Seputar Fakta

    Olahraga

    Kecamatan Long Ikis Bawa Pulang Piala Bergilir Juara Umum Porseni IGTKI-PGRI Paser 2026

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    01 November 2026 pukul 20:01 WITA

    Porsenini IGTKI-PGRI Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor)

    Tana Paser - Kecamatan Long Ikis sukses mencatatkan prestasi gemilang setelah keluar sebagai Juara Umum dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Paser Tahun 2026. 

    Keberhasilan tersebut diraih berkat konsistensi dan penampilan impresif para peserta dari Long Ikis di berbagai cabang perlombaan yang dipertandingkan. 

    Kegiatan itu diikuti oleh perwakilan dari 10 kecamatan se-Kabupaten Paser dan ditutup  dengan penyerahan piala bergilir kepada sang juara umum. Ajang tahunan tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi semata, melainkan juga berfungsi sebagai sarana pembinaan bakat, sekaligus seleksi berjenjang guna melahirkan bibit-bibit unggul di bidang pendidikan anak usia dini.

    Panitia mempertandingkan tiga cabang perlombaan utama, yakni lomba tari kreasi baru, lomba senam dan lomba finger painting. Kecamatan Long Ikis tampil sebagai yang terbaik di cabang lomba tari kreasi baru dengan menyabet Juara 1, mengungguli perwakilan dari kecamatan lainnya.

    Dominasi Kecamatan Long Ikis semakin diperkuat dengan pencapaian positif di cabang olahraga dan seni lainnya. Di cabang lomba senam, kontingen Long Ikis sukses meraih Juara II, sementara pada cabang lomba finger painting, perwakilan Long Ikis turut menyegel posisi Juara Harapan III.

    Ketua IGTKI Kabupaten Paser, Tanti Puji Wardiyanti, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh atas kesuksesan acara tersebut.

    Ia menyebut, kesuksesan pelaksanaan Porseni tersebut merupakan gambaran bahwa guru TK juga memiliki kualitas dan kreativitas yang mampu dipertandingkan di tingkat Kabupaten bahkan Nasional. 

    "Event tahunan ini menjadi bukti bahwa guru TK juga memiliki kreatifitas yang baik dan mampu bersaing," ujar Tanti, Minggu (1/11/2026).

    Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Paser, Jauhari, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperluas cakupan perlombaan di tahun depan agar sesuai dengan standar nasional yang mencakup sekitar sembilan kategori. Hal itu diharapkan mampu membuat ajang tingkat kabupaten berfungsi optimal sebagai seleksi menuju tingkat provinsi hingga nasional.

    Melalui prestasi gemilang yang diraih Kecamatan Long Ikis sebagai juara umum serta sinergi kuat antara IGTKI, PGRI dan Dinas Pendidikan, dunia PAUD di Kabupaten Paser diyakini akan terus berkembang. Ajang ini diharapkan mampu menjadi batu loncatan bagi prestasi anak-anak usia dini agar mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas.

    "Tahun depan kita akan sesuaikan dengan cabor yang dipertandingkan ditingkat Provinsi hingga Nasional," ucapnya. 

    Selain menjadi ruang pembinaan bagi anak usia dini, ajang Porseni tersebut juga menjadi panggung bagi para guru TK se-Kabupaten Paser untuk unjuk gigi memamerkan bakat dan kreativitas terbaik mmereka

    Lewat ragam koreografi tari hingga gerakan senam yang ditampilkan, para pendidik membuktikan bahwa kreativitas guru merupakan fondasi utama dalam menciptakan pembelajaran PAUD yang hidup dan menyenangkan.

    Keterlibatan aktif para guru TK dalam mengekspresikan karya seni sekaligus mempertegas peran penting pendidik yang tidak hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga terus mengasah potensi diri. Semangat kompetisi sehat yang ditunjukkan oleh para peserta dari 10 kecamatan menjadi cerminan tinggi profesionalisme serta rasa cinta mereka terhadap dunia pendidikan anak.

    Dengan torehan prestasi Kecamatan Long Ikis serta tingginya antusiasme para pendidik, Porseni IGTKI-PGRI 2026 berhasil membuktikan bahwa guru TK di Kabupaten Paser memiliki daya cipta dan kualitas yang siap bersaing. Wadah apresiasi seperti itu diharapkan terus berlanjut guna memotivasi para guru dalam melahirkan inovasi edukatif yang berdampak positif bagi tumbuh kembang anak didik.

