Cari disini...
Olahraga
Pemain Borneo FC Samarinda berduel dengan pemain Persija Jakarta dalam laga pekan pertama BRI Super League 2026/2027. (Dok : Borneo Fc)
Samarinda – Borneo FC Samarinda mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan kekalahan di kandang setelah takluk 0-1 dari Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/26) malam.
Pesut Etam sebenarnya tampil lebih dominan dengan menciptakan lebih banyak tembakan dan peluang, namun buruknya efektivitas di depan gawang membuat seluruh peluang tersebut gagal berbuah gol.
Gol tunggal Persija dicetak Alexander Thomas Jeremejeff pada menit 45+1. Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat hingga pertandingan berakhir.
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo menilai kekalahan tersebut bukan karena timnya tampil buruk. Ia justru menyebut performa anak asuhnya sepanjang 90 menit lebih baik dibanding Persija. Persoalan utama, kata dia, terletak pada penyelesaian akhir.
“Secara keseluruhan jelas kami adalah tim yang lebih baik selama 90 menit. Kami punya lebih banyak tembakan dan peluang, namun kami tidak efisien. Persija hanya punya satu kesempatan di dalam kotak penalti dan mereka mencetak gol,” ujarnya dalam konferensi pers seusai pertandingan, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, Borneo FC memiliki sejumlah peluang emas, termasuk dua hingga tiga situasi satu lawan satu dengan penjaga gawang yang seharusnya dapat dikonversi menjadi gol.
“Efisiensi adalah tentang memanfaatkan peluang. Kami memiliki dua atau tiga situasi satu lawan satu dengan kiper yang seharusnya menjadi gol,” katanya.
Ia mengakui hasil akhir tetap menjadi evaluasi negatif bagi Borneo FC. Namun, pelatih meminta penilaian tidak hanya didasarkan pada skor akhir, mengingat Pesut Etam musim ini sedang membangun tim baru dengan lebih dari 23 pemain anyar.
“Kami adalah tim baru dengan lebih dari 23 pemain baru musim ini. Kami sedang membangun tim dan identitas baru, serta memiliki banyak pemain muda,” ucapnya.
Mauro percaya kekalahan tersebut tidak perlu membuat tim kehilangan kepercayaan diri. Selama mampu mempertahankan permainan dan terus menciptakan peluang, ia yakin kemenangan akan datang pada pertandingan berikutnya.
“Masalah sebenarnya adalah jika kami tidak menciptakan apa-apa. Jadi selama kami bisa menciptakannya, ini hanya masalah waktu,” ungkapnya.
Sementara itu, Persija Jakarta mengakui kemenangan atas Borneo FC diraih melalui pertandingan yang sulit. Pelatih Persija Shin Tae-yong menilai kedua tim tampil baik dan bekerja keras hingga menit akhir.
Shin menyebut kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi Persija karena timnya sudah sekitar delapan tahun tidak meraih kemenangan di kandang Borneo FC.
“Walau pertandingan pertama cukup berat, pemain bisa fokus sampai akhir pertandingan dan berhasil menang. Saya sangat mengapresiasi dan memuji para pemain,” kata Shin.
Namun, Shin juga mengakui permainan Persija belum maksimal. Menurutnya, performa timnya bahkan belum mencapai 50 persen dari kemampuan yang diharapkan.
Ia menyebut satu momen pada penghujung babak pertama menjadi penentu kemenangan Persija. Alexander mampu memanfaatkan umpan silang dan mengubahnya menjadi gol. “Fokus dan efisiensi itu yang jadi kuncinya,” ujarnya.
Penjaga gawang Persija, Nadeo Argawinata, juga mengakui Borneo FC memberikan perlawanan kuat sepanjang pertandingan. Meski demikian, Persija mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dan membawa pulang tiga poin ke Jakarta.
“Borneo bermain sangat spartan juga seperti biasanya. Persija tetap fokus sampai akhir dan bisa mempertahankan keunggulan, akhirnya kita bisa membawa tiga poin pulang ke Jakarta,” kata Nadeo.
Di kubu Borneo FC, Dandy Wiki Hardiansyah memastikan tim akan melakukan evaluasi setelah kekalahan tersebut. Ia menyebut Pesut Etam sebenarnya memiliki sejumlah peluang dalam pertandingan.
“Ini baru awal kompetisi dan kita beberapa kali mendapatkan peluang. Insya Allah di pertandingan selanjutnya kita akan evaluasi dan insya Allah mendapat tiga poin,” ujarnya.
Pada babak kedua, Borneo FC juga melakukan perubahan strategi dengan menarik keluar penjaga gawang Cadu untuk memasukkan pemain asing tambahan di lini depan. Pelatih memastikan pergantian tersebut bukan karena cedera.
“Kami mengganti penjaga gawang karena kami ingin memasukkan satu pemain asing tambahan di lini depan,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan terbatasnya opsi striker pada pertandingan tersebut. Striker asing Borneo FC yang tersedia belum berada dalam kondisi fit sehingga tidak masuk dalam daftar pemain yang siap diturunkan.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan awal Borneo FC dalam membenahi efektivitas serangan. Pesut Etam selanjutnya dituntut memperbaiki penyelesaian akhir agar dominasi permainan dan banyaknya peluang yang diciptakan tidak kembali berakhir tanpa gol.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Olahraga

Pemain Borneo FC Samarinda berduel dengan pemain Persija Jakarta dalam laga pekan pertama BRI Super League 2026/2027. (Dok : Borneo Fc)
Samarinda – Borneo FC Samarinda mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan kekalahan di kandang setelah takluk 0-1 dari Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/26) malam.
