Cari disini...
Olahraga
Aksi kekerasan di laga final PFOC 2026. (Foto: Screenshot YouTube EWAL).
Tana Paser - Partai final Paser Futsal Open Championship (FPOC) 2026 yang mempertemukan Windu X Taka Nusantara dan Bilal FC sempat diwarnai kericuhan antar pemain di lapangan. Partai final tersebut memang berada dalam tensi yang tinggi sejak awal peluit wasit ditiup.
Baru sekitar lima menit laga dimulai, salah satu pemain Bilal FC yaitu Fredik Dale mendapatkan kartu merah akibat melontarkan pukulan terhadap pemain lawan ketika ingin merebut bola.
Tidak berhenti sampai disitu, Fredik Dale yang tidak terima justru mendatangi bench pemain lawan dan kembali melontarkan kekerasan terhadap salah satu pemain Windu X Taka.
Sontak saja kejadian itu menyulut emosi para pemain di lapangan dan sempat membuat kericuhan antar pemain.
Beruntungnya, panitia dari Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) Kabupaten Paser mampu meredam situasi di tribun lapangan dengan memberikan imbauan agar para penonton tidak turun dari tribun.
Wasit kemudian melakukan tindakan tegas dengan mengeluarkan kartu merah kedua pada laga tersebut kepada pemain Windu X Taka yang terlihat tersulut emosi.
Berkaitan dengan tindakan tersebut, AFI Kaltim memberikan sanksi tegas kepada Fredik Dale.
Dalam pernyataan yang di unggah Instagram @afikaltim, organisasi futsal di Kaltim itu tidak memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan, provokasi, intimidasi ataupun tindakan lain yang dapat menciderai nilai sportivitas dan fair play dalam pertandingan futsal.
"Sebagai bentuk ketegasan dan komitmen dalam menjaga keamanan, kenyamanan dan Marwah AFI Kaltim maka berdasarkan tindakan yang bersangkutan akan diberikan sanksi larangan untuk mengikuti atau bermain dalam kegiatan pertandingan atau kompetisi futsal di wilayah Kaltim," kutip isi unggahan di akun Instagram AFI Kaltim.
Selain pernyataan sikap, AFI Kaltim juga mengeluarkan Surat Keputusan Sanksi Disiplin Nomor 267/AFI-KALTIM/VI/2026 Tentang Larangan Mengikuti dan Bermain Dalam Kompetisi/Pertandingan Futsal di Wilayah Kalimantan Timur.
Sanksi tersebut berlaku sejak tanggal 10 Agustus 2026 sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Apabila yang bersangkutan tetap mengikuti atau bermain dalam pertandingan selama masa sanksi belum dihapuskan, maka dapat dikenakan sanksi disiplin tambahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Olahraga

Aksi kekerasan di laga final PFOC 2026. (Foto: Screenshot YouTube EWAL).
Tana Paser - Partai final Paser Futsal Open Championship (FPOC) 2026 yang mempertemukan Windu X Taka Nusantara dan Bilal FC sempat diwarnai kericuhan antar pemain di lapangan. Partai final tersebut memang berada dalam tensi yang tinggi sejak awal peluit wasit ditiup.
Baru sekitar lima menit laga dimulai, salah satu pemain Bilal FC yaitu Fredik Dale mendapatkan kartu merah akibat melontarkan pukulan terhadap pemain lawan ketika ingin merebut bola.
Tidak berhenti sampai disitu, Fredik Dale yang tidak terima justru mendatangi bench pemain lawan dan kembali melontarkan kekerasan terhadap salah satu pemain Windu X Taka.
Sontak saja kejadian itu menyulut emosi para pemain di lapangan dan sempat membuat kericuhan antar pemain.
Beruntungnya, panitia dari Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) Kabupaten Paser mampu meredam situasi di tribun lapangan dengan memberikan imbauan agar para penonton tidak turun dari tribun.
Wasit kemudian melakukan tindakan tegas dengan mengeluarkan kartu merah kedua pada laga tersebut kepada pemain Windu X Taka yang terlihat tersulut emosi.
Berkaitan dengan tindakan tersebut, AFI Kaltim memberikan sanksi tegas kepada Fredik Dale.
Dalam pernyataan yang di unggah Instagram @afikaltim, organisasi futsal di Kaltim itu tidak memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan, provokasi, intimidasi ataupun tindakan lain yang dapat menciderai nilai sportivitas dan fair play dalam pertandingan futsal.
"Sebagai bentuk ketegasan dan komitmen dalam menjaga keamanan, kenyamanan dan Marwah AFI Kaltim maka berdasarkan tindakan yang bersangkutan akan diberikan sanksi larangan untuk mengikuti atau bermain dalam kegiatan pertandingan atau kompetisi futsal di wilayah Kaltim," kutip isi unggahan di akun Instagram AFI Kaltim.
Selain pernyataan sikap, AFI Kaltim juga mengeluarkan Surat Keputusan Sanksi Disiplin Nomor 267/AFI-KALTIM/VI/2026 Tentang Larangan Mengikuti dan Bermain Dalam Kompetisi/Pertandingan Futsal di Wilayah Kalimantan Timur.
Sanksi tersebut berlaku sejak tanggal 10 Agustus 2026 sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Apabila yang bersangkutan tetap mengikuti atau bermain dalam pertandingan selama masa sanksi belum dihapuskan, maka dapat dikenakan sanksi disiplin tambahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(Sf/Rs)