Cari disini...
Olahraga
Pelatih Iwan Setiawan saat menjalani kiprahnya di dunia sepak bola Indonesia. Iwan Setiawan meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026). (Foto: Instagram @iwansetiawancoach)
Samarinda– Kabar duka datang dari dunia sepak bola Indonesia. Iwan Setiawan, pelatih yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Borneo FC, meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026).
Kepergian pelatih kelahiran Medan tersebut meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, serta keluarga besar Pesut Etam. Iwan tidak hanya dikenang sebagai seorang pelatih, tetapi juga sebagai sosok kakak, mentor dan teladan bagi orang-orang yang pernah bekerja bersamanya.
Iwan Setiawan dikenal memiliki perjalanan panjang di dunia sepak bola Indonesia. Sebelum menekuni dunia kepelatihan, ia lebih dulu menjalani karier sebagai pemain. Setelah itu, kiprahnya berlanjut sebagai pelatih dengan menangani sejumlah klub hingga tim nasional kelompok umur.
Namanya juga memiliki kaitan erat dengan perjalanan awal Borneo FC. Pada 2014, Iwan menjadi bagian dari perjuangan Pusamania Borneo FC hingga berhasil menjuarai Divisi Utama dan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Perjalanan tersebut membuat Iwan meninggalkan kenangan tersendiri bagi keluarga besar Borneo FC. Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengenang almarhum bukan sekadar sebagai mantan pelatih, melainkan bagian dari keluarga yang telah bersama-sama membangun klub sejak awal.
“Almarhum Bang Iwan juga bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga sudah menjadi bagian keluarga besar. Dari Borneo lahir sampai dengan hari ini juga masih menjadi bagian dari kita,” ujar Dandri, Kamis (3/9/2026).
Dandri menyebut Iwan sebagai sosok kakak bagi orang-orang yang berada di lingkungan Borneo FC. Ia mengaku sangat kehilangan setelah mendengar kabar kepergian almarhum.
“Beliau itu kakak bagi kami semua yang ada di Borneo dari 2014. Beliau waktu itu bersama kami sama-sama berjuang untuk Borneo FC. Jujur kami sangat kehilangan beliau,” katanya.
Menurut Dandri, banyak kenangan yang melekat selama mengenal Iwan. Salah satunya cara almarhum memberikan masukan dengan lembut, termasuk ketika terjadi perbedaan pendapat.
“Jadi kalau beliau itu kadang menyampaikan sesuatu itu dengan cara yang lembut. Sesuatu yang juga sifatnya masukan, atau saya mungkin salah pendapat, tapi beliau memberi masukannya bukan suara kayak kakak sama adik,” tuturnya.
Di lapangan, Iwan juga dikenal memiliki karakter kuat untuk meraih kemenangan sekaligus menjunjung sportivitas. Bagi Dandri, prinsip tersebut menjadi salah satu hal yang melekat dari sosok almarhum.
“Wajib menang itu jadi karakter. Dan beliau respect-nya juga bagus, kepada lawan, kepada sesama. Kalau pertandingan sudah selesai, ya kembali berteman dengan pemain lawan,” jelasnya.
Di luar sepak bola, Iwan turut dikenang sebagai sosok yang religius dan senang memberikan nasihat kepada orang-orang di sekitarnya.
“Beliau orang baik, rajin salat berjamaah, rajin ke masjid, rajin sholawat. Saya sering kali diajak beliau sholawat, sering dikasih nasihat sama beliau. Banyak hal dari almarhum sama kita,” ungkap Dandri.
Borneo FC juga berencana memberikan penghormatan bagi sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan klub tersebut. Namun, bentuk penghormatan itu masih akan dibicarakan lebih lanjut oleh manajemen.
“Kalau kita pasti ada, cuma nanti sudah disiapkan dulu. Nanti pihak-pihak manajemen mungkin yang menghubungi. Tapi nanti kita lihat,” ucapnya.
