Olahraga

    Jawab Kritik Penurunan Performa Usai Tekuk PSM Makassar, Fabio Lefundes: Bensin kami belum habis!

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 14:05 WITA

    Pemain Borneo FC, Vinicius yang melakukan selebrasi selepas gol pertama bersama dengan Diego Michiels. (Foto: Borneo FC)

    Samarinda - Kemenangan dramatis Borneo FC Samarinda atas PSM Makassar dengan skor 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda, pada pekan ke-16 BRI Liga 1 2025/2026, menyisakan cerita panas di luar lapangan. 

    Bukan soal keributan antar-pemain, melainkan luapan emosi Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, di ruang konferensi pers.

    Pelatih asal Brasil tersebut menggunakan momen pasca-laga untuk melakukan serangan balik terhadap narasi negatif yang berkembang belakangan ini.

    Sebelumnya, performa Pesut Etam sempat disorot tajam setelah gagal meraih kemenangan dalam empat laga beruntun, memunculkan isu bahwa Mariano Peralta dkk. mulai kehilangan kepercayaan diri dan disebut kehabisan bensin.

    Dengan nada tegas, Fabio menolak anggapan bahwa mentalitas timnya sedang merosot. Kemenangan comeback atas PSM di mana Borneo tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan dijadikan bukti mentalitas bajanya.

    "Orang-orang bicara kami kehilangan kepercayaan diri. Dengar, tim yang tidak punya kepercayaan diri tidak akan bisa membalikkan keadaan (comeback) dari posisi tertinggal seperti yang kami lakukan hari ini," ujar Fabio Lefundes.

    Fabio menilai kritik yang beredar seringkali tidak berdasar dan hanya melihat hasil akhir tanpa melihat proses permainan.

    "Saya tidak pernah menerima komplain dari suporter saat bertemu di jalan. Tapi begitu media menulis narasi negatif, opini publik terbentuk. Kalian (media) yang memulai pertanyaan itu," tambahnya.

    Untuk membungkam kritik yang menyebut performa Borneo menurun dibanding musim lalu (saat mereka menjuarai Regular Series), Fabio menantang awak media untuk membedah statistik.

    Ia memaparkan fakta menarik, bahwa perolehan poin Borneo FC saat ini justru lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada musim lalu yang digadang-gadang sebagai musim terbaik mereka.

    "Saya punya tugas untuk kalian. Bandingkan statistik musim ini dengan musim lalu. Saat kami juara Regular Series (2023/2024), poin kami di putaran pertama hanya berkisar 30-an. Sekarang, kami sudah mengantongi 37 poin dengan satu laga tersisa," paparnya.

    "Banyak yang bilang di media sosial bensin kami sudah habis. Tidak, tangki bensin kami masih penuh. Kami siap melaju kencang," tegas eks pelatih Madura United tersebut.

    Di tengah ketegangan tersebut, terselip momen unik yang melibatkan pahlawan kemenangan Borneo FC, Joel Vinicius. 

    Striker yang mencetak brace (dua gol) ke gawang PSM itu mendapat pujian sekaligus ancaman serius dari sang pelatih.

    Fabio mengkritik keras aksi selebrasi Joel yang menggunakan topeng, yang berpotensi membuahkan kartu kuning konyol dan merugikan tim.

    "Saya bicara di depan kamera ini. Jika dia (Joel) memakai masker itu lagi, dia akan saya cadangkan. Biar dia belajar. Saya tidak mau pemain saya mendapat kartu kuning hanya karena masker sialan itu," ancam Fabio, meski sang pemain duduk tepat di sebelahnya.

    Joel sendiri menanggapi situasi tersebut dengan tenang. Ia lebih memilih merendah dan menyebut dua golnya adalah hasil kerja keras tim yang tak kenal lelah.

    "Saya senang bisa berkontribusi. Tapi seperti kata pelatih, tim ini tidak punya satu pahlawan. Kami bekerja kolektif," ujar Joel.

    Kemenangan ini menjadi modal vital bagi Borneo FC untuk tetap bersaing di jalur juara, menempel ketat para pesaing seperti Persija Jakarta dan Persebaya. 

    Fabio menegaskan bahwa format liga musim ini yang tanpa Championship Series menuntut konsistensi penuh di setiap pekan.

    "Musim ini berbeda, kita harus lari kencang dari awal sampai akhir. Tidak ada waktu untuk menyimpan tenaga. Berikutnya kami fokus ke Persita Tangerang," pungkasnya.

    Hasil ini memastikan Borneo FC tetap kokoh di papan atas klasemen sementara BRI Liga 1 2025/2026, sekaligus mengirim pesan kuat kepada para rival bahwa Pesut Etam belum habis.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Jawab Kritik Penurunan Performa Usai Tekuk PSM Makassar, Fabio Lefundes: Bensin kami belum habis!

