GOR Segiri rencananya akan dievaluasi untuk dipindahkan ke Stadion Palaran. Namun, langkah ini masih memerlukan perhitungan teknis lebih lanjut. 

    Pasalnya, model instalasi lampu di GOR Segiri menempel pada tiang, sedangkan di Stadion Palaran pemasangannya berada di atap tribun dan belum memiliki tiang penyangga.

    "Kalaupun bisa dipasang, jumlahnya pasti masih kurang. Ini harus kita pikirkan ulang ke depannya. Namun dalam jangka waktu dekat ini, yang paling menjadi perhatian utama kami memang pemenuhan standar GOR Segiri," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Kejar Tayang BRI Super League dan AFC, Dispora Kaltim Kebut Pemindahan Lampu Palaran ke GOR Segiri

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Juni 2026 pukul 17:12 WITA

    Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Rasman Rading. (Foto: maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mengebut persiapan Stadion Segiri agar siap digunakan sebagai markas Borneo FC pada kompetisi BRI Super League bulan September dan ajang AFC bulan Oktober mendatang. 

    Salah satu fokus utama saat ini adalah pemindahan fasilitas lampu penerangan dari Stadion Palaran ke GOR Segiri.

    Plt. Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi lintas instansi yang melibatkan Pemerintah Kota Samarinda, BPKAD, Disporapar, dan Dinas PU untuk membahas teknis pemindahan aset tersebut.

    "Dari hasil rapat, kami ingin memastikan jangan sampai aset milik Pemprov maupun Pemkot tidak digunakan sebaik mungkin. Aset yang ada di Segiri itu pada dasarnya milik provinsi juga, hanya pengelolaannya di bawah Pemkot Samarinda," ujar Rasman ditemui di Samarinda, Senin (22/6/2026).

    Meski lampu dari Stadion Palaran direncanakan menjadi solusi penerangan GOR Segiri, Rasman mengungkapkan adanya temuan teknis di lapangan. Awalnya, lampu dari Palaran diklaim memiliki kapasitas 1.800 Lux. 

    Namun, setelah diuji coba oleh tim teknis, pantulan dan arah sorot (aiming) cahaya mengalami perubahan karena kondisi lapangan yang kini sudah berumput.

    "Secara umum sudah sesuai, tetapi memang masih ada kekurangan. Kita butuh sekitar 8 titik lampu lagi untuk mencapai standar 1.300 Lux. Ini yang agak rumit karena membutuhkan proses pengadaan baru, sementara waktunya sangat mepet menuju bulan September," jelasnya.

    Untuk menutupi kekurangan 8 titik lampu tersebut, Dispora Kaltim berencana melakukan pengadaan baru dalam waktu dekat agar pengerjaannya bisa segera dieksekusi.

    Terkait skema pembiayaan pembongkaran, pemindahan, hingga pengadaan lampu baru, Rasman menegaskan bahwa opsi APBD Perubahan tidak memungkinkan karena keterbatasan waktu. 

    Sesuai arahan Gubernur Kaltim, pembiayaan akan diupayakan melalui skema pergeseran anggaran pada APBD murni atau memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.

    Guna memastikan seluruh proses berjalan efektif dan tidak memboroskan anggaran, Dispora Kaltim mewajibkan pengerjaan ini mendapat rekomendasi dan pengawasan langsung dari ahlinya, dalam hal ini PSSI.

    "Tahun ini setiap pengadaan dan pelaksanaan harus memiliki rekomendasi serta pengawasan langsung dari PSSI. Tujuannya agar tidak bongkar pasang yang berujung pada pemborosan biaya sana-sini. Jadi, sekali dikerjakan langsung tuntas," tegasnya.

    Di sisi lain, lampu penerangan lama yang sebelumnya terpasang di GOR Segiri rencananya akan dievaluasi untuk dipindahkan ke Stadion Palaran. Namun, langkah ini masih memerlukan perhitungan teknis lebih lanjut. 

    Pasalnya, model instalasi lampu di GOR Segiri menempel pada tiang, sedangkan di Stadion Palaran pemasangannya berada di atap tribun dan belum memiliki tiang penyangga.

    "Kalaupun bisa dipasang, jumlahnya pasti masih kurang. Ini harus kita pikirkan ulang ke depannya. Namun dalam jangka waktu dekat ini, yang paling menjadi perhatian utama kami memang pemenuhan standar GOR Segiri," pungkasnya.

    (Sf/Rs)