Olahraga

    Bonus Atlet PON Kaltim Masih Dalam Proses, Dijanjikan Cair Akhir November

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 November 2025 pukul 12:34 WITA

    Plt Kadispora Kaltim, Muhammad Faisal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Harapan atlet Kalimantan Timur (Kaltim) peraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 untuk segera menikmati bonus mereka tampaknya akan segera terwujud. 

    Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan pencairan bonus senilai Rp300 juta per atlet untuk emas ini masuk dalam tahap akhir proses administratif.

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa penyerahan bonus tersebut ditargetkan berlangsung pada 28 November 2025, bertepatan dengan ajang Pemilihan Duta Olahraga Kaltim.

    “Bonus PON yang dijanjikan sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2025 dan kini masuk proses administrasi. Jika Gubernur menyetujui, kami akan menyerahkan pada tanggal 28 November,” ujar Faisal, Sabtu (8/11/2025).

    Faisal menegaskan bahwa dana sebenarnya telah tersedia, namun pencairannya masih menunggu penyelesaian mekanisme administratif agar sesuai prosedur keuangan daerah.

    Meski kabar ini membawa angin segar bagi para atlet, sebagian kalangan menyoroti lamanya proses pencairan bonus yang dijanjikan sejak penutupan PON beberapa bulan lalu. Penantian ini dinilai bisa menurunkan semangat para atlet yang telah berjuang membawa nama daerah.

    Menanggapi hal itu, Faisal memastikan pihaknya berkomitmen menyelesaikan segala urusan administratif secepat mungkin agar bonus bisa diterima tepat waktu.

    “Kami ingin segera bergerak setelah pengesahan APBD Perubahan, karena hal itu sangat penting untuk kelancaran pencairan bonus atlet,” jelasnya.

    Selain itu, Dispora Kaltim masih menunggu keputusan terkait bonus untuk cabang olahraga berkuda perorangan. Faisal mengaku enggan menyebutkan angka pastinya sebelum ada keputusan final dari Pemerintah Provinsi.

    “Nanti saya akan rilis setelah semuanya selesai. Saya tidak ingin menyebut angka pasti sekarang karena takut salah,” katanya.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Bonus Atlet PON Kaltim Masih Dalam Proses, Dijanjikan Cair Akhir November

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 November 2025 pukul 12:34 WITA

    Plt Kadispora Kaltim, Muhammad Faisal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Harapan atlet Kalimantan Timur (Kaltim) peraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 untuk segera menikmati bonus mereka tampaknya akan segera terwujud. 

    Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan pencairan bonus senilai Rp300 juta per atlet untuk emas ini masuk dalam tahap akhir proses administratif.

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa penyerahan bonus tersebut ditargetkan berlangsung pada 28 November 2025, bertepatan dengan ajang Pemilihan Duta Olahraga Kaltim.

    “Bonus PON yang dijanjikan sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2025 dan kini masuk proses administrasi. Jika Gubernur menyetujui, kami akan menyerahkan pada tanggal 28 November,” ujar Faisal, Sabtu (8/11/2025).

    Faisal menegaskan bahwa dana sebenarnya telah tersedia, namun pencairannya masih menunggu penyelesaian mekanisme administratif agar sesuai prosedur keuangan daerah.

    Meski kabar ini membawa angin segar bagi para atlet, sebagian kalangan menyoroti lamanya proses pencairan bonus yang dijanjikan sejak penutupan PON beberapa bulan lalu. Penantian ini dinilai bisa menurunkan semangat para atlet yang telah berjuang membawa nama daerah.

    Menanggapi hal itu, Faisal memastikan pihaknya berkomitmen menyelesaikan segala urusan administratif secepat mungkin agar bonus bisa diterima tepat waktu.

    “Kami ingin segera bergerak setelah pengesahan APBD Perubahan, karena hal itu sangat penting untuk kelancaran pencairan bonus atlet,” jelasnya.

    Selain itu, Dispora Kaltim masih menunggu keputusan terkait bonus untuk cabang olahraga berkuda perorangan. Faisal mengaku enggan menyebutkan angka pastinya sebelum ada keputusan final dari Pemerintah Provinsi.

    “Nanti saya akan rilis setelah semuanya selesai. Saya tidak ingin menyebut angka pasti sekarang karena takut salah,” katanya.

    (Sf/Rs)