Pesut Etam sebenarnya tampil lebih dominan dengan menciptakan lebih banyak tembakan dan peluang, namun buruknya efektivitas di depan gawang membuat seluruh peluang tersebut gagal berbuah gol.
Gol tunggal Persija dicetak Alexander Thomas Jeremejeff pada menit 45+1. Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat hingga pertandingan berakhir.
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo menilai kekalahan tersebut bukan karena timnya tampil buruk. Ia justru menyebut performa anak asuhnya sepanjang 90 menit lebih baik dibanding Persija. Persoalan utama, kata dia, terletak pada penyelesaian akhir.
“Secara keseluruhan jelas kami adalah tim yang lebih baik selama 90 menit. Kami punya lebih banyak tembakan dan peluang, namun kami tidak efisien. Persija hanya punya satu kesempatan di dalam kotak penalti dan mereka mencetak gol,” ujarnya dalam konferensi pers seusai pertandingan, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, Borneo FC memiliki sejumlah peluang emas, termasuk dua hingga tiga situasi satu lawan satu dengan penjaga gawang yang seharusnya dapat dikonversi menjadi gol.
“Efisiensi adalah tentang memanfaatkan peluang. Kami memiliki dua atau tiga situasi satu lawan satu dengan kiper yang seharusnya menjadi gol,” katanya.
Ia mengakui hasil akhir tetap menjadi evaluasi negatif bagi Borneo FC. Namun, pelatih meminta penilaian tidak hanya didasarkan pada skor akhir, mengingat Pesut Etam musim ini sedang membangun tim baru dengan lebih dari 23 pemain anyar.
“Kami adalah tim baru dengan lebih dari 23 pemain baru musim ini. Kami sedang membangun tim dan identitas baru, serta memiliki banyak pemain muda,” ucapnya.
Mauro percaya kekalahan tersebut tidak perlu membuat tim kehilangan kepercayaan diri. Selama mampu mempertahankan permainan dan terus menciptakan peluang, ia yakin kemenangan akan datang pada pertandingan berikutnya.
“Masalah sebenarnya adalah jika kami tidak menciptakan apa-apa. Jadi selama kami bisa menciptakannya, ini hanya masalah waktu,” ungkapnya.
Sementara itu, Persija Jakarta mengakui kemenangan atas Borneo FC diraih melalui pertandingan yang sulit. Pelatih Persija Shin Tae-yong menilai kedua tim tampil baik dan bekerja keras hingga menit akhir.
Shin menyebut kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi Persija karena timnya sudah sekitar delapan tahun tidak meraih kemenangan di kandang Borneo FC.
“Walau pertandingan pertama cukup berat, pemain bisa fokus sampai akhir pertandingan dan berhasil menang. Saya sangat mengapresiasi dan memuji para pemain,” kata Shin.
Namun, Shin juga mengakui permainan Persija belum maksimal. Menurutnya, performa timnya bahkan belum mencapai 50 persen dari kemampuan yang diharapkan.
Ia menyebut satu momen pada penghujung babak pertama menjadi penentu kemenangan Persija. Alexander mampu memanfaatkan umpan silang dan mengubahnya menjadi gol. “Fokus dan efisiensi itu yang jadi kuncinya,” ujarnya.
Penjaga gawang Persija, Nadeo Argawinata, juga mengakui Borneo FC memberikan perlawanan kuat sepanjang pertandingan. Meski demikian, Persija mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dan membawa pulang tiga poin ke Jakarta.
“Borneo bermain sangat spartan juga seperti biasanya. Persija tetap fokus sampai akhir dan bisa mempertahankan keunggulan, akhirnya kita bisa membawa tiga poin pulang ke Jakarta,” kata Nadeo.
Di kubu Borneo FC, Dandy Wiki Hardiansyah memastikan tim akan melakukan evaluasi setelah kekalahan tersebut. Ia menyebut Pesut Etam sebenarnya memiliki sejumlah peluang dalam pertandingan.
“Ini baru awal kompetisi dan kita beberapa kali mendapatkan peluang. Insya Allah di pertandingan selanjutnya kita akan evaluasi dan insya Allah mendapat tiga poin,” ujarnya.
Pada babak kedua, Borneo FC juga melakukan perubahan strategi dengan menarik keluar penjaga gawang Cadu untuk memasukkan pemain asing tambahan di lini depan. Pelatih memastikan pergantian tersebut bukan karena cedera.
“Kami mengganti penjaga gawang karena kami ingin memasukkan satu pemain asing tambahan di lini depan,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan terbatasnya opsi striker pada pertandingan tersebut. Striker asing Borneo FC yang tersedia belum berada dalam kondisi fit sehingga tidak masuk dalam daftar pemain yang siap diturunkan.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan awal Borneo FC dalam membenahi efektivitas serangan. Pesut Etam selanjutnya dituntut memperbaiki penyelesaian akhir agar dominasi permainan dan banyaknya peluang yang diciptakan tidak kembali berakhir tanpa gol.
(Sf/Lo)