Cari disini...
Olahraga
Latihan atlet panjat tebing Paser. (Foto: Padliannor/seputar fakta.com)
Tana Paser - Persiapan cabang olahraga panjat tebing Kabupaten Paser dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) terhambat oleh minimnya fasilitas latihan.
Meskipun bertindak sebagai tuan rumah dalam ajang yang dijadwalkan berlangsung mulai 14 November 2026 mendatang, para atlet terpaksa menggunakan fasilitas seadanya demi mematangkan persiapan.
Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Paser sendiri telah menyiapkan sebanyak 16 pemanjat terbaiknya. Skuad tersebut terdiri dari delapan atlet putra dan delapan atlet putri yang diproyeksikan untuk turun bertanding di seluruh kelas yang diperlombakan.
Saat ini, para atlet panjat tebing tuan rumah telah menginjak tahap pra kompetisi. Meskipun demikian, proses latihan intensif yang dijalankan harus mengalami kendala belum memadainya sarana dan prasarana pendukung di lapangan.
Pelatih Panjat Tebing Paser, Surayah, menyebut, para atlet panjat tebing terpaksa menyiasati program latihan harian dengan menggunakan fasilitas usang. Pihaknya masih menunggu realisasi bantuan ketersediaan alat boulder dari pemerintah provinsi untuk menunjang performa atlet.
"Sambil menunggu fasilitas dari Provinsi, sementara ini kami memanfaatkan alat yang ada, " kata Surayah, Minggu (11/10/2026).
Di tengah keterbatasan sarana tersebut, tim panjat tebing Paser tetap dibebani target perolehan medali oleh pihak pengurus sports daerah. Beban target itu dinilai cukup berat mengingat proses pembinaan atlet panjat tebing memerlukan jangka waktu yang tidak singkat.
Surayah menjelaskan, sebagian besar atlet yang diturunkan pada Porprov VIII Kaltim mendatang merupakan pemula yang lolos melalui tahapan seleksi. Rata-rata atlet masih berusia muda dan berstatus pelajar SMP berusia sekitar 14 tahun hingga 18 tahun.
Menurut Surayah, durasi bergabungnya para pemanjat Paser dalam pemusatan latihan terbilang sangat singkat, yaitu berkisar antara empat hingga enam bulan. Padahal, idealnya dibutuhkan waktu pembinaan sekitar tiga hingga empat tahun untuk mencetak atlet panjat tebing tingkat profesional.
Melihat kondisi komposisi atlet yang belum berpengalaman serta minimnya sarana latihan di Bumi Daya Taka, tim pelatih mencoba bersikap realistis. Pelatih Panjat Tebing Paser lainnya, Ancu, menyebut, target realistis yang dipatok timnya saat ini adalah merebut satu hingga dua keping medali emas.
“Kalau untuk emas kita targetkan satu atau dua. Untuk yang lainnya ya dapat alhamdulillah, enggak dapat ya alhamdulillah. Karena dari segi atlet kurang karena baru, kemudian juga terhamnat karena keterbatasan fasilitas. Itu yang sangat jadi masalah,” ucapnya.
Dari evaluasi teknis tim pelatih, kualitas fisik, mental serta penguasaan teknik memanjat para atlet diakui masih berada di bawah standar ideal. Namun, tim pelatih mengapresiasi perkembangan dan proses adaptasi para atlet pemula tersebut yang dinilai tergolong cepat.
Menjelang bergulirnya ajang olahraga terbesar se-Kaltim tersebut, FPTI Paser berharap adanya percepatan pemenuhan bantuan alat dan perbaikan fasilitas latihan dari pihak terkait. Dukungan sarana yang memadai dianggap krusial agar program Pemusatan Latiha dapat berjalan maksimal demi meraih prestasi bagi Kabupaten Paser.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Latihan atlet panjat tebing Paser. (Foto: Padliannor/seputar fakta.com)
Tana Paser - Persiapan cabang olahraga panjat tebing Kabupaten Paser dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) terhambat oleh minimnya fasilitas latihan.
Meskipun bertindak sebagai tuan rumah dalam ajang yang dijadwalkan berlangsung mulai 14 November 2026 mendatang, para atlet terpaksa menggunakan fasilitas seadanya demi mematangkan persiapan.
Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Paser sendiri telah menyiapkan sebanyak 16 pemanjat terbaiknya. Skuad tersebut terdiri dari delapan atlet putra dan delapan atlet putri yang diproyeksikan untuk turun bertanding di seluruh kelas yang diperlombakan.
Saat ini, para atlet panjat tebing tuan rumah telah menginjak tahap pra kompetisi. Meskipun demikian, proses latihan intensif yang dijalankan harus mengalami kendala belum memadainya sarana dan prasarana pendukung di lapangan.
Pelatih Panjat Tebing Paser, Surayah, menyebut, para atlet panjat tebing terpaksa menyiasati program latihan harian dengan menggunakan fasilitas usang. Pihaknya masih menunggu realisasi bantuan ketersediaan alat boulder dari pemerintah provinsi untuk menunjang performa atlet.
"Sambil menunggu fasilitas dari Provinsi, sementara ini kami memanfaatkan alat yang ada, " kata Surayah, Minggu (11/10/2026).
Di tengah keterbatasan sarana tersebut, tim panjat tebing Paser tetap dibebani target perolehan medali oleh pihak pengurus sports daerah. Beban target itu dinilai cukup berat mengingat proses pembinaan atlet panjat tebing memerlukan jangka waktu yang tidak singkat.
Surayah menjelaskan, sebagian besar atlet yang diturunkan pada Porprov VIII Kaltim mendatang merupakan pemula yang lolos melalui tahapan seleksi. Rata-rata atlet masih berusia muda dan berstatus pelajar SMP berusia sekitar 14 tahun hingga 18 tahun.
Menurut Surayah, durasi bergabungnya para pemanjat Paser dalam pemusatan latihan terbilang sangat singkat, yaitu berkisar antara empat hingga enam bulan. Padahal, idealnya dibutuhkan waktu pembinaan sekitar tiga hingga empat tahun untuk mencetak atlet panjat tebing tingkat profesional.
Melihat kondisi komposisi atlet yang belum berpengalaman serta minimnya sarana latihan di Bumi Daya Taka, tim pelatih mencoba bersikap realistis. Pelatih Panjat Tebing Paser lainnya, Ancu, menyebut, target realistis yang dipatok timnya saat ini adalah merebut satu hingga dua keping medali emas.
“Kalau untuk emas kita targetkan satu atau dua. Untuk yang lainnya ya dapat alhamdulillah, enggak dapat ya alhamdulillah. Karena dari segi atlet kurang karena baru, kemudian juga terhamnat karena keterbatasan fasilitas. Itu yang sangat jadi masalah,” ucapnya.
Dari evaluasi teknis tim pelatih, kualitas fisik, mental serta penguasaan teknik memanjat para atlet diakui masih berada di bawah standar ideal. Namun, tim pelatih mengapresiasi perkembangan dan proses adaptasi para atlet pemula tersebut yang dinilai tergolong cepat.
Menjelang bergulirnya ajang olahraga terbesar se-Kaltim tersebut, FPTI Paser berharap adanya percepatan pemenuhan bantuan alat dan perbaikan fasilitas latihan dari pihak terkait. Dukungan sarana yang memadai dianggap krusial agar program Pemusatan Latiha dapat berjalan maksimal demi meraih prestasi bagi Kabupaten Paser.
(Sf/Rs)