Olahraga

    Demi Haaland atau Doorprize? Emak-emak Padati Nobar Piala Dunia

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    12 Juli 2026 pukul 12:51 WITA

    Pertandingan Norwegia melawan Inggris tersedia di Korem 091/ASN, terlihat dipadati oleh suporter dari kalangan emak-emak. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Hawa dingin subuh di Korem 091/ASN Samarinda tak menyurutkan langkah ratusan warga untuk menghadiri Nonton Bareng (Nobar) perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Norwegia. 

    Namun, alih-alih didominasi oleh kelompok suporter garis keras, tempat nobar kali ini justru menyajikan pemandangan yang tak biasa, barisan depan dipenuhi oleh emak-emak yang sudah bersiap dengan kupon undian di tangan.

    Turun langsung mencium aroma lapangan, fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar. Apa yang membuat para ibu ini rela menembus subuh. Apakah murni fanatisme sepak bola, agenda menemani suami atau sekadar tarikan magnet doorprize.

    Ramlah, salah seorang warga asal Samarinda Seberang, memberikan jawaban normatif yang memancing senyum. Ia membantah datang untuk mengawal suami tercinta. 

    "Cuma pengen nonton aja beramai-ramai sama ibu-ibu lain di gang," tuturnya.

    Namun ketika disodorkan pertanyaan Inggris atau Norwegia yang didukung hari ini, jawaban Ramlah meluncur tanpa ragu. "Norwegia," sebutnya.

    Alasannya karena Tim Norwegia itu kuat-kuat. Tentu saja, nama Erling Haaland mewakili yang dimaksud ibu-ibu itu. Saat dikonfirmasi apakah ia menyukai striker jangkung tersebut. "Iya Mas, itu," kata Ramlah mengiyakan.

    Sayangnya, dukungan moral yang dibawakan Ramlah dan kawan-kawan dari pinggir Sungai Mahakam tak sanggup menyelamatkan nasib sang idola. 

    Di layar raksasa, perlawanan alot Norwegia harus berakhir dengan skor tipis 1-2 untuk kemenangan Inggris. 

    Rapatnya pertahanan The Three Lions membuat Haaland terisolasi dan memupus harapannya untuk mencicipi atmosfer semifinal. Di atas kertas, keunggulan Inggris bukan sekadar keberuntungan, melainkan dari dominasi taktik. 

    Sepanjang 90 menit, skuad asuhan Inggris mencatatkan 58 persen penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan (6 tepat sasaran), berbanding terbalik dengan Norwegia yang hanya mampu memproduksi 8 percobaan dengan 3 shots on target. 

    Lini tengah Inggris sukses memutus aliran bola, memaksa Norwegia bermain pasif dan hanya mengandalkan bola-bola panjang spekulatif yang mudah dipatahkan.

    Striker Manchester City itu mencatatkan angka yang memprihatinkan, hanya menyentuh bola sebanyak 18 kali sepanjang pertandingan, angka terendahnya di turnamen ini. 

    Ia hanya mampu melepaskan 1 tembakan tepat sasaran dan dipaksa kalah dalam 6 dari 9 duel udara melawan duet bek tengah Inggris. 

    Angka Expected Goals (xG) Norwegia yang mandek di angka 0.7 membuktikan bahwa servis matang dari sayap maupun lini tengah benar-benar terhenti total sebelum mencapai kaki atau kepala Haaland.

    Di sisi lain, kekalahan Norwegia tampaknya bukan satu-satunya ketidakpastian yang dihadapi para emak-emak subuh itu. 

    Selembar kupon di tangan mereka juga masih menunggu takdir. Panitia memang telah menyiapkan deretan hadiah menggiurkan bagi pemegang nomor undian yang beruntung, mulai dari sepeda listrik, kulkas, hingga mesin cuci.

