Olahraga

    Jelang Hadapi Persijap Jepara, Borneo FC Fokus Pulihkan Fisik

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    12 September 2026 pukul 14:59 WITA

    Pemain Borneo FC menjalani sesi latihan di Jepara sebagai persiapan menghadapi laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027. (Dok : Borneo Fc)

    Samarinda– Borneo FC Samarinda memanfaatkan masa persiapan untuk memulihkan kondisi pemain sekaligus mengevaluasi kesalahan pada pertandingan sebelumnya sebelum menghadapi Persijap Jepara. 

    Perjalanan panjang dari Samarinda ke Jepara menjadi perhatian tim, dengan pelatih Mauro Jerónimo menekankan pentingnya memastikan pemain berada dalam kondisi segar saat pertandingan berlangsung, terlebih laga bakal dimainkan di hadapan stadion yang diprediksi penuh suporter tuan rumah.

    Mauro mengatakan persiapan tim diawali dengan pemulihan kondisi setelah pertandingan sebelumnya.

    Setelah itu, tim membangun persiapan secara bertahap sepanjang pekan agar seluruh pemain siap menghadapi laga.

    “Persiapan kami seperti biasa, pertama kami mencoba memulihkan kondisi dari pertandingan sebelumnya. Kemudian membangun persiapan sepanjang pekan agar kami tiba dalam kondisi siap untuk pertandingan ini, dengan mengetahui bahwa kami melakukan perjalanan jauh dari Samarinda sampai ke sini,” ujar Mauro, Jumat (11/9/2026).

    Menurutnya, pemulihan menjadi bagian penting karena Borneo FC harus menghadapi perjalanan panjang sebelum pertandingan. 

    Karena itu, fokus utama tim saat ini memastikan pemain mendapatkan waktu pemulihan yang cukup sehingga bisa tampil dalam kondisi bugar.

    “Kini fokus kami adalah memulihkan pemain dengan baik sehingga mereka bisa segar untuk pertandingan Sabtu,” ungkapnya.

    Sementara itu, pemain Borneo FC Iago Mendonça menyebut persiapan tim berjalan baik. Evaluasi terhadap laga sebelumnya dilakukan untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan permainan menghadapi Persijap.

    “Persiapannya bagus. Kami mengerjakan apa yang memang harus kami kerjakan. Kami melihat kesalahan yang kami lakukan pada pertandingan pertama agar bisa memperbaikinya sekarang. Kami siap dan percaya diri menghadapi pertandingan berikutnya,” kata Iago.

    Menghadapi Persijap, Iago tidak menilai ada satu pemain tertentu yang harus mendapat pengawalan khusus. Menurutnya, kekuatan Persijap terletak pada permainan kolektif sehingga seluruh pemain tuan rumah harus diwaspadai.

    “Menurut saya, kami harus berhati-hati terhadap semua pemain. Kami tahu mereka memiliki tim yang bagus dan kolektif yang baik. Jadi kami harus berhati-hati terhadap seluruh tim mereka,” jelasnya.

    Iago mengatakan antisipasi terhadap permainan kolektif Persijap sudah menjadi bagian dari persiapan Borneo FC sepanjang pekan. Hal itu dilakukan agar tidak ada pemain Persijap yang diberi ruang untuk menjadi pembeda dalam pertandingan.

    “Sepanjang pekan kami mempersiapkan hal itu, memberikan perhatian khusus kepada seluruh tim agar tidak ada satu pun dari mereka yang bisa membuat perbedaan,” lanjut Iago.

    Borneo FC juga bakal menghadapi atmosfer berbeda karena Persijap memainkan laga kandang di hadapan suporter sendiri. 

    Mauro menilai stadion yang penuh bukan hanya menjadi keuntungan bagi tuan rumah, tetapi juga dapat menjadi sumber motivasi bagi kedua tim.

    Menurut Mauro, bermain di stadion yang penuh merupakan bagian menarik dari sepak bola profesional. 

    Dukungan suporter tuan rumah memang memberikan sedikit keuntungan bagi Persijap, tetapi Borneo FC diminta tidak larut dalam tekanan atmosfer pertandingan.

    “Kami harus fokus pada apa yang harus kami lakukan di lapangan. Kami juga harus menggunakan atmosfer yang akan berlawanan dengan kami sebagai faktor motivasi tambahan sehingga kami bisa terus maju dan mencoba memenangkan pertandingan,” tegas Mauro.

