Olahraga

    IPF Paser Gelar Coaching Clinic Pelatih Pickleball Pertama di Kaltim 

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    21 September 2026 pukul 20:23 WITA

    Latihan Cabor IPF Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pengurus Cabang Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kabupaten Paser bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Paser dijadwalkan menggelar Coaching Clinic Pelatih Pickleball pada 8–10 Oktober 2026 mendatang. 

    Agenda tersebut diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas serta kompetensi para pelatih pickleball di daerah.

    Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia olahraga regional karena tercatat sebagai pelatihan pelatih pickleball pertama yang dilaksanakan di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Olahraga pickleball sendiri memadukan unsur tenis, bulu tangkis dan tenis meja yang saat ini kian populer di Kabupaten Paser. Pembinaannya di Bumi Daya Taka kini mulai diarahkan secara lebih serius dan proofeasional, bukan lagi sekadar pengisi waktu luang.

    Ketua IPF Paser, Muhammad Taufik menjelaskan pelatihan kini dirancang untuk memberikan pemahaman teknis dan taktik yang mendalam bagi para peserta.

    "Saat ini pelatih lebih diarahkan untuk memberikan pemahaman teknis dan taktik," kata Muhammad Taufik, Senin (21/9/2026).

    Untuk mendukung kelancaran materi, pihak panitia menghadirkan dua instruktur berpengalaman, yaitu Arsyad Mansyur yang akrab disapa Pa Bram serta Andi Indrawijaya Aris.

    Taufik menegaskan, kuota kepesartean akan dibatasi dan diprioritaskan bagi pelatih lokal asal Paser agar dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat daerah terlebih dahulu.

    Meskipun demikian, agenda tersebut tetap menyedot perhatian dari beberapa federasi dari daerah lain salah satunya dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Taufik menilai, hal tersebut berpotensi membuka ruang bagi daerah untuk berkolaborasi dan bertukar ilmu dengan daerah lain.

    Tingginya minat peserta disebabkan oleh masih minimnya pelatihan khusus pelatih pickleball, mengingat agenda olahraga serupa selama ini lebih sering berfokus pada pelatihan perwasitan.

    "Biasanya agenda pelatihan khusus wasit. Makanya saat ini pelatih masih minim," tambahnya.

    Selama tiga hari pelatihan, para peserta akan mendapatkan pembekalan teori dan praktik lapangan secara langsung guna menyusun program latihan yang efektif serta membangun ekosistem atlet Paser yang mampu bersaing.

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    IPF Paser Gelar Coaching Clinic Pelatih Pickleball Pertama di Kaltim 

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    21 September 2026 pukul 20:23 WITA

    Latihan Cabor IPF Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pengurus Cabang Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kabupaten Paser bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Paser dijadwalkan menggelar Coaching Clinic Pelatih Pickleball pada 8–10 Oktober 2026 mendatang. 

    Agenda tersebut diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas serta kompetensi para pelatih pickleball di daerah.

    Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia olahraga regional karena tercatat sebagai pelatihan pelatih pickleball pertama yang dilaksanakan di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Olahraga pickleball sendiri memadukan unsur tenis, bulu tangkis dan tenis meja yang saat ini kian populer di Kabupaten Paser. Pembinaannya di Bumi Daya Taka kini mulai diarahkan secara lebih serius dan proofeasional, bukan lagi sekadar pengisi waktu luang.

    Ketua IPF Paser, Muhammad Taufik menjelaskan pelatihan kini dirancang untuk memberikan pemahaman teknis dan taktik yang mendalam bagi para peserta.

    "Saat ini pelatih lebih diarahkan untuk memberikan pemahaman teknis dan taktik," kata Muhammad Taufik, Senin (21/9/2026).

    Untuk mendukung kelancaran materi, pihak panitia menghadirkan dua instruktur berpengalaman, yaitu Arsyad Mansyur yang akrab disapa Pa Bram serta Andi Indrawijaya Aris.

    Taufik menegaskan, kuota kepesartean akan dibatasi dan diprioritaskan bagi pelatih lokal asal Paser agar dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat daerah terlebih dahulu.

    Meskipun demikian, agenda tersebut tetap menyedot perhatian dari beberapa federasi dari daerah lain salah satunya dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Taufik menilai, hal tersebut berpotensi membuka ruang bagi daerah untuk berkolaborasi dan bertukar ilmu dengan daerah lain.

    Tingginya minat peserta disebabkan oleh masih minimnya pelatihan khusus pelatih pickleball, mengingat agenda olahraga serupa selama ini lebih sering berfokus pada pelatihan perwasitan.

    "Biasanya agenda pelatihan khusus wasit. Makanya saat ini pelatih masih minim," tambahnya.

    Selama tiga hari pelatihan, para peserta akan mendapatkan pembekalan teori dan praktik lapangan secara langsung guna menyusun program latihan yang efektif serta membangun ekosistem atlet Paser yang mampu bersaing.

    (Sf/Lo)