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    Kecamatan Long Ikis Bawa Pulang Piala Bergilir Juara Umum Porseni IGTKI-PGRI Paser 2026

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    01 November 2026 pukul 20:01 WITA

    Porsenini IGTKI-PGRI Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor)

    Tana Paser - Kecamatan Long Ikis sukses mencatatkan prestasi gemilang setelah keluar sebagai Juara Umum dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Paser Tahun 2026. 

    Keberhasilan tersebut diraih berkat konsistensi dan penampilan impresif para peserta dari Long Ikis di berbagai cabang perlombaan yang dipertandingkan. 

    Kegiatan itu diikuti oleh perwakilan dari 10 kecamatan se-Kabupaten Paser dan ditutup  dengan penyerahan piala bergilir kepada sang juara umum. Ajang tahunan tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi semata, melainkan juga berfungsi sebagai sarana pembinaan bakat, sekaligus seleksi berjenjang guna melahirkan bibit-bibit unggul di bidang pendidikan anak usia dini.

    Panitia mempertandingkan tiga cabang perlombaan utama, yakni lomba tari kreasi baru, lomba senam dan lomba finger painting. Kecamatan Long Ikis tampil sebagai yang terbaik di cabang lomba tari kreasi baru dengan menyabet Juara 1, mengungguli perwakilan dari kecamatan lainnya.

    Dominasi Kecamatan Long Ikis semakin diperkuat dengan pencapaian positif di cabang olahraga dan seni lainnya. Di cabang lomba senam, kontingen Long Ikis sukses meraih Juara II, sementara pada cabang lomba finger painting, perwakilan Long Ikis turut menyegel posisi Juara Harapan III.

    Ketua IGTKI Kabupaten Paser, Tanti Puji Wardiyanti, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh atas kesuksesan acara tersebut.

    Ia menyebut, kesuksesan pelaksanaan Porseni tersebut merupakan gambaran bahwa guru TK juga memiliki kualitas dan kreativitas yang mampu dipertandingkan di tingkat Kabupaten bahkan Nasional. 

    "Event tahunan ini menjadi bukti bahwa guru TK juga memiliki kreatifitas yang baik dan mampu bersaing," ujar Tanti, Minggu (1/11/2026).

    Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Paser, Jauhari, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperluas cakupan perlombaan di tahun depan agar sesuai dengan standar nasional yang mencakup sekitar sembilan kategori. Hal itu diharapkan mampu membuat ajang tingkat kabupaten berfungsi optimal sebagai seleksi menuju tingkat provinsi hingga nasional.

    Melalui prestasi gemilang yang diraih Kecamatan Long Ikis sebagai juara umum serta sinergi kuat antara IGTKI, PGRI dan Dinas Pendidikan, dunia PAUD di Kabupaten Paser diyakini akan terus berkembang. Ajang ini diharapkan mampu menjadi batu loncatan bagi prestasi anak-anak usia dini agar mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas.

    "Tahun depan kita akan sesuaikan dengan cabor yang dipertandingkan ditingkat Provinsi hingga Nasional," ucapnya. 

    Selain menjadi ruang pembinaan bagi anak usia dini, ajang Porseni tersebut juga menjadi panggung bagi para guru TK se-Kabupaten Paser untuk unjuk gigi memamerkan bakat dan kreativitas terbaik mmereka

    Lewat ragam koreografi tari hingga gerakan senam yang ditampilkan, para pendidik membuktikan bahwa kreativitas guru merupakan fondasi utama dalam menciptakan pembelajaran PAUD yang hidup dan menyenangkan.

    Keterlibatan aktif para guru TK dalam mengekspresikan karya seni sekaligus mempertegas peran penting pendidik yang tidak hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga terus mengasah potensi diri. Semangat kompetisi sehat yang ditunjukkan oleh para peserta dari 10 kecamatan menjadi cerminan tinggi profesionalisme serta rasa cinta mereka terhadap dunia pendidikan anak.

    Dengan torehan prestasi Kecamatan Long Ikis serta tingginya antusiasme para pendidik, Porseni IGTKI-PGRI 2026 berhasil membuktikan bahwa guru TK di Kabupaten Paser memiliki daya cipta dan kualitas yang siap bersaing. Wadah apresiasi seperti itu diharapkan terus berlanjut guna memotivasi para guru dalam melahirkan inovasi edukatif yang berdampak positif bagi tumbuh kembang anak didik.

    (Sf/Lo)