Olahraga

    Borneo FC Menang 2-0, Mauro Jeronimo Soroti Ketajaman Lini Depan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    19 Oktober 2026 pukul 12:10 WITA

    Pelatih Borneo FC Samarinda, Mauro Jerónimo (kanan), dan Moussa Diarra (kiri) menghadiri sesi konferensi pers usai membawa Pesut Etam meraih poin penuh dalam laga penyisihan grup AFC Challenge League di Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Borneo FC Samarinda mengamankan kemenangan 2-0 atas Yangon United pada laga AFC Champions League di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026) malam. 

    Meski tampil dominan dan mampu menciptakan sejumlah peluang, pelatih kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, menilai penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi agar timnya bisa mencetak lebih banyak gol pada pertandingan berikutnya.

    Kemenangan Pesut Etam dipastikan melalui gol Iago Mendonça pada menit ke-53 dan Moussa Diarra pada menit ke-81. 

    Dua gol tersebut menjadi 
    penentu hasil positif Borneo FC setelah melewati pertandingan yang menuntut kesiapan fisik dan konsentrasi pemain.

    Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Mauro mengungkapkan timnya harus menjalani perjalanan panjang lebih dari 60 jam. 

    Situasi tersebut membuat jajaran pelatih bekerja keras selama sepekan untuk memulihkan kondisi fisik pemain di tengah padatnya jadwal pertandingan.

    Menurutnya, para pemain mampu merespons tantangan tersebut dengan baik. Mereka tetap fokus, bekerja keras, dan menunjukkan kemampuan maksimal sepanjang pertandingan sehingga kemenangan layak diperoleh.

    “Para pemain memberikan 200 persen kemampuan mereka. Mereka tetap fokus dan menunjukkan respons yang sangat baik. Saya pikir kami pantas mendapatkan kemenangan ini,” ujar Mauro, Minggu (18/10/2026).

    Meski puas dengan hasil akhir, Mauro menegaskan masih ada aspek permainan yang perlu diperbaiki, terutama dalam memaksimalkan peluang di depan gawang. 

    Borneo FC dinilai mampu membangun serangan dan menciptakan sejumlah kesempatan, tetapi efektivitas penyelesaian akhir belum sepenuhnya optimal.

    Menanggapi pertanyaan media mengenai banyaknya peluang pada babak pertama yang belum berbuah gol, Mauro menjelaskan bahwa sepak bola tidak selalu berjalan sesuai perkiraan. 

    Yangon United menerapkan pertahanan disiplin dengan menempatkan banyak pemain di belakang bola.

    Situasi tersebut membuat ruang bagi Borneo FC untuk menembus pertahanan lawan menjadi terbatas. Kendati demikian, timnya tetap mampu menciptakan empat hingga lima peluang bagus. 

    Mauro menilai faktor mental dan kecemasan ketika hendak mencetak gol terkadang turut memengaruhi ketenangan pemain, terutama saat bermain di kandang sendiri.

    Sementara itu, Moussa Diarra, yang terpilih sebagai Man of the Match, menyampaikan rasa syukur atas kemenangan tersebut. 

    Ia mengakui bermain di negara lain bukan perkara mudah sehingga hasil positif yang diraih merupakan buah kerja keras seluruh elemen tim.

    Diarra menegaskan kemenangan itu tidak terlepas dari kontribusi pelatih, pemain, dan staf yang bekerja bersama untuk mencapai hasil terbaik. 

    Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan tim dalam kompetisi masih panjang sehingga seluruh anggota tim harus tetap bersabar dan menjaga konsistensi.

    Menurutnya, kemenangan atas Yangon United menjadi hasil penting, tetapi tim tidak boleh cepat berpuas diri. 

    Borneo FC harus terus bekerja keras agar mampu mempertahankan performa positif pada pertandingan selanjutnya.

    Di kubu lawan, pelatih Yangon United, Juan Marcelo Cirelli, mengakui kualitas skuad Borneo FC yang dinilainya memiliki banyak pemain bagus di setiap posisi. 

    Kedalaman skuad tersebut memberikan banyak pilihan bagi Borneo FC untuk menjaga kualitas permainan sepanjang pertandingan.

    Cirelli mengatakan Yangon United telah berusaha memberikan perlawanan maksimal. 

    Namun, dua gol yang dicetak Borneo FC membuat timnya harus mengakui keunggulan tuan rumah.

    Meski menelan kekalahan, Cirelli menilai peluang Yangon United untuk melanjutkan langkah ke tahap berikutnya masih terbuka. 

    Hasil pertandingan berikutnya akan menjadi penentu bagi peluang timnya untuk melaju ke fase selanjutnya.

    Ia juga mengapresiasi atmosfer stadion yang menurutnya selalu terasa istimewa. 

    Cirelli mengaku sudah cukup lama mengenal stadion tersebut dan senang dapat kembali merasakan atmosfer sepak bola Indonesia setelah enam tahun tidak berkunjung.