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 14:05 WITA

    Pemain Borneo FC, Vinicius yang melakukan selebrasi selepas gol pertama bersama dengan Diego Michiels. (Foto: Borneo FC)

    Samarinda - Kemenangan dramatis Borneo FC Samarinda atas PSM Makassar dengan skor 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda, pada pekan ke-16 BRI Liga 1 2025/2026, menyisakan cerita panas di luar lapangan. 

    Bukan soal keributan antar-pemain, melainkan luapan emosi Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, di ruang konferensi pers.

    Pelatih asal Brasil tersebut menggunakan momen pasca-laga untuk melakukan serangan balik terhadap narasi negatif yang berkembang belakangan ini.

    Sebelumnya, performa Pesut Etam sempat disorot tajam setelah gagal meraih kemenangan dalam empat laga beruntun, memunculkan isu bahwa Mariano Peralta dkk. mulai kehilangan kepercayaan diri dan disebut kehabisan bensin.

    Dengan nada tegas, Fabio menolak anggapan bahwa mentalitas timnya sedang merosot. Kemenangan comeback atas PSM di mana Borneo tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan dijadikan bukti mentalitas bajanya.

    "Orang-orang bicara kami kehilangan kepercayaan diri. Dengar, tim yang tidak punya kepercayaan diri tidak akan bisa membalikkan keadaan (comeback) dari posisi tertinggal seperti yang kami lakukan hari ini," ujar Fabio Lefundes.

    Fabio menilai kritik yang beredar seringkali tidak berdasar dan hanya melihat hasil akhir tanpa melihat proses permainan.

    "Saya tidak pernah menerima komplain dari suporter saat bertemu di jalan. Tapi begitu media menulis narasi negatif, opini publik terbentuk. Kalian (media) yang memulai pertanyaan itu," tambahnya.

    Untuk membungkam kritik yang menyebut performa Borneo menurun dibanding musim lalu (saat mereka menjuarai Regular Series), Fabio menantang awak media untuk membedah statistik.

    Ia memaparkan fakta menarik, bahwa perolehan poin Borneo FC saat ini justru lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada musim lalu yang digadang-gadang sebagai musim terbaik mereka.

    "Saya punya tugas untuk kalian. Bandingkan statistik musim ini dengan musim lalu. Saat kami juara Regular Series (2023/2024), poin kami di putaran pertama hanya berkisar 30-an. Sekarang, kami sudah mengantongi 37 poin dengan satu laga tersisa," paparnya.

    "Banyak yang bilang di media sosial bensin kami sudah habis. Tidak, tangki bensin kami masih penuh. Kami siap melaju kencang," tegas eks pelatih Madura United tersebut.

    Di tengah ketegangan tersebut, terselip momen unik yang melibatkan pahlawan kemenangan Borneo FC, Joel Vinicius. 

    Striker yang mencetak brace (dua gol) ke gawang PSM itu mendapat pujian sekaligus ancaman serius dari sang pelatih.

    Fabio mengkritik keras aksi selebrasi Joel yang menggunakan topeng, yang berpotensi membuahkan kartu kuning konyol dan merugikan tim.

    "Saya bicara di depan kamera ini. Jika dia (Joel) memakai masker itu lagi, dia akan saya cadangkan. Biar dia belajar. Saya tidak mau pemain saya mendapat kartu kuning hanya karena masker sialan itu," ancam Fabio, meski sang pemain duduk tepat di sebelahnya.

    Joel sendiri menanggapi situasi tersebut dengan tenang. Ia lebih memilih merendah dan menyebut dua golnya adalah hasil kerja keras tim yang tak kenal lelah.

    "Saya senang bisa berkontribusi. Tapi seperti kata pelatih, tim ini tidak punya satu pahlawan. Kami bekerja kolektif," ujar Joel.

    Kemenangan ini menjadi modal vital bagi Borneo FC untuk tetap bersaing di jalur juara, menempel ketat para pesaing seperti Persija Jakarta dan Persebaya. 

    Fabio menegaskan bahwa format liga musim ini yang tanpa Championship Series menuntut konsistensi penuh di setiap pekan.

    "Musim ini berbeda, kita harus lari kencang dari awal sampai akhir. Tidak ada waktu untuk menyimpan tenaga. Berikutnya kami fokus ke Persita Tangerang," pungkasnya.

    Hasil ini memastikan Borneo FC tetap kokoh di papan atas klasemen sementara BRI Liga 1 2025/2026, sekaligus mengirim pesan kuat kepada para rival bahwa Pesut Etam belum habis.

    (Sf/Rs)