Olahraga

    Fasilitas Latihan Tak Kunjung Selesai, Perbakin Paser Keluhkan Proses Pembinaan Atlet

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rudianto
    05 Juli 2026 pukul 19:51 WITA

    Ketua Perbakin Paser, Hendrawan Putra. (Foto: Padliannor: Seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pengurus Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Paser mengeluhkan pembangunan fasilitas latihan yang tak kunjung rampung.

    Hingga awal Juli 2026, fasilitas yang dibarapkan dapat menjadi tempat bagi pembinaan atlet itu masih hanya sabatas angan-angan. Hal tersebut membuat pembinaan atlet yang dilakukan oleh Perbakin Paser tidak optimal. 

    Ketua Perbakin Paser, Hendrawan Putra menyebut, sebelum adanya relokasi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, pihaknya membina atlet di area Gor Sadurengas yang berlokasi di Desa Tapis.

    Namun setelah relokasi kantor Disporapar dilakukan, pihaknya tidak dapat lagi memakai tempat tersebut untuk latihan dan akan pindah ke fasilitas yang sedang dibangun.

    "Kami berharap awalnya fasilitas itu bisa digunakan pada tahun ini. Namun karena sampai sekarang belum selesai, pembinaan atlet belum bisa dilakukan dengan optimal," ungkap Hendrawan Putra, Minggu (5/7/2026).

    Lapangan tersebut sebelumnya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025, namun hingga saat ini pembangunan lapangan itu masih juga belum selesai.

    Ia menilai, hal ini memjadi kebutuhan mendasar bagi para atlet. Ditambah lagi Cabang Olahraga (Cabor) menembak sebenarnya memiliki kebutuhan khusus dibanding cabor lain.

    Atlet tidak dapat berlatih di sembarang tempat karena harus menggubakan lapangan yang sesuai spesifikasi dan standar keselamatan teknis.

    Sementara ini, atlet panahan Paser melakukan latihan mandiri atau bergabung dengan klub menembak yang berada di Samarinda. Kondisi tersebut menyababkan tidak efektifnya latihan yang dilakukan karena memiliki jarak tempuh yang cukup jauh dan anggaran yang terbatas.

    "Kami susah untuk menyusun target medali karena latihan tidak optimal. Kasihan anak-anak karena kita harus membawa alat latihan sendiri sewaktu berlatih ke daerah lain," tuturnya.

    Selain pembangunan fisik, ia juga menyampaikan seharusnya proyek yang ditarget selesai akhir tahun 2025 itu bukan hanya bangunan fisik, namun juga pengadaan seluruh alat pendukung.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Fasilitas Latihan Tak Kunjung Selesai, Perbakin Paser Keluhkan Proses Pembinaan Atlet

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rudianto
    05 Juli 2026 pukul 19:51 WITA

    Ketua Perbakin Paser, Hendrawan Putra. (Foto: Padliannor: Seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pengurus Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Paser mengeluhkan pembangunan fasilitas latihan yang tak kunjung rampung.

    Hingga awal Juli 2026, fasilitas yang dibarapkan dapat menjadi tempat bagi pembinaan atlet itu masih hanya sabatas angan-angan. Hal tersebut membuat pembinaan atlet yang dilakukan oleh Perbakin Paser tidak optimal. 

    Ketua Perbakin Paser, Hendrawan Putra menyebut, sebelum adanya relokasi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, pihaknya membina atlet di area Gor Sadurengas yang berlokasi di Desa Tapis.

    Namun setelah relokasi kantor Disporapar dilakukan, pihaknya tidak dapat lagi memakai tempat tersebut untuk latihan dan akan pindah ke fasilitas yang sedang dibangun.

    "Kami berharap awalnya fasilitas itu bisa digunakan pada tahun ini. Namun karena sampai sekarang belum selesai, pembinaan atlet belum bisa dilakukan dengan optimal," ungkap Hendrawan Putra, Minggu (5/7/2026).

    Lapangan tersebut sebelumnya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025, namun hingga saat ini pembangunan lapangan itu masih juga belum selesai.

    Ia menilai, hal ini memjadi kebutuhan mendasar bagi para atlet. Ditambah lagi Cabang Olahraga (Cabor) menembak sebenarnya memiliki kebutuhan khusus dibanding cabor lain.

    Atlet tidak dapat berlatih di sembarang tempat karena harus menggubakan lapangan yang sesuai spesifikasi dan standar keselamatan teknis.

    Sementara ini, atlet panahan Paser melakukan latihan mandiri atau bergabung dengan klub menembak yang berada di Samarinda. Kondisi tersebut menyababkan tidak efektifnya latihan yang dilakukan karena memiliki jarak tempuh yang cukup jauh dan anggaran yang terbatas.

    "Kami susah untuk menyusun target medali karena latihan tidak optimal. Kasihan anak-anak karena kita harus membawa alat latihan sendiri sewaktu berlatih ke daerah lain," tuturnya.

    Selain pembangunan fisik, ia juga menyampaikan seharusnya proyek yang ditarget selesai akhir tahun 2025 itu bukan hanya bangunan fisik, namun juga pengadaan seluruh alat pendukung.

    (Sf/Rs)