Cari disini...
Olahraga
Turnamen Mini Soccer Dandim Cup Paser 2026. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Sebanyak 38 tim dari kelompok umum dan pelajar bersaing menunjukkan kebolehan dalam ajang Turnamen Mini Soccer Dandim Cup 2026 di Lapangan Mini Soccer Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot. Kompetisi tersebut menjadi sarana penting pencarian bakat serta pembinaan potensi atlet sepak bola lokal di Kabupaten Paser.
Antusiasme peserta terlihat dari komposisi pendaftar yang mencakup 26 tim kategori umum dan 12 tim dari tingkat pelajar se-Kabupaten Paser. Banyaknya pendaftar dari kelompok pelajar menegaskan tingginya minat generasi muda daerah terhadap cabang olahraga sepak bola mini.
Ajang kompetisi iitu diproyeksikan tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan wadah pembentukan karakter serta pengalaman bertanding bagi para pemain muda. Atmosfer pertandingan formal yang kompetitif dinilai sangat dibutuhkan atlet lokal untuk mengasah mental bertanding di lapangan.
Dandim 0904/Paser Letkol Inf Edy Wahyu Satriyadi mendorong seluruh kontestan yang bertanding untuk menunjkan kemampuan terbaiknya secara maksimal. Para pemain diminta memngandalkan kekompakan tim, semangat pantang menyerah serta mentalitas bertanding yang sehat hingga peluit akhir dibunyikan.
"Sportivitas dalam pertandingan tetap harus menjadi hal yang dinomer satukan," tegas Letkol Inf Wahyu Sayriyadi, Selasa (29/9/2026).
Ia menegaskan bahwa kejujuran serta sikap saling menghormati antar pemain adalah nilai utama di atas kemenangan. Turnamen itu diharapkan menjadi panggung untuk mempererat tali persaudaraan antarpelajar dan warga, bukan tempat pemicu perselisihan.
Dukungan terhadap pembinaan talenta muda tersebut juga mengalir dari Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Pemkab menilai hadirnya ruang kompetisi secara rutin sangat efektif untuk mengarahkan energi pemuda pada kegiatan positif.
Kepala Disporapar Paser, Kurniawan mengapresiasi keberlanjutan kejuaraan olahraga yang difasilitasi di daerah. Menurutnya, kesinambungan kompetisi mulai dari ajang yang telah lewat, sepak bola mini saat ini hingga rencana kejuaraan bola voli mendatang sangat penting untuk menjaga pembinaan atlet lokal.
Wadah kompetisi yang teratur seperti ini diharapkan dapat membantu pencari bakat daerah dalam memantau potensi-potensi pemain berprospek cerah. Kehadiran tim-tim pelajar se-Kabupaten Paser membuka kesempatan munculnya nama-nama baru yang siap dibina ke jenjang kejuaraan yang lebih tinggi.
"Kegiatan seperti ini menjadi momentum bagi anak muda untuk mengeluarkan energi dan kemampuan mereka terhadap hal-hal yang positif," ucapnya.
Dukungan juga diharapkan datang dari para penonton dan pendukung yang hadir di Lapangan Desa Senaken. Masyarakat diminta menjadi suporter yang bijak dan dewasa demi terciptanya suasana pertandingan yang kondusif, aman serta menghibur.
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung hingga 10 Oktober 2026 itu diharapkan mampu menghasilkan juara baru yang berintegritas. Kompetisi tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Bumi Daya Taka terus bergerak maju melalui sinergi berbagai pihak.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Turnamen Mini Soccer Dandim Cup Paser 2026. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Sebanyak 38 tim dari kelompok umum dan pelajar bersaing menunjukkan kebolehan dalam ajang Turnamen Mini Soccer Dandim Cup 2026 di Lapangan Mini Soccer Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot. Kompetisi tersebut menjadi sarana penting pencarian bakat serta pembinaan potensi atlet sepak bola lokal di Kabupaten Paser.
Antusiasme peserta terlihat dari komposisi pendaftar yang mencakup 26 tim kategori umum dan 12 tim dari tingkat pelajar se-Kabupaten Paser. Banyaknya pendaftar dari kelompok pelajar menegaskan tingginya minat generasi muda daerah terhadap cabang olahraga sepak bola mini.
Ajang kompetisi iitu diproyeksikan tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan wadah pembentukan karakter serta pengalaman bertanding bagi para pemain muda. Atmosfer pertandingan formal yang kompetitif dinilai sangat dibutuhkan atlet lokal untuk mengasah mental bertanding di lapangan.
Dandim 0904/Paser Letkol Inf Edy Wahyu Satriyadi mendorong seluruh kontestan yang bertanding untuk menunjkan kemampuan terbaiknya secara maksimal. Para pemain diminta memngandalkan kekompakan tim, semangat pantang menyerah serta mentalitas bertanding yang sehat hingga peluit akhir dibunyikan.
"Sportivitas dalam pertandingan tetap harus menjadi hal yang dinomer satukan," tegas Letkol Inf Wahyu Sayriyadi, Selasa (29/9/2026).
Ia menegaskan bahwa kejujuran serta sikap saling menghormati antar pemain adalah nilai utama di atas kemenangan. Turnamen itu diharapkan menjadi panggung untuk mempererat tali persaudaraan antarpelajar dan warga, bukan tempat pemicu perselisihan.
Dukungan terhadap pembinaan talenta muda tersebut juga mengalir dari Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Pemkab menilai hadirnya ruang kompetisi secara rutin sangat efektif untuk mengarahkan energi pemuda pada kegiatan positif.
Kepala Disporapar Paser, Kurniawan mengapresiasi keberlanjutan kejuaraan olahraga yang difasilitasi di daerah. Menurutnya, kesinambungan kompetisi mulai dari ajang yang telah lewat, sepak bola mini saat ini hingga rencana kejuaraan bola voli mendatang sangat penting untuk menjaga pembinaan atlet lokal.
Wadah kompetisi yang teratur seperti ini diharapkan dapat membantu pencari bakat daerah dalam memantau potensi-potensi pemain berprospek cerah. Kehadiran tim-tim pelajar se-Kabupaten Paser membuka kesempatan munculnya nama-nama baru yang siap dibina ke jenjang kejuaraan yang lebih tinggi.
"Kegiatan seperti ini menjadi momentum bagi anak muda untuk mengeluarkan energi dan kemampuan mereka terhadap hal-hal yang positif," ucapnya.
Dukungan juga diharapkan datang dari para penonton dan pendukung yang hadir di Lapangan Desa Senaken. Masyarakat diminta menjadi suporter yang bijak dan dewasa demi terciptanya suasana pertandingan yang kondusif, aman serta menghibur.
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung hingga 10 Oktober 2026 itu diharapkan mampu menghasilkan juara baru yang berintegritas. Kompetisi tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Bumi Daya Taka terus bergerak maju melalui sinergi berbagai pihak.
(Sf/Rs)