Olahraga

    Cabor Bela Diri Dominasi Kejuaraan, Andi Harun Kerap Rogoh Dana Pribadi untuk Peningkatan Atlet

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    27 Mei 2023 pukul 12:32 WITA

    Wali Kota Samarinda sekaligus Ketua Pengurus Taekwondo Kalimantan Timur dan juga sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Wilayah Kalimantan Timur, Andi Harun, pada acara penghargaan kepada Atlet Porprov dan Sea Games di Hotel Puri Senyiur, Kota Samarinda, pada Jum'at (26/5/2023) malam. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Andi Harun sebagai Ketua Pengurus Taekwondo Kalimantan Timur (Kaltim) dan juga sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Wilayah Kaltim mengaku kerap merogoh dana pribadi untuk peningkatan kemampuan atlet.

    Hal ini disampaikan pada acara apresiasi insan olahraga berprestasi pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Berau dan Penghargaan Atlet Sea Games ke XXXII Kamboja di Hotel Puri Senyiur, Kota Samarinda, Jum'at (26/5/2023) malam.

    Dalam pembagian penghargaan ini, diketahui kontingen yang diberangkatkan untuk Porprov sebanyak 1.050 orang. Rinciannya 809 atlet, 178 pelatih, 15 official teknik serta 53 manager.

    Hasilnya, atlet Porprov yang mendapatkan medali emas sebanyak 252 orang. Sedangkan atlet Sea Games ada lima dari atlet gulat masing-masing mendapatkan dua medali emas, dua perak dan satu perunggu.

    Untuk cabang lainnya, yakni silat mendapatkan satu emas, cricket satu emas dua perak dan hoki tujuh perunggu.

    Melihat prestasi internasional atlet bela diri, Andi Harun sebagai Ketua dari kedua bela diri mengungkapkan kendala yang sering dihadapi atlet ketika ingin berangkat untuk kejuaraan atau pelatihan adalah keterbatasan anggaran.

    "Kita tidak bisa dihindari masalah anggaran ini, memang pembiayaan cabor oleh pemerintah melalui KONI dan sponsor yang tidak terikat, semua kendala itu dihadapi oleh pimpinan cabor. Saya sebagai ketua cabor tak bisa menghindarkan untuk gunakan dana pribadi. Misalnya mengirim atlet latih tanding di Korea, tak kurang saya mengocek uang pribadi sebesar Rp 1,2 miliar," ungkapnya.

    Berlatar belakang sebagai atlet, Andi Harun pun berempati atas atlet yang tidak bisa berangkat untuk melakukan pengembangan mental dan prestasi.

    "Kita harus berkorban, apalagi saya juga berangkat dari atlet. Sehingga kita bisa memahami bahwa atlet membutuhkan kita, kita sebagai pejabat ataupun pebisnis tapi tidak merasakan kebatinan dari atlet mungkin tidak tersentuh," ujarnya.

    Orang nomor satu di Samarinda mengharapkan seluruh sektor dapat menyokong perkembangan altet.

    "Masih kurang sponsorship, sektor usaha bisa meningkatkan kontribusinya terhadap olahraga. Bahkan, kita menyaran kepada pimpinan Dewan yang terhormat, mungkin bisa menggali aturan daerah atau mempelopori di dunia usaha bisa memberikan CSR," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Olahraga

    Cabor Bela Diri Dominasi Kejuaraan, Andi Harun Kerap Rogoh Dana Pribadi untuk Peningkatan Atlet

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    27 Mei 2023 pukul 12:32 WITA

    Wali Kota Samarinda sekaligus Ketua Pengurus Taekwondo Kalimantan Timur dan juga sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Wilayah Kalimantan Timur, Andi Harun, pada acara penghargaan kepada Atlet Porprov dan Sea Games di Hotel Puri Senyiur, Kota Samarinda, pada Jum'at (26/5/2023) malam. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Andi Harun sebagai Ketua Pengurus Taekwondo Kalimantan Timur (Kaltim) dan juga sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Wilayah Kaltim mengaku kerap merogoh dana pribadi untuk peningkatan kemampuan atlet.

    Hal ini disampaikan pada acara apresiasi insan olahraga berprestasi pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Berau dan Penghargaan Atlet Sea Games ke XXXII Kamboja di Hotel Puri Senyiur, Kota Samarinda, Jum'at (26/5/2023) malam.

    Dalam pembagian penghargaan ini, diketahui kontingen yang diberangkatkan untuk Porprov sebanyak 1.050 orang. Rinciannya 809 atlet, 178 pelatih, 15 official teknik serta 53 manager.

    Hasilnya, atlet Porprov yang mendapatkan medali emas sebanyak 252 orang. Sedangkan atlet Sea Games ada lima dari atlet gulat masing-masing mendapatkan dua medali emas, dua perak dan satu perunggu.

    Untuk cabang lainnya, yakni silat mendapatkan satu emas, cricket satu emas dua perak dan hoki tujuh perunggu.

    Melihat prestasi internasional atlet bela diri, Andi Harun sebagai Ketua dari kedua bela diri mengungkapkan kendala yang sering dihadapi atlet ketika ingin berangkat untuk kejuaraan atau pelatihan adalah keterbatasan anggaran.

    "Kita tidak bisa dihindari masalah anggaran ini, memang pembiayaan cabor oleh pemerintah melalui KONI dan sponsor yang tidak terikat, semua kendala itu dihadapi oleh pimpinan cabor. Saya sebagai ketua cabor tak bisa menghindarkan untuk gunakan dana pribadi. Misalnya mengirim atlet latih tanding di Korea, tak kurang saya mengocek uang pribadi sebesar Rp 1,2 miliar," ungkapnya.

    Berlatar belakang sebagai atlet, Andi Harun pun berempati atas atlet yang tidak bisa berangkat untuk melakukan pengembangan mental dan prestasi.

    "Kita harus berkorban, apalagi saya juga berangkat dari atlet. Sehingga kita bisa memahami bahwa atlet membutuhkan kita, kita sebagai pejabat ataupun pebisnis tapi tidak merasakan kebatinan dari atlet mungkin tidak tersentuh," ujarnya.

    Orang nomor satu di Samarinda mengharapkan seluruh sektor dapat menyokong perkembangan altet.

    "Masih kurang sponsorship, sektor usaha bisa meningkatkan kontribusinya terhadap olahraga. Bahkan, kita menyaran kepada pimpinan Dewan yang terhormat, mungkin bisa menggali aturan daerah atau mempelopori di dunia usaha bisa memberikan CSR," pungkasnya.

    (Sf/By)