Olahraga

    Bidik Tiga Besar PON 2028, KONI Kaltim Rombak Total Sistem Pembinaan, Tinggalkan Pola Lama

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 Juli 2026 pukul 12:03 WITA

    Prosesi pelantikan pengurus KONI Kaltim periode 2026-2030. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - ​Pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2026-2030 resmi dilantik dengan memikul target ambisius. 

    Pengurus baru dituntut untuk mampu menembus peringkat tiga besar pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.

    ​Mewakili Pemerintah Provinsi Kaltim, Rudy menegaskan bahwa kepengurusan baru ini wajib berinovasi dan tidak lagi menggunakan pola kerja lama jika ingin hasil yang berbeda. 

    "KONI tidak bisa bekerja sendiri, harus berkolaborasi dengan semua pihak agar olahraga Kaltim kembali menjadi kebanggaan," tegas Rudy.

    Prosesi pelantikan pengurus KONI Kaltim periode 2026-2030. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)Prosesi pelantikan pengurus KONI Kaltim periode 2026-2030. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)​

    Merespons tantangan tersebut, Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, menyatakan pelantikan ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjuangan. 

    Mulai saat ini, seluruh energi organisasi akan difokuskan secara penuh untuk persiapan PON 2028.

    ​Anderiy memastikan pembinaan atlet ke depan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan berbasis data, target, dan indikator terukur. 

    Sebagai langkah awal, ia segera melakukan evaluasi total untuk memetakan cabang olahraga unggulan dan potensial.

    ​"Kami juga akan memperkuat pembinaan usia dini, memaksimalkan penggunaan sport science, dan memperbanyak try out agar mental bertanding atlet semakin matang," ujar Anderiy.

    ​Sementara itu, Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listyono, menjelaskan ada 83 pengurus lintas profesi yang dilantik untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional. Komposisi ini memadukan akademisi, pengusaha, hingga mantan atlet dan pelatih.

    ​Di tengah tantangan efisiensi anggaran daerah, Nidya tetap optimistis kolaborasi kuat antar pemangku kepentingan akan mampu melahirkan prestasi bergengsi. 

    "Malam ini adalah titik awal pengabdian bersama untuk mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional hingga internasional," tambahnya.

    ​Dukungan sinergi ini juga disoroti oleh Marciano yang mengingatkan bahwa kemajuan olahraga daerah mustahil terwujud tanpa sokongan dari Pemerintah Daerah dan DPRD. 

    Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan organisasi.

    ​"Seluruh anggaran dari pemerintah harus dipertanggungjawabkan dengan baik agar perhatian kepada atlet maupun pelatih terus meningkat secara konsisten," pesan Marciano menutup arahannya.
    ​
    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Bidik Tiga Besar PON 2028, KONI Kaltim Rombak Total Sistem Pembinaan, Tinggalkan Pola Lama

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 Juli 2026 pukul 12:03 WITA

    Prosesi pelantikan pengurus KONI Kaltim periode 2026-2030. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - ​Pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2026-2030 resmi dilantik dengan memikul target ambisius. 

    Pengurus baru dituntut untuk mampu menembus peringkat tiga besar pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.

    ​Mewakili Pemerintah Provinsi Kaltim, Rudy menegaskan bahwa kepengurusan baru ini wajib berinovasi dan tidak lagi menggunakan pola kerja lama jika ingin hasil yang berbeda. 

    "KONI tidak bisa bekerja sendiri, harus berkolaborasi dengan semua pihak agar olahraga Kaltim kembali menjadi kebanggaan," tegas Rudy.

    Prosesi pelantikan pengurus KONI Kaltim periode 2026-2030. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)Prosesi pelantikan pengurus KONI Kaltim periode 2026-2030. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)​

    Merespons tantangan tersebut, Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, menyatakan pelantikan ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjuangan. 

    Mulai saat ini, seluruh energi organisasi akan difokuskan secara penuh untuk persiapan PON 2028.

    ​Anderiy memastikan pembinaan atlet ke depan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan berbasis data, target, dan indikator terukur. 

    Sebagai langkah awal, ia segera melakukan evaluasi total untuk memetakan cabang olahraga unggulan dan potensial.

    ​"Kami juga akan memperkuat pembinaan usia dini, memaksimalkan penggunaan sport science, dan memperbanyak try out agar mental bertanding atlet semakin matang," ujar Anderiy.

    ​Sementara itu, Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listyono, menjelaskan ada 83 pengurus lintas profesi yang dilantik untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional. Komposisi ini memadukan akademisi, pengusaha, hingga mantan atlet dan pelatih.

    ​Di tengah tantangan efisiensi anggaran daerah, Nidya tetap optimistis kolaborasi kuat antar pemangku kepentingan akan mampu melahirkan prestasi bergengsi. 

    "Malam ini adalah titik awal pengabdian bersama untuk mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional hingga internasional," tambahnya.

    ​Dukungan sinergi ini juga disoroti oleh Marciano yang mengingatkan bahwa kemajuan olahraga daerah mustahil terwujud tanpa sokongan dari Pemerintah Daerah dan DPRD. 

    Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan organisasi.

    ​"Seluruh anggaran dari pemerintah harus dipertanggungjawabkan dengan baik agar perhatian kepada atlet maupun pelatih terus meningkat secara konsisten," pesan Marciano menutup arahannya.
    ​
    (Sf/Rs)