Olahraga

    Gagal Curi Poin di Tangerang, Fabio Lefundes Akui Puncak Borneo FC Rawan Dikudeta

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    10 Januari 2026 pukul 14:03 WITA

    Perjuangan pemain Borneo FC melawan Persita di Stadion Indomilk Arena pada lanjutan BRI Super League pekan ke-17. (Foto: Borneo FC)

    Samarinda - Misi Borneo FC untuk mengunci posisi puncak klasemen pada penutup putaran pertama BRI Super League (Liga 1) harus tertunda. 

    Skuad Pesut Etam dipaksa menyerah oleh tuan rumah Persita Tangerang dalam laga Pekan ke-17. Kekalahan ini membuat posisi Borneo FC di pucuk klasemen menjadi sangat rawan. 

    Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes menyadari sepenuhnya hasil minor ini membuka peluang besar bagi para rival di papan atas untuk menyalip posisi mereka pada akhir pekan ini.

    Dalam konferensi pers pasca laga, Fabio tidak menampik bahwa peta persaingan di empat besar akan berubah drastis usai kekalahan ini.

    "Mengenai klasemen, kami memainkan pertandingan pembuka di pekan ini. Jadi banyak hal yang masih akan terjadi," ujar Fabio Lefundes dalam post match press conference, Jumat (9/1/2026).

    Eks pelatih Madura United tersebut secara spesifik menyebut tiga tim pesaing yang berpotensi menggusur Borneo FC dari singgasana klasemen sementara, yakni Persib Bandung, Persija Jakarta dan Malut United.

    "Tentu saja Persib atau Persija bisa menyalip kami. Malut United juga bisa melampaui kami di klasemen," akunya.

    Fabio sebenarnya menargetkan timnya untuk menutup paruh musim sebagai pemuncak klasemen. Tapi performa tim yang dinilainya kurang maksimal termasuk kebobolan gol cepat di menit ketiga membuat target tersebut melayang.

    "Saya sebenarnya sangat ingin mengakhiri putaran pertama ini di posisi puncak. Tapi itu bukan hanya soal keinginan, melainkan bagaimana kami bermain untuk memantaskan diri mendapatkannya. Hari ini mungkin kami bahkan tidak pantas mendapatkannya," tegasnya.

    Kekalahan Borneo FC semakin terasa pahit karena gol lawan dicetak oleh Javlon Guseynov, mantan pemain andalan saat menukangi Persita. 

    Fabio menanggapi hal ini dengan bijak, menyebut siapa pun yang ingin menjadi juara harus bekerja lebih keras dan tidak bergantung pada keberuntungan.

    "Siapa pun yang ingin menjadi juara harus bekerja lebih keras dan membuktikan di lapangan bahwa mereka pantas. Juara tidak terjadi karena keberuntungan. Kita mungkin bisa beruntung satu atau dua kali, tapi tidak mungkin beruntung sampai 16 kali," tuturnya.

    Senada dengan sang pelatih, pemain Borneo FC, M Sihran mengajak rekan-rekannya untuk segera bangkit dan tidak larut dalam kekecewaan.

    "Masih ada 17 pertandingan di depan dan itu tidak akan mudah. Kami akan perbaiki kesalahan dan fokus lagi di pertandingan berikutnya," ujar Sihran.

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    Gagal Curi Poin di Tangerang, Fabio Lefundes Akui Puncak Borneo FC Rawan Dikudeta

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    10 Januari 2026 pukul 14:03 WITA

    Perjuangan pemain Borneo FC melawan Persita di Stadion Indomilk Arena pada lanjutan BRI Super League pekan ke-17. (Foto: Borneo FC)

    Samarinda - Misi Borneo FC untuk mengunci posisi puncak klasemen pada penutup putaran pertama BRI Super League (Liga 1) harus tertunda. 

    Skuad Pesut Etam dipaksa menyerah oleh tuan rumah Persita Tangerang dalam laga Pekan ke-17. Kekalahan ini membuat posisi Borneo FC di pucuk klasemen menjadi sangat rawan. 

    Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes menyadari sepenuhnya hasil minor ini membuka peluang besar bagi para rival di papan atas untuk menyalip posisi mereka pada akhir pekan ini.

    Dalam konferensi pers pasca laga, Fabio tidak menampik bahwa peta persaingan di empat besar akan berubah drastis usai kekalahan ini.

    "Mengenai klasemen, kami memainkan pertandingan pembuka di pekan ini. Jadi banyak hal yang masih akan terjadi," ujar Fabio Lefundes dalam post match press conference, Jumat (9/1/2026).

    Eks pelatih Madura United tersebut secara spesifik menyebut tiga tim pesaing yang berpotensi menggusur Borneo FC dari singgasana klasemen sementara, yakni Persib Bandung, Persija Jakarta dan Malut United.

    "Tentu saja Persib atau Persija bisa menyalip kami. Malut United juga bisa melampaui kami di klasemen," akunya.

    Fabio sebenarnya menargetkan timnya untuk menutup paruh musim sebagai pemuncak klasemen. Tapi performa tim yang dinilainya kurang maksimal termasuk kebobolan gol cepat di menit ketiga membuat target tersebut melayang.

    "Saya sebenarnya sangat ingin mengakhiri putaran pertama ini di posisi puncak. Tapi itu bukan hanya soal keinginan, melainkan bagaimana kami bermain untuk memantaskan diri mendapatkannya. Hari ini mungkin kami bahkan tidak pantas mendapatkannya," tegasnya.

    Kekalahan Borneo FC semakin terasa pahit karena gol lawan dicetak oleh Javlon Guseynov, mantan pemain andalan saat menukangi Persita. 

    Fabio menanggapi hal ini dengan bijak, menyebut siapa pun yang ingin menjadi juara harus bekerja lebih keras dan tidak bergantung pada keberuntungan.

    "Siapa pun yang ingin menjadi juara harus bekerja lebih keras dan membuktikan di lapangan bahwa mereka pantas. Juara tidak terjadi karena keberuntungan. Kita mungkin bisa beruntung satu atau dua kali, tapi tidak mungkin beruntung sampai 16 kali," tuturnya.

    Senada dengan sang pelatih, pemain Borneo FC, M Sihran mengajak rekan-rekannya untuk segera bangkit dan tidak larut dalam kekecewaan.

    "Masih ada 17 pertandingan di depan dan itu tidak akan mudah. Kami akan perbaiki kesalahan dan fokus lagi di pertandingan berikutnya," ujar Sihran.

    (Sf/Lo)