    "Iya Mas, kebagian kupon. Tapi nggak tahu dapat hadiahnya apa enggak," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    Demi Haaland atau Doorprize? Emak-emak Padati Nobar Piala Dunia

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    12 Juli 2026 pukul 12:51 WITA

    Pertandingan Norwegia melawan Inggris tersedia di Korem 091/ASN, terlihat dipadati oleh suporter dari kalangan emak-emak. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Hawa dingin subuh di Korem 091/ASN Samarinda tak menyurutkan langkah ratusan warga untuk menghadiri Nonton Bareng (Nobar) perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Norwegia. 

    Namun, alih-alih didominasi oleh kelompok suporter garis keras, tempat nobar kali ini justru menyajikan pemandangan yang tak biasa, barisan depan dipenuhi oleh emak-emak yang sudah bersiap dengan kupon undian di tangan.

    Turun langsung mencium aroma lapangan, fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar. Apa yang membuat para ibu ini rela menembus subuh. Apakah murni fanatisme sepak bola, agenda menemani suami atau sekadar tarikan magnet doorprize.

    Ramlah, salah seorang warga asal Samarinda Seberang, memberikan jawaban normatif yang memancing senyum. Ia membantah datang untuk mengawal suami tercinta. 

    "Cuma pengen nonton aja beramai-ramai sama ibu-ibu lain di gang," tuturnya.

    Namun ketika disodorkan pertanyaan Inggris atau Norwegia yang didukung hari ini, jawaban Ramlah meluncur tanpa ragu. "Norwegia," sebutnya.

    Alasannya karena Tim Norwegia itu kuat-kuat. Tentu saja, nama Erling Haaland mewakili yang dimaksud ibu-ibu itu. Saat dikonfirmasi apakah ia menyukai striker jangkung tersebut. "Iya Mas, itu," kata Ramlah mengiyakan.

    Sayangnya, dukungan moral yang dibawakan Ramlah dan kawan-kawan dari pinggir Sungai Mahakam tak sanggup menyelamatkan nasib sang idola. 

    Di layar raksasa, perlawanan alot Norwegia harus berakhir dengan skor tipis 1-2 untuk kemenangan Inggris. 

    Rapatnya pertahanan The Three Lions membuat Haaland terisolasi dan memupus harapannya untuk mencicipi atmosfer semifinal. Di atas kertas, keunggulan Inggris bukan sekadar keberuntungan, melainkan dari dominasi taktik. 

    Sepanjang 90 menit, skuad asuhan Inggris mencatatkan 58 persen penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan (6 tepat sasaran), berbanding terbalik dengan Norwegia yang hanya mampu memproduksi 8 percobaan dengan 3 shots on target. 

    Lini tengah Inggris sukses memutus aliran bola, memaksa Norwegia bermain pasif dan hanya mengandalkan bola-bola panjang spekulatif yang mudah dipatahkan.

    Striker Manchester City itu mencatatkan angka yang memprihatinkan, hanya menyentuh bola sebanyak 18 kali sepanjang pertandingan, angka terendahnya di turnamen ini. 

    Ia hanya mampu melepaskan 1 tembakan tepat sasaran dan dipaksa kalah dalam 6 dari 9 duel udara melawan duet bek tengah Inggris. 

    Angka Expected Goals (xG) Norwegia yang mandek di angka 0.7 membuktikan bahwa servis matang dari sayap maupun lini tengah benar-benar terhenti total sebelum mencapai kaki atau kepala Haaland.

    Di sisi lain, kekalahan Norwegia tampaknya bukan satu-satunya ketidakpastian yang dihadapi para emak-emak subuh itu. 

    Selembar kupon di tangan mereka juga masih menunggu takdir. Panitia memang telah menyiapkan deretan hadiah menggiurkan bagi pemegang nomor undian yang beruntung, mulai dari sepeda listrik, kulkas, hingga mesin cuci.

    "Iya Mas, kebagian kupon. Tapi nggak tahu dapat hadiahnya apa enggak," pungkasnya.

    (Sf/Lo)