Mewakili manajemen dan keluarga besar Borneo FC, Dandri menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami juga merasakan hal yang sama, duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum ditempatkan di sisi-Nya. Beliau juga orang luar biasa, dedikasi kepada semua orang. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Pelatih Iwan Setiawan saat menjalani kiprahnya di dunia sepak bola Indonesia. Iwan Setiawan meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026). (Foto: Instagram @iwansetiawancoach)
Samarinda– Kabar duka datang dari dunia sepak bola Indonesia. Iwan Setiawan, pelatih yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Borneo FC, meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026).
Kepergian pelatih kelahiran Medan tersebut meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, serta keluarga besar Pesut Etam. Iwan tidak hanya dikenang sebagai seorang pelatih, tetapi juga sebagai sosok kakak, mentor dan teladan bagi orang-orang yang pernah bekerja bersamanya.
Iwan Setiawan dikenal memiliki perjalanan panjang di dunia sepak bola Indonesia. Sebelum menekuni dunia kepelatihan, ia lebih dulu menjalani karier sebagai pemain. Setelah itu, kiprahnya berlanjut sebagai pelatih dengan menangani sejumlah klub hingga tim nasional kelompok umur.
Namanya juga memiliki kaitan erat dengan perjalanan awal Borneo FC. Pada 2014, Iwan menjadi bagian dari perjuangan Pusamania Borneo FC hingga berhasil menjuarai Divisi Utama dan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Perjalanan tersebut membuat Iwan meninggalkan kenangan tersendiri bagi keluarga besar Borneo FC. Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengenang almarhum bukan sekadar sebagai mantan pelatih, melainkan bagian dari keluarga yang telah bersama-sama membangun klub sejak awal.
“Almarhum Bang Iwan juga bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga sudah menjadi bagian keluarga besar. Dari Borneo lahir sampai dengan hari ini juga masih menjadi bagian dari kita,” ujar Dandri, Kamis (3/9/2026).
Dandri menyebut Iwan sebagai sosok kakak bagi orang-orang yang berada di lingkungan Borneo FC. Ia mengaku sangat kehilangan setelah mendengar kabar kepergian almarhum.
“Beliau itu kakak bagi kami semua yang ada di Borneo dari 2014. Beliau waktu itu bersama kami sama-sama berjuang untuk Borneo FC. Jujur kami sangat kehilangan beliau,” katanya.
Menurut Dandri, banyak kenangan yang melekat selama mengenal Iwan. Salah satunya cara almarhum memberikan masukan dengan lembut, termasuk ketika terjadi perbedaan pendapat.
“Jadi kalau beliau itu kadang menyampaikan sesuatu itu dengan cara yang lembut. Sesuatu yang juga sifatnya masukan, atau saya mungkin salah pendapat, tapi beliau memberi masukannya bukan suara kayak kakak sama adik,” tuturnya.
Di lapangan, Iwan juga dikenal memiliki karakter kuat untuk meraih kemenangan sekaligus menjunjung sportivitas. Bagi Dandri, prinsip tersebut menjadi salah satu hal yang melekat dari sosok almarhum.
“Wajib menang itu jadi karakter. Dan beliau respect-nya juga bagus, kepada lawan, kepada sesama. Kalau pertandingan sudah selesai, ya kembali berteman dengan pemain lawan,” jelasnya.
Di luar sepak bola, Iwan turut dikenang sebagai sosok yang religius dan senang memberikan nasihat kepada orang-orang di sekitarnya.
“Beliau orang baik, rajin salat berjamaah, rajin ke masjid, rajin sholawat. Saya sering kali diajak beliau sholawat, sering dikasih nasihat sama beliau. Banyak hal dari almarhum sama kita,” ungkap Dandri.
Borneo FC juga berencana memberikan penghormatan bagi sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan klub tersebut. Namun, bentuk penghormatan itu masih akan dibicarakan lebih lanjut oleh manajemen.
“Kalau kita pasti ada, cuma nanti sudah disiapkan dulu. Nanti pihak-pihak manajemen mungkin yang menghubungi. Tapi nanti kita lihat,” ucapnya.
Mewakili manajemen dan keluarga besar Borneo FC, Dandri menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami juga merasakan hal yang sama, duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum ditempatkan di sisi-Nya. Beliau juga orang luar biasa, dedikasi kepada semua orang. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)