Olahraga

    Jelang Porprov Kaltim, Nasib Atlet Triatlon Paser Digantung Keterlambatan Pengadaan Sepeda 

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    09 September 2026 pukul 21:38 WITA

    Latihan Rutin FTI Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Federasi Triatlon Indonesia (FTI) Kabupaten Paser terancam gagal memaksimalkan potensi raihan medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim mendatang. Penyebab utamanya adalah terkendalanya pengadaan fasilitas sepeda yang menjadi alat vital bagi para atlet.

    Kekurangan sarana latihan itu dinilai berpotensi mengganggu persiapan tim tuan rumah. Meski latihan fisik dan mental rutin digelar di bawah pengawasan pelatih, ketersediaan sepeda standar kejuaraan masih menjadi hambatan terbesar yang belum terselesaikan.

    Pelatih sekaligus Pengurus FTI Paser, M Supriyanto mengungkapkan, pengajuan bantuan fasilitas sepeda telah disampaikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sejak Maret lalu. Pengurus juga telah melengkapi seluruh data pengadaan yang diminta.

    "Sudah disampaikan sejak Maret lalu data pengadaan juga sudah dilengkapi," kata M Supriyanto, Rabu (9/9/2026).

    Namun hingga kini, FTI Paser masih harus menunggu realisasi anggaran dari pihak dinas. Keterlambatan pengadaan sarana tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi performa para atlet saat bertanding di ajang bergengsi tingkat provinsi nanti.

    Supriyanto menegaskan bahwa sepeda merupakan peralatan inti yang sangat menentukan hasil akhir dalam olahraga triatlon. Tanpa dukungan sarana yang memadai, program latihan intensif yang dijalani para atlet dipastikan tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

    Di tengah keterbatasan sarana, FTI Paser tetap berupaya menjaga kualitas fisik dan pengalaman tanding para atletnya. Langkah ini dilakukan agar kesiapan teknis para atlet tidak merosot tajam selama menunggu kepastian bantuan peralatan dari pemerintah daerah.

    Sebagai bentuk pemanasan dan evaluasi kemampuan, FTI Paser baru-baru ini menurunkan tiga atlet terbaiknya dalam Kejuaraan Open Triatlon di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kejuaraan tersebut menjadi tolok ukur penting karena diikuti oleh pesaing tingkat profesional hingga level Asia.

    "Kita turunkan tiga atlet yang paling dominan pada kejuaraan Open Triatlon di Banjarbaru kemarin," tambahnya.

    Pada ajang tersebut, para atlet harus menyelesaikan rantaian kompetisi yang terdiri dari renang sejauh 8 Km, bersepeda 40 Km dan lari berbasis catatan waktu. Atlet asal Paser berhasil mencatatkan waktu finis bervariasi, mulai dari 2 jam hingga 3 jam 23 menit.

    Pengalaman tampil di ajang internasional tersebut memberikan gambaran nyata mengenai peta persaingan yang akan dihadapi. FTI Paser mencatat bahwa peluang terbesar untuk menyumbang medali emas Porprov berada di nomor pertandingan putri.

    FTI Paser sangat berharap Dispora Paser dapat segera merealisasikan pengadaan sepeda tersebut dalam waktu dekat. Kejelasan fasilitas ini dinilai sangat mendesak demi menjaga gengsi serta nama baik Kabupaten Paser yang bertindak sebagai tuan rumah Porprov Kaltim.

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    Jelang Porprov Kaltim, Nasib Atlet Triatlon Paser Digantung Keterlambatan Pengadaan Sepeda 

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    09 September 2026 pukul 21:38 WITA

    Latihan Rutin FTI Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Federasi Triatlon Indonesia (FTI) Kabupaten Paser terancam gagal memaksimalkan potensi raihan medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim mendatang. Penyebab utamanya adalah terkendalanya pengadaan fasilitas sepeda yang menjadi alat vital bagi para atlet.

    Kekurangan sarana latihan itu dinilai berpotensi mengganggu persiapan tim tuan rumah. Meski latihan fisik dan mental rutin digelar di bawah pengawasan pelatih, ketersediaan sepeda standar kejuaraan masih menjadi hambatan terbesar yang belum terselesaikan.

    Pelatih sekaligus Pengurus FTI Paser, M Supriyanto mengungkapkan, pengajuan bantuan fasilitas sepeda telah disampaikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sejak Maret lalu. Pengurus juga telah melengkapi seluruh data pengadaan yang diminta.

    "Sudah disampaikan sejak Maret lalu data pengadaan juga sudah dilengkapi," kata M Supriyanto, Rabu (9/9/2026).

    Namun hingga kini, FTI Paser masih harus menunggu realisasi anggaran dari pihak dinas. Keterlambatan pengadaan sarana tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi performa para atlet saat bertanding di ajang bergengsi tingkat provinsi nanti.

    Supriyanto menegaskan bahwa sepeda merupakan peralatan inti yang sangat menentukan hasil akhir dalam olahraga triatlon. Tanpa dukungan sarana yang memadai, program latihan intensif yang dijalani para atlet dipastikan tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

    Di tengah keterbatasan sarana, FTI Paser tetap berupaya menjaga kualitas fisik dan pengalaman tanding para atletnya. Langkah ini dilakukan agar kesiapan teknis para atlet tidak merosot tajam selama menunggu kepastian bantuan peralatan dari pemerintah daerah.

    Sebagai bentuk pemanasan dan evaluasi kemampuan, FTI Paser baru-baru ini menurunkan tiga atlet terbaiknya dalam Kejuaraan Open Triatlon di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kejuaraan tersebut menjadi tolok ukur penting karena diikuti oleh pesaing tingkat profesional hingga level Asia.

    "Kita turunkan tiga atlet yang paling dominan pada kejuaraan Open Triatlon di Banjarbaru kemarin," tambahnya.

    Pada ajang tersebut, para atlet harus menyelesaikan rantaian kompetisi yang terdiri dari renang sejauh 8 Km, bersepeda 40 Km dan lari berbasis catatan waktu. Atlet asal Paser berhasil mencatatkan waktu finis bervariasi, mulai dari 2 jam hingga 3 jam 23 menit.

    Pengalaman tampil di ajang internasional tersebut memberikan gambaran nyata mengenai peta persaingan yang akan dihadapi. FTI Paser mencatat bahwa peluang terbesar untuk menyumbang medali emas Porprov berada di nomor pertandingan putri.

    FTI Paser sangat berharap Dispora Paser dapat segera merealisasikan pengadaan sepeda tersebut dalam waktu dekat. Kejelasan fasilitas ini dinilai sangat mendesak demi menjaga gengsi serta nama baik Kabupaten Paser yang bertindak sebagai tuan rumah Porprov Kaltim.

    (Sf/Lo)