Olahraga

    Borneo FC Berpeluang Main di Palaran Musim Depan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2024 pukul 22:35 WITA

    Direktur Utama Borneo FC, Ponaryo Astaman. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Borneo FC, klub sepak bola yang menjadi kebanggaan masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur, berharap bisa menggunakan Stadion Utama Palaran sebagai home base mereka di musim baru Liga 1 BRI Indonesia. Stadion tersebut saat ini masih dalam kondisi terbengkalai dan membutuhkan renovasi.

    Direktur Utama Borneo FC, Ponaryo Astaman, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, di ruang VVIP Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (4/1/2024). Dalam pertemuan tersebut, Ponaryo menyampaikan harapannya agar Pemprov Kaltim bisa memperbaiki Stadion Palaran, yang merupakan stadion yang representatif dan berstandar internasional.

    "Kita berharap ini bisa menjadi perhatian PJ Gubernur untuk bisa membenahi stadion tersebut, karena renovasi Segiri itu sepanjang tahun 2024," ujar Ponaryo, yang juga mantan pemain timnas Indonesia.

    Ponaryo menambahkan bahwa Borneo FC, yang saat ini berada di puncak klasemen Liga 1 BRI Indonesia, berpotensi untuk menjadi juara dan berlaga di level Asia. Untuk itu, ia menginginkan adanya dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menjaga dan memanfaatkan Stadion Palaran.

    "Apalagi didukung dengan posisi Borneo FC masih konsisten di puncak klasemen Liga 1 BRI Indonesia, yang mana jika juara akan berkesempatan untuk mencicipi di level Asia. Selayaknya itu, kita ingin adanya atensi dari Pemda untuk memperhatikan kembali Stadion Utama Palaran," tuturnya.

    Adapun Borneo FC sementara ini masih berhombase di Stadion Batakan yang juga memiliki standar internasional. Sehingga Borneo FC harus menempuh jarak puluhan kilo meter menuju Balikpapan melakoni laga kandangnya di musim ini.

    Menurut Ponaryo, pihaknya mendapat sambutan baik dari PJ Gubernur untuk dapat menggunakan Stadion Palaran. Ia berharap renovasi yang dibutuhkan, yaitu rumput dan lampu stadion, bisa segera dilakukan.

    "Ini ditargetkan secepatnya, jadi sebelum musim baru bisa jadi diperkirakan sudah dapat bermain di stadion Palaran, kita lihat saja nanti," ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma, mengatakan bahwa renovasi kategori urgen tersebut membutuhkan dana sebesar Rp10 miliar. Ia mengatakan bahwa dana tersebut bisa dialokasikan jika ada perubahan anggaran murni di tahun 2024.

    "Kebijakan pak PJ ini kan taktis gitu, ini pernah ditanya dilakukan untuk audit building dengan biaya perbaikan sebesar Rp53 miliar pada tahun 2020, tapi itu tidak jadi teranggarkan, karena musibah yang dialami se-Indonesia," jelas Agus.

    Agus menjelaskan bahwa Stadion Palaran sebelumnya menjadi sasaran untuk dilakukan audit building, namun dengan adanya pandemi Covid-19, rencana tersebut dibatalkan. Ia mengatakan bahwa di tahun 2023 ini, pihaknya telah melakukan perbaikan untuk meningkatkan estetika melalui pagar luar stadion.

    "Stadion Palaran ini kan stadion yang bagus dan megah, sayang kalau tidak dimanfaatkan. Kami berharap dengan adanya Borneo FC yang mau bermain di sini, bisa menambah semangat dan antusiasme masyarakat untuk mendukung tim kesayangan mereka," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Borneo FC Berpeluang Main di Palaran Musim Depan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2024 pukul 22:35 WITA

    Direktur Utama Borneo FC, Ponaryo Astaman. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Borneo FC, klub sepak bola yang menjadi kebanggaan masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur, berharap bisa menggunakan Stadion Utama Palaran sebagai home base mereka di musim baru Liga 1 BRI Indonesia. Stadion tersebut saat ini masih dalam kondisi terbengkalai dan membutuhkan renovasi.

    Direktur Utama Borneo FC, Ponaryo Astaman, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, di ruang VVIP Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (4/1/2024). Dalam pertemuan tersebut, Ponaryo menyampaikan harapannya agar Pemprov Kaltim bisa memperbaiki Stadion Palaran, yang merupakan stadion yang representatif dan berstandar internasional.

    "Kita berharap ini bisa menjadi perhatian PJ Gubernur untuk bisa membenahi stadion tersebut, karena renovasi Segiri itu sepanjang tahun 2024," ujar Ponaryo, yang juga mantan pemain timnas Indonesia.

    Ponaryo menambahkan bahwa Borneo FC, yang saat ini berada di puncak klasemen Liga 1 BRI Indonesia, berpotensi untuk menjadi juara dan berlaga di level Asia. Untuk itu, ia menginginkan adanya dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menjaga dan memanfaatkan Stadion Palaran.

    "Apalagi didukung dengan posisi Borneo FC masih konsisten di puncak klasemen Liga 1 BRI Indonesia, yang mana jika juara akan berkesempatan untuk mencicipi di level Asia. Selayaknya itu, kita ingin adanya atensi dari Pemda untuk memperhatikan kembali Stadion Utama Palaran," tuturnya.

    Adapun Borneo FC sementara ini masih berhombase di Stadion Batakan yang juga memiliki standar internasional. Sehingga Borneo FC harus menempuh jarak puluhan kilo meter menuju Balikpapan melakoni laga kandangnya di musim ini.

    Menurut Ponaryo, pihaknya mendapat sambutan baik dari PJ Gubernur untuk dapat menggunakan Stadion Palaran. Ia berharap renovasi yang dibutuhkan, yaitu rumput dan lampu stadion, bisa segera dilakukan.

    "Ini ditargetkan secepatnya, jadi sebelum musim baru bisa jadi diperkirakan sudah dapat bermain di stadion Palaran, kita lihat saja nanti," ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma, mengatakan bahwa renovasi kategori urgen tersebut membutuhkan dana sebesar Rp10 miliar. Ia mengatakan bahwa dana tersebut bisa dialokasikan jika ada perubahan anggaran murni di tahun 2024.

    "Kebijakan pak PJ ini kan taktis gitu, ini pernah ditanya dilakukan untuk audit building dengan biaya perbaikan sebesar Rp53 miliar pada tahun 2020, tapi itu tidak jadi teranggarkan, karena musibah yang dialami se-Indonesia," jelas Agus.

    Agus menjelaskan bahwa Stadion Palaran sebelumnya menjadi sasaran untuk dilakukan audit building, namun dengan adanya pandemi Covid-19, rencana tersebut dibatalkan. Ia mengatakan bahwa di tahun 2023 ini, pihaknya telah melakukan perbaikan untuk meningkatkan estetika melalui pagar luar stadion.

    "Stadion Palaran ini kan stadion yang bagus dan megah, sayang kalau tidak dimanfaatkan. Kami berharap dengan adanya Borneo FC yang mau bermain di sini, bisa menambah semangat dan antusiasme masyarakat untuk mendukung tim kesayangan mereka," pungkasnya.

    (Sf/Rs)