    Mauro juga menilai Borneo FC memiliki tantangan lain karena tidak menjalani official training atau latihan sehari sebelum pertandingan di stadion tempat laga berlangsung.

    Meski latihan di venue pertandingan dinilai akan memberikan keuntungan bagi tim untuk mengenali kondisi lapangan, Mauro menegaskan absennya kesempatan tersebut bukan alasan bagi Borneo FC untuk tampil tidak maksimal.

    “Selalu akan menguntungkan jika kami bisa melakukan latihan sehari sebelum pertandingan di stadion. Tetapi jika tidak memungkinkan, kami harus beradaptasi. Itulah sepak bola. Kami harus beradaptasi dengan keadaan dan tidak mencari alasan karena tidak bisa berlatih di stadion,” kata Mauro.

    Hal senada disampaikan Iago. Ia mengakui latihan di stadion sehari sebelum pertandingan penting untuk membantu pemain mengenali karakter lapangan. 

    Namun, Borneo FC tetap harus mengandalkan persiapan selama sepekan dan kemampuan membaca permainan.

    Iago menyebut pemain harus mampu melakukan penyesuaian sejak awal pertandingan, termasuk membaca kondisi rumput, pantulan hingga laju bola.

    “Kami harus memiliki pengetahuan dan membaca permainan agar bisa beradaptasi secepat mungkin. Dalam lima menit pertama kami harus melihat bagaimana kondisi lapangan, rumput dan pantulan bola, lalu beradaptasi secepat mungkin,” tuturnya.

    Di sisi kebugaran, Mauro menegaskan kondisi pemain lokal maupun asing masih dalam proses perkembangan. Kompetisi yang baru memasuki awal musim membuat belum ada pemain yang mencapai kondisi terbaiknya.

    Menurutnya, perkembangan pemain tidak bisa hanya dinilai dari satu atau dua pertandingan. Seluruh pemain membutuhkan proses untuk mencapai performa puncak seiring berjalannya kompetisi.

    “Ini masih awal musim. Tidak ada yang berada pada kekuatan maksimal. Tim akan berkembang dari pertandingan ke pertandingan. 

    Pemain asing dan lokal semuanya masih berkembang dan menjadi lebih baik dari pekan ke pekan,” pungkas Mauro.

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    Jelang Hadapi Persijap Jepara, Borneo FC Fokus Pulihkan Fisik

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    12 September 2026 pukul 14:59 WITA

    Pemain Borneo FC menjalani sesi latihan di Jepara sebagai persiapan menghadapi laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027. (Dok : Borneo Fc)

    Samarinda– Borneo FC Samarinda memanfaatkan masa persiapan untuk memulihkan kondisi pemain sekaligus mengevaluasi kesalahan pada pertandingan sebelumnya sebelum menghadapi Persijap Jepara. 

    Perjalanan panjang dari Samarinda ke Jepara menjadi perhatian tim, dengan pelatih Mauro Jerónimo menekankan pentingnya memastikan pemain berada dalam kondisi segar saat pertandingan berlangsung, terlebih laga bakal dimainkan di hadapan stadion yang diprediksi penuh suporter tuan rumah.

    Mauro mengatakan persiapan tim diawali dengan pemulihan kondisi setelah pertandingan sebelumnya.

    Setelah itu, tim membangun persiapan secara bertahap sepanjang pekan agar seluruh pemain siap menghadapi laga.

    “Persiapan kami seperti biasa, pertama kami mencoba memulihkan kondisi dari pertandingan sebelumnya. Kemudian membangun persiapan sepanjang pekan agar kami tiba dalam kondisi siap untuk pertandingan ini, dengan mengetahui bahwa kami melakukan perjalanan jauh dari Samarinda sampai ke sini,” ujar Mauro, Jumat (11/9/2026).

    Menurutnya, pemulihan menjadi bagian penting karena Borneo FC harus menghadapi perjalanan panjang sebelum pertandingan. 

    Karena itu, fokus utama tim saat ini memastikan pemain mendapatkan waktu pemulihan yang cukup sehingga bisa tampil dalam kondisi bugar.

    “Kini fokus kami adalah memulihkan pemain dengan baik sehingga mereka bisa segar untuk pertandingan Sabtu,” ungkapnya.

    Sementara itu, pemain Borneo FC Iago Mendonça menyebut persiapan tim berjalan baik. Evaluasi terhadap laga sebelumnya dilakukan untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan permainan menghadapi Persijap.

