Cari disini...
Olahraga
Persiba Balikpapan berupaya melakukan perlawanan ke pertahanan lawan, namun berhasil digagalkan pemain Kendal Tornado. (Foto: Media Ofisial Persiba)
Balikpapan – Pelatih caretaker Persiba Balikpapan, Yus Arfandy, mengakui bertanggung jawab atas rentetan hasil buruk yang dialami timnya di Pegadaian Championship 2026/2027.
Ia bertekad memulihkan kepercayaan diri pemain setelah Persiba kembali menelan kekalahan, kali ini dari Kendal Tornado FC dengan skor 0-3 di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (16/10/2026) malam.
Hasil tersebut memperpanjang catatan kekalahan Persiba menjadi enam kali secara beruntun. Kondisi itu membuat tim berjuluk Beruang Madu masih tertahan di papan bawah klasemen dengan minus empat poin.
Pelatih caretaker Persiba menilai Kendal Tornado FC tampil lebih baik dalam pertandingan tersebut. Meski demikian, ia melihat ada perkembangan dari sisi mental para pemain Persiba, kendati timnya kembali kebobolan pada menit-menit awal.
“Dari segi permainan kami tahu Kendal di atas dari kerja kami. Tapi mental pemain-pemain kami sudah mulai baik. Kami kebobolan di menit awal. Setelah itu kami mendapatkan peluang, tapi tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ucap Yus usai pertandingan.
Ia menegaskan, hasil pertandingan menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih caretaker. Menurutnya, para pemain membutuhkan dukungan untuk kembali menemukan semangat dan kepercayaan diri setelah melewati serangkaian hasil negatif.
“Semua tetap tanggung jawab saya sebagai head coach, sebagai caretaker di sini. Anak-anak perlu rileks, bagaimana saya mengangkat semangatnya kembali,” ujarnya.
Selain hasil pertandingan, Persiba juga sempat terganggu insiden padamnya lampu stadion. Yus menilai kejadian tersebut memengaruhi konsentrasi pemain ketika intensitas pertandingan mulai meningkat.
“Ketika tensi sudah mulai naik dan anak-anak mulai fokus, tiba-tiba mati lampu. Sangat disayangkan, sebenarnya itu berpengaruh,” ungkapnya.
Perwakilan Pemain Persiba, Abdul Rahman, juga mengakui gol cepat Kendal Tornado FC memengaruhi permainan timnya. Namun, ia menegaskan kekalahan tersebut harus diterima tanpa mencari alasan.
“Kami kebobolan menit awal jadi agak buyar. Tapi itulah sepak bola. Saya sebagai pemain tidak mencari alasan. Intinya kami kalah dan sepak bola Indonesia berbicara tentang hasil,” tegas Abdul Rahman.
Meski kembali gagal meraih poin, dirinya memastikan para pemain tidak akan menyerah. Ia menyebut Persiba akan berusaha memanfaatkan pertandingan berikutnya untuk mengakhiri tren negatif.
“Minggu depan kami ada pertandingan lagi. Setiap minggu kami akan coba terus. Saya mewakili pemain semua tidak akan menyerah dan akan berusaha sekuat mungkin untuk bisa keluar dari tren buruk ini,” dengan percaya diri.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Persiba Balikpapan berupaya melakukan perlawanan ke pertahanan lawan, namun berhasil digagalkan pemain Kendal Tornado. (Foto: Media Ofisial Persiba)
Balikpapan – Pelatih caretaker Persiba Balikpapan, Yus Arfandy, mengakui bertanggung jawab atas rentetan hasil buruk yang dialami timnya di Pegadaian Championship 2026/2027.
Ia bertekad memulihkan kepercayaan diri pemain setelah Persiba kembali menelan kekalahan, kali ini dari Kendal Tornado FC dengan skor 0-3 di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (16/10/2026) malam.
Hasil tersebut memperpanjang catatan kekalahan Persiba menjadi enam kali secara beruntun. Kondisi itu membuat tim berjuluk Beruang Madu masih tertahan di papan bawah klasemen dengan minus empat poin.
Pelatih caretaker Persiba menilai Kendal Tornado FC tampil lebih baik dalam pertandingan tersebut. Meski demikian, ia melihat ada perkembangan dari sisi mental para pemain Persiba, kendati timnya kembali kebobolan pada menit-menit awal.
“Dari segi permainan kami tahu Kendal di atas dari kerja kami. Tapi mental pemain-pemain kami sudah mulai baik. Kami kebobolan di menit awal. Setelah itu kami mendapatkan peluang, tapi tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ucap Yus usai pertandingan.
Ia menegaskan, hasil pertandingan menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih caretaker. Menurutnya, para pemain membutuhkan dukungan untuk kembali menemukan semangat dan kepercayaan diri setelah melewati serangkaian hasil negatif.
“Semua tetap tanggung jawab saya sebagai head coach, sebagai caretaker di sini. Anak-anak perlu rileks, bagaimana saya mengangkat semangatnya kembali,” ujarnya.
Selain hasil pertandingan, Persiba juga sempat terganggu insiden padamnya lampu stadion. Yus menilai kejadian tersebut memengaruhi konsentrasi pemain ketika intensitas pertandingan mulai meningkat.
“Ketika tensi sudah mulai naik dan anak-anak mulai fokus, tiba-tiba mati lampu. Sangat disayangkan, sebenarnya itu berpengaruh,” ungkapnya.
Perwakilan Pemain Persiba, Abdul Rahman, juga mengakui gol cepat Kendal Tornado FC memengaruhi permainan timnya. Namun, ia menegaskan kekalahan tersebut harus diterima tanpa mencari alasan.
“Kami kebobolan menit awal jadi agak buyar. Tapi itulah sepak bola. Saya sebagai pemain tidak mencari alasan. Intinya kami kalah dan sepak bola Indonesia berbicara tentang hasil,” tegas Abdul Rahman.
Meski kembali gagal meraih poin, dirinya memastikan para pemain tidak akan menyerah. Ia menyebut Persiba akan berusaha memanfaatkan pertandingan berikutnya untuk mengakhiri tren negatif.
“Minggu depan kami ada pertandingan lagi. Setiap minggu kami akan coba terus. Saya mewakili pemain semua tidak akan menyerah dan akan berusaha sekuat mungkin untuk bisa keluar dari tren buruk ini,” dengan percaya diri.
(Sf/Rs)