Cari disini...
Olahraga
Nana menerima medali emas setelah finis pertama di kategori Lari Trail 20 KM Master Putri 1 FORNAS VIII, membanggakan Kutai Timur (Kutim) dan Kalimantan Timur (Kaltim). (foto: Istimewa)
Sangatta - Mardiana, Atlet lari trail asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berhasil Meraih medali emas pada kategori Lari Trail 20 KM Master Putri 1 dalam Festival Olahraga Nasional (FORNAS) VIII yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Prestasi ini membawa kebanggaan bagi Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus menjadi penutup bagi Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) sebelum bergabung resmi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Pemenang medali emas, Mardiana yang akrab disapa Nanan mengaku haru dan bangga atas pencapaiannya. “Saya berterima kasih kepada ALTI Kutim dan ALTI Kaltim atas kepercayaan dan dukungannya. Dengan doa dan dukungan banyak pihak, saya bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang emas,” ujar Nana.
Di sisi lain, Ketua ALTI Kutim, Abdul Kadir Jaelani, menyebut kemenangan Nana sebagai tonggak sejarah bagi perkembangan olahraga lari trail di daerahnya.
“Mbak Nana telah mengharumkan nama Kutim dan Kaltim di kancah nasional. Prestasi ini menjadi momen penting, terutama karena FORNAS kali ini menjadi penutup perjalanan ALTI sebelum melangkah ke PON,” jelas Abdul Kadir.
Selain prestasi atlet, Ia juga menyoroti potensi lari trail sebagai sport tourism yang dapat meningkatkan perekonomian lokal.
“Lari trail memadukan olahraga dan petualangan di alam Kutim yang indah, mulai dari hutan tropis hingga perbukitan yang menantang. Potensi ini bisa menarik pelari dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Jika dikelola serius, sport tourism bisa tumbuh pesat dan berdampak langsung pada sektor wisata, kuliner, dan penginapan” tambahnya.
Abdul Kadir meminta pemerintah Kabupaten Kutim memberikan perhatian serius pada pembinaan atlet, terutama para pelajar.
“Kutim memiliki banyak talenta muda, Mereka butuh pembinaan yang terstruktur. Dukungan pemerintah baik moril dan materil sangat dibutuhkan agar mereka bisa berprestasi lebih baik,” katanya.
Menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Lari Trail yang akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 12-14 November 2025, Abdul Kadir berharap Kutim dapat mengirimkan wakil, khususnya dari kalangan pelajar.
“Kami ingin atlet muda Kutim menunjukkan kemampuan mereka di Kejurnas IKN nanti,” tuturnya optimis.
Prestasi Nana menjadi bukti nyata potensi lari trail Kutim yang luar biasa. Apabila didukung oleh pemerintah dan masyarakat, Kutim dapat berkembang menjadi pusat sport tourism lari trail sekaligus mempromosikan pesona alamnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Nana menerima medali emas setelah finis pertama di kategori Lari Trail 20 KM Master Putri 1 FORNAS VIII, membanggakan Kutai Timur (Kutim) dan Kalimantan Timur (Kaltim). (foto: Istimewa)
Sangatta - Mardiana, Atlet lari trail asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berhasil Meraih medali emas pada kategori Lari Trail 20 KM Master Putri 1 dalam Festival Olahraga Nasional (FORNAS) VIII yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Prestasi ini membawa kebanggaan bagi Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus menjadi penutup bagi Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) sebelum bergabung resmi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Pemenang medali emas, Mardiana yang akrab disapa Nanan mengaku haru dan bangga atas pencapaiannya. “Saya berterima kasih kepada ALTI Kutim dan ALTI Kaltim atas kepercayaan dan dukungannya. Dengan doa dan dukungan banyak pihak, saya bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang emas,” ujar Nana.
Di sisi lain, Ketua ALTI Kutim, Abdul Kadir Jaelani, menyebut kemenangan Nana sebagai tonggak sejarah bagi perkembangan olahraga lari trail di daerahnya.
“Mbak Nana telah mengharumkan nama Kutim dan Kaltim di kancah nasional. Prestasi ini menjadi momen penting, terutama karena FORNAS kali ini menjadi penutup perjalanan ALTI sebelum melangkah ke PON,” jelas Abdul Kadir.
Selain prestasi atlet, Ia juga menyoroti potensi lari trail sebagai sport tourism yang dapat meningkatkan perekonomian lokal.
“Lari trail memadukan olahraga dan petualangan di alam Kutim yang indah, mulai dari hutan tropis hingga perbukitan yang menantang. Potensi ini bisa menarik pelari dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Jika dikelola serius, sport tourism bisa tumbuh pesat dan berdampak langsung pada sektor wisata, kuliner, dan penginapan” tambahnya.
Abdul Kadir meminta pemerintah Kabupaten Kutim memberikan perhatian serius pada pembinaan atlet, terutama para pelajar.
“Kutim memiliki banyak talenta muda, Mereka butuh pembinaan yang terstruktur. Dukungan pemerintah baik moril dan materil sangat dibutuhkan agar mereka bisa berprestasi lebih baik,” katanya.
Menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Lari Trail yang akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 12-14 November 2025, Abdul Kadir berharap Kutim dapat mengirimkan wakil, khususnya dari kalangan pelajar.
“Kami ingin atlet muda Kutim menunjukkan kemampuan mereka di Kejurnas IKN nanti,” tuturnya optimis.
Prestasi Nana menjadi bukti nyata potensi lari trail Kutim yang luar biasa. Apabila didukung oleh pemerintah dan masyarakat, Kutim dapat berkembang menjadi pusat sport tourism lari trail sekaligus mempromosikan pesona alamnya.
(Sf/Rs)