Olahraga

    Atlet Kutim Banyak Tersingkir di Sirnas C 2026, Sekda Akui Pembinaan Atlet Perlu Evaluasi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    17 Mei 2026 pukul 20:55 WITA

    Sekretaris Daerah (Sekda), Rizali Jadi. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rizali Hadi, menyebut ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) C Piala Bupati Kutim 2026 menjadi pembelajaran bagi daerah dalam membangun pembinaan atlet dan klub olahraga berprestasi.

    Hal itu disampaikan Rizali setelah mayoritas wakil Kutim terhenti pada babak awal turnamen tersebut.

    Menurut Rizali, keberhasilan atlet-atlet nasional tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses pembinaan jangka panjang yang terstruktur.

    “Ini menjadi pembelajaran bagi kita. Atlet-atlet yang berprestasi saat ini juga tidak dibentuk secara instan, tetapi melalui proses pembinaan yang panjang,” ujar Rizali.

    Menurutnya, pemerintah daerah melalui KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) perlu memperkuat sistem pembinaan atlet sejak dini agar mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional.

    "Upaya pemerintah dalam mempersiapkan atlet-atlet potensial tentu harus dilakukan melalui pembinaan. Apakah itu melalui KONI maupun Dispora, semuanya harus terlibat,” tambahnya.

    Rizali optimistis Kutim memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet unggulan. Ia mengatakan beberapa atlet asal Kutim saat ini sudah mampu tampil di level nasional secara personal.

    Namun demikian, ia mengakui pembinaan klub di daerah masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan klub-klub besar nasional seperti Jaya Raya Jakarta yang tampil dominan di Sirnas C Kutim 2026.

    “Ini menjadi evaluasi bagi kita ke depan untuk membangun klub-klub yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

    Terkait adanya atlet asal Kutim yang justru memperkuat klub luar daerah, Rizali menyebut hal tersebut merupakan pilihan pribadi atlet yang telah bergabung dengan klub tertentu.

    “Itu personal karena mereka memang sudah masuk klub di sana. Tapi ini juga menjadi cambuk bagi Kutim agar bisa melahirkan atlet-atlet yang setaraf dengan mereka,” ucapnya.

    Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih baik, termasuk menyiapkan klub yang mampu mencetak atlet berprestasi.

    “Kita sebenarnya bisa, tetapi semua butuh proses,” pungkasnya.

    (Sf/RS)

    Olahraga

    Atlet Kutim Banyak Tersingkir di Sirnas C 2026, Sekda Akui Pembinaan Atlet Perlu Evaluasi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    17 Mei 2026 pukul 20:55 WITA

    Sekretaris Daerah (Sekda), Rizali Jadi. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rizali Hadi, menyebut ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) C Piala Bupati Kutim 2026 menjadi pembelajaran bagi daerah dalam membangun pembinaan atlet dan klub olahraga berprestasi.

    Hal itu disampaikan Rizali setelah mayoritas wakil Kutim terhenti pada babak awal turnamen tersebut.

    Menurut Rizali, keberhasilan atlet-atlet nasional tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses pembinaan jangka panjang yang terstruktur.

    “Ini menjadi pembelajaran bagi kita. Atlet-atlet yang berprestasi saat ini juga tidak dibentuk secara instan, tetapi melalui proses pembinaan yang panjang,” ujar Rizali.

    Menurutnya, pemerintah daerah melalui KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) perlu memperkuat sistem pembinaan atlet sejak dini agar mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional.

    "Upaya pemerintah dalam mempersiapkan atlet-atlet potensial tentu harus dilakukan melalui pembinaan. Apakah itu melalui KONI maupun Dispora, semuanya harus terlibat,” tambahnya.

    Rizali optimistis Kutim memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet unggulan. Ia mengatakan beberapa atlet asal Kutim saat ini sudah mampu tampil di level nasional secara personal.

    Namun demikian, ia mengakui pembinaan klub di daerah masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan klub-klub besar nasional seperti Jaya Raya Jakarta yang tampil dominan di Sirnas C Kutim 2026.

    “Ini menjadi evaluasi bagi kita ke depan untuk membangun klub-klub yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

    Terkait adanya atlet asal Kutim yang justru memperkuat klub luar daerah, Rizali menyebut hal tersebut merupakan pilihan pribadi atlet yang telah bergabung dengan klub tertentu.

    “Itu personal karena mereka memang sudah masuk klub di sana. Tapi ini juga menjadi cambuk bagi Kutim agar bisa melahirkan atlet-atlet yang setaraf dengan mereka,” ucapnya.

    Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih baik, termasuk menyiapkan klub yang mampu mencetak atlet berprestasi.

    “Kita sebenarnya bisa, tetapi semua butuh proses,” pungkasnya.

    (Sf/RS)