    Pelatih Yangon United itu pun menyatakan tekad untuk bekerja lebih keras pada pertandingan berikutnya demi meraih kemenangan dan memberikan hasil terbaik bagi suporter serta rekan-rekannya di Indonesia.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Borneo FC Menang 2-0, Mauro Jeronimo Soroti Ketajaman Lini Depan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    19 Oktober 2026 pukul 12:10 WITA

    Pelatih Borneo FC Samarinda, Mauro Jerónimo (kanan), dan Moussa Diarra (kiri) menghadiri sesi konferensi pers usai membawa Pesut Etam meraih poin penuh dalam laga penyisihan grup AFC Challenge League di Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Borneo FC Samarinda mengamankan kemenangan 2-0 atas Yangon United pada laga AFC Champions League di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026) malam. 

    Meski tampil dominan dan mampu menciptakan sejumlah peluang, pelatih kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, menilai penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi agar timnya bisa mencetak lebih banyak gol pada pertandingan berikutnya.

    Kemenangan Pesut Etam dipastikan melalui gol Iago Mendonça pada menit ke-53 dan Moussa Diarra pada menit ke-81. 

    Dua gol tersebut menjadi 
    penentu hasil positif Borneo FC setelah melewati pertandingan yang menuntut kesiapan fisik dan konsentrasi pemain.

    Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Mauro mengungkapkan timnya harus menjalani perjalanan panjang lebih dari 60 jam. 

    Situasi tersebut membuat jajaran pelatih bekerja keras selama sepekan untuk memulihkan kondisi fisik pemain di tengah padatnya jadwal pertandingan.

    Menurutnya, para pemain mampu merespons tantangan tersebut dengan baik. Mereka tetap fokus, bekerja keras, dan menunjukkan kemampuan maksimal sepanjang pertandingan sehingga kemenangan layak diperoleh.

    “Para pemain memberikan 200 persen kemampuan mereka. Mereka tetap fokus dan menunjukkan respons yang sangat baik. Saya pikir kami pantas mendapatkan kemenangan ini,” ujar Mauro, Minggu (18/10/2026).

    Meski puas dengan hasil akhir, Mauro menegaskan masih ada aspek permainan yang perlu diperbaiki, terutama dalam memaksimalkan peluang di depan gawang. 

    Borneo FC dinilai mampu membangun serangan dan menciptakan sejumlah kesempatan, tetapi efektivitas penyelesaian akhir belum sepenuhnya optimal.

    Menanggapi pertanyaan media mengenai banyaknya peluang pada babak pertama yang belum berbuah gol, Mauro menjelaskan bahwa sepak bola tidak selalu berjalan sesuai perkiraan. 

    Yangon United menerapkan pertahanan disiplin dengan menempatkan banyak pemain di belakang bola.

    Situasi tersebut membuat ruang bagi Borneo FC untuk menembus pertahanan lawan menjadi terbatas. Kendati demikian, timnya tetap mampu menciptakan empat hingga lima peluang bagus. 

    Mauro menilai faktor mental dan kecemasan ketika hendak mencetak gol terkadang turut memengaruhi ketenangan pemain, terutama saat bermain di kandang sendiri.

    Sementara itu, Moussa Diarra, yang terpilih sebagai Man of the Match, menyampaikan rasa syukur atas kemenangan tersebut. 

    Ia mengakui bermain di negara lain bukan perkara mudah sehingga hasil positif yang diraih merupakan buah kerja keras seluruh elemen tim.

    Diarra menegaskan kemenangan itu tidak terlepas dari kontribusi pelatih, pemain, dan staf yang bekerja bersama untuk mencapai hasil terbaik. 

    Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan tim dalam kompetisi masih panjang sehingga seluruh anggota tim harus tetap bersabar dan menjaga konsistensi.

    Menurutnya, kemenangan atas Yangon United menjadi hasil penting, tetapi tim tidak boleh cepat berpuas diri. 

    Borneo FC harus terus bekerja keras agar mampu mempertahankan performa positif pada pertandingan selanjutnya.

    Di kubu lawan, pelatih Yangon United, Juan Marcelo Cirelli, mengakui kualitas skuad Borneo FC yang dinilainya memiliki banyak pemain bagus di setiap posisi. 

    Kedalaman skuad tersebut memberikan banyak pilihan bagi Borneo FC untuk menjaga kualitas permainan sepanjang pertandingan.

    Cirelli mengatakan Yangon United telah berusaha memberikan perlawanan maksimal. 

    Namun, dua gol yang dicetak Borneo FC membuat timnya harus mengakui keunggulan tuan rumah.

    Meski menelan kekalahan, Cirelli menilai peluang Yangon United untuk melanjutkan langkah ke tahap berikutnya masih terbuka. 

    Hasil pertandingan berikutnya akan menjadi penentu bagi peluang timnya untuk melaju ke fase selanjutnya.

    Ia juga mengapresiasi atmosfer stadion yang menurutnya selalu terasa istimewa. 

    Cirelli mengaku sudah cukup lama mengenal stadion tersebut dan senang dapat kembali merasakan atmosfer sepak bola Indonesia setelah enam tahun tidak berkunjung.

    Pelatih Yangon United itu pun menyatakan tekad untuk bekerja lebih keras pada pertandingan berikutnya demi meraih kemenangan dan memberikan hasil terbaik bagi suporter serta rekan-rekannya di Indonesia.

    (Sf/Rs)