    “Persiapannya bagus. Kami mengerjakan apa yang memang harus kami kerjakan. Kami melihat kesalahan yang kami lakukan pada pertandingan pertama agar bisa memperbaikinya sekarang. Kami siap dan percaya diri menghadapi pertandingan berikutnya,” kata Iago.

    Menghadapi Persijap, Iago tidak menilai ada satu pemain tertentu yang harus mendapat pengawalan khusus. Menurutnya, kekuatan Persijap terletak pada permainan kolektif sehingga seluruh pemain tuan rumah harus diwaspadai.

    “Menurut saya, kami harus berhati-hati terhadap semua pemain. Kami tahu mereka memiliki tim yang bagus dan kolektif yang baik. Jadi kami harus berhati-hati terhadap seluruh tim mereka,” jelasnya.

    Iago mengatakan antisipasi terhadap permainan kolektif Persijap sudah menjadi bagian dari persiapan Borneo FC sepanjang pekan. Hal itu dilakukan agar tidak ada pemain Persijap yang diberi ruang untuk menjadi pembeda dalam pertandingan.

    “Sepanjang pekan kami mempersiapkan hal itu, memberikan perhatian khusus kepada seluruh tim agar tidak ada satu pun dari mereka yang bisa membuat perbedaan,” lanjut Iago.

    Borneo FC juga bakal menghadapi atmosfer berbeda karena Persijap memainkan laga kandang di hadapan suporter sendiri. 

    Mauro menilai stadion yang penuh bukan hanya menjadi keuntungan bagi tuan rumah, tetapi juga dapat menjadi sumber motivasi bagi kedua tim.

    Menurut Mauro, bermain di stadion yang penuh merupakan bagian menarik dari sepak bola profesional. 

    Dukungan suporter tuan rumah memang memberikan sedikit keuntungan bagi Persijap, tetapi Borneo FC diminta tidak larut dalam tekanan atmosfer pertandingan.

    “Kami harus fokus pada apa yang harus kami lakukan di lapangan. Kami juga harus menggunakan atmosfer yang akan berlawanan dengan kami sebagai faktor motivasi tambahan sehingga kami bisa terus maju dan mencoba memenangkan pertandingan,” tegas Mauro.

    Mauro juga menilai Borneo FC memiliki tantangan lain karena tidak menjalani official training atau latihan sehari sebelum pertandingan di stadion tempat laga berlangsung.

    Meski latihan di venue pertandingan dinilai akan memberikan keuntungan bagi tim untuk mengenali kondisi lapangan, Mauro menegaskan absennya kesempatan tersebut bukan alasan bagi Borneo FC untuk tampil tidak maksimal.

    “Selalu akan menguntungkan jika kami bisa melakukan latihan sehari sebelum pertandingan di stadion. Tetapi jika tidak memungkinkan, kami harus beradaptasi. Itulah sepak bola. Kami harus beradaptasi dengan keadaan dan tidak mencari alasan karena tidak bisa berlatih di stadion,” kata Mauro.

    Hal senada disampaikan Iago. Ia mengakui latihan di stadion sehari sebelum pertandingan penting untuk membantu pemain mengenali karakter lapangan. 

    Namun, Borneo FC tetap harus mengandalkan persiapan selama sepekan dan kemampuan membaca permainan.

    Iago menyebut pemain harus mampu melakukan penyesuaian sejak awal pertandingan, termasuk membaca kondisi rumput, pantulan hingga laju bola.

    “Kami harus memiliki pengetahuan dan membaca permainan agar bisa beradaptasi secepat mungkin. Dalam lima menit pertama kami harus melihat bagaimana kondisi lapangan, rumput dan pantulan bola, lalu beradaptasi secepat mungkin,” tuturnya.

    Di sisi kebugaran, Mauro menegaskan kondisi pemain lokal maupun asing masih dalam proses perkembangan. Kompetisi yang baru memasuki awal musim membuat belum ada pemain yang mencapai kondisi terbaiknya.

    Menurutnya, perkembangan pemain tidak bisa hanya dinilai dari satu atau dua pertandingan. Seluruh pemain membutuhkan proses untuk mencapai performa puncak seiring berjalannya kompetisi.

    “Ini masih awal musim. Tidak ada yang berada pada kekuatan maksimal. Tim akan berkembang dari pertandingan ke pertandingan. 

    Pemain asing dan lokal semuanya masih berkembang dan menjadi lebih baik dari pekan ke pekan,” pungkas Mauro.

    (Sf/Lo)