Olahraga

    Antisipasi Defisit APBD, KONI Kaltim Didorong Cari Pendanaan di Luar Hibah

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    06 September 2026 pukul 22:53 WITA

    Ketua KONI Kaltim, Anderiy Syachrum. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Mengantisipasi kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mengalami defisit, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) didorong tidak lagi bergantung pada hibah pemerintah daerah. 

    KONI diminta lebih kreatif mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk membuka peluang dukungan dari perusahaan swasta serta berkolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait.

    Ketua KONI Kaltim, Anderiy Syachrum mengatakan, arahan tersebut disampaikan Asisten Pemerintah Provinsi Kaltim dalam pembahasan mengenai kondisi anggaran olahraga, khususnya menghadapi anggaran perubahan.

    Menurutnya, kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami defisit membuat KONI perlu menyiapkan strategi pendanaan lain agar program pembinaan olahraga tetap berjalan.

    “Karena kita berharap di anggaran perubahan, ini kan keadaan memang lagi defisit. Jadi saran beliau, beliau meminta agar KONI lebih kreatif, lebih bisa mencari sumber-sumber pendanaan,” ujar Anderiy, Jumat (4/9/2026).

    Ia menyebut, Pemprov Kaltim juga membuka peluang untuk membantu KONI mencari jalur pendanaan di luar hibah APBD. Bahkan, Gubernur Kaltim disebut bersedia menjadi jembatan KONI dengan pihak-pihak yang berpotensi memberikan dukungan.

    “Beliau juga bersedia menjadi jembatan untuk KONI mencari penghasilan di luar dari hibah,” ungkapnya.

    Anderiy menilai, ketergantungan terhadap APBD semata akan menjadi persoalan jika kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya pulih. Karena itu, KONI mulai diarahkan membangun pola pendanaan yang lebih beragam.

    “Kalau kita mengharapkan hanya dari APBD saja, mungkin minus untuk ke depannya akan susah sekali,” katanya.

    Di sisi lain, Anderiy memastikan aktivitas pembinaan Cabang Olahraga (Cabor) masih berjalan seperti biasa. Meski demikian, KONI tetap melakukan penyesuaian dengan kondisi keuangan yang ada.

    Ia mengakui, organisasi harus lebih selektif dalam mengatur kebutuhan anggaran dengan menerapkan efisiensi. “Kita masih berjalan seperti biasa. Cuma lebih, kita artinya kencangkan ikat pinggang lah,” tuturnya.

    Menurut Anderiy, langkah mencari sumber pendanaan alternatif juga akan melibatkan sejumlah dinas terkait. Perangkat daerah tersebut nantinya diharapkan dapat membantu KONI membuka akses terhadap sumber-sumber pembiayaan di luar skema hibah APBD.

    “Tadi masukan beliau buat kita ke depannya insyaallah kita akan mencari sumber-sumber alternatif lain karena beliau ada memberi contoh, nanti bahkan ada beberapa dinas-dinas terkait yang mungkin akan membantu kita. Membantu kita untuk carikan sumber-sumber dana di luar dari APBD,” katanya.

    Ia berharap strategi tersebut dapat membuat pembiayaan KONI lebih mandiri ke depan. Dengan dukungan perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya, persoalan keterbatasan anggaran diharapkan tidak kembali menjadi hambatan utama dalam menjalankan program olahraga.

    “Jadi tidak berharap di hibah lagi dan beliau tadi udah banyak kasih clue. Kasih clue, jadi insyaallah kalau ke depannya itu bisa jalan, harusnya KONI udah enggak ada masalah masalah dana lagi nih. Harusnya,” tutur Anderiy.

    Namun, upaya tersebut tetap bergantung pada kesediaan perusahaan untuk memberikan dukungan. KONI berharap peluang kerja sama dengan sektor swasta dapat benar-benar direalisasikan sehingga kebutuhan pendanaan olahraga tidak sepenuhnya bertumpu pada APBD.

    “Yang penting perusahaan-perusahaan yang dimaksud itu memberikan dukungan penuh ke kita,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Olahraga

    Antisipasi Defisit APBD, KONI Kaltim Didorong Cari Pendanaan di Luar Hibah

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    06 September 2026 pukul 22:53 WITA

    Ketua KONI Kaltim, Anderiy Syachrum. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Mengantisipasi kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mengalami defisit, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) didorong tidak lagi bergantung pada hibah pemerintah daerah. 

    KONI diminta lebih kreatif mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk membuka peluang dukungan dari perusahaan swasta serta berkolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait.

    Ketua KONI Kaltim, Anderiy Syachrum mengatakan, arahan tersebut disampaikan Asisten Pemerintah Provinsi Kaltim dalam pembahasan mengenai kondisi anggaran olahraga, khususnya menghadapi anggaran perubahan.

    Menurutnya, kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami defisit membuat KONI perlu menyiapkan strategi pendanaan lain agar program pembinaan olahraga tetap berjalan.

    “Karena kita berharap di anggaran perubahan, ini kan keadaan memang lagi defisit. Jadi saran beliau, beliau meminta agar KONI lebih kreatif, lebih bisa mencari sumber-sumber pendanaan,” ujar Anderiy, Jumat (4/9/2026).

    Ia menyebut, Pemprov Kaltim juga membuka peluang untuk membantu KONI mencari jalur pendanaan di luar hibah APBD. Bahkan, Gubernur Kaltim disebut bersedia menjadi jembatan KONI dengan pihak-pihak yang berpotensi memberikan dukungan.

    “Beliau juga bersedia menjadi jembatan untuk KONI mencari penghasilan di luar dari hibah,” ungkapnya.

    Anderiy menilai, ketergantungan terhadap APBD semata akan menjadi persoalan jika kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya pulih. Karena itu, KONI mulai diarahkan membangun pola pendanaan yang lebih beragam.

    “Kalau kita mengharapkan hanya dari APBD saja, mungkin minus untuk ke depannya akan susah sekali,” katanya.

    Di sisi lain, Anderiy memastikan aktivitas pembinaan Cabang Olahraga (Cabor) masih berjalan seperti biasa. Meski demikian, KONI tetap melakukan penyesuaian dengan kondisi keuangan yang ada.

    Ia mengakui, organisasi harus lebih selektif dalam mengatur kebutuhan anggaran dengan menerapkan efisiensi. “Kita masih berjalan seperti biasa. Cuma lebih, kita artinya kencangkan ikat pinggang lah,” tuturnya.

    Menurut Anderiy, langkah mencari sumber pendanaan alternatif juga akan melibatkan sejumlah dinas terkait. Perangkat daerah tersebut nantinya diharapkan dapat membantu KONI membuka akses terhadap sumber-sumber pembiayaan di luar skema hibah APBD.

    “Tadi masukan beliau buat kita ke depannya insyaallah kita akan mencari sumber-sumber alternatif lain karena beliau ada memberi contoh, nanti bahkan ada beberapa dinas-dinas terkait yang mungkin akan membantu kita. Membantu kita untuk carikan sumber-sumber dana di luar dari APBD,” katanya.

    Ia berharap strategi tersebut dapat membuat pembiayaan KONI lebih mandiri ke depan. Dengan dukungan perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya, persoalan keterbatasan anggaran diharapkan tidak kembali menjadi hambatan utama dalam menjalankan program olahraga.

    “Jadi tidak berharap di hibah lagi dan beliau tadi udah banyak kasih clue. Kasih clue, jadi insyaallah kalau ke depannya itu bisa jalan, harusnya KONI udah enggak ada masalah masalah dana lagi nih. Harusnya,” tutur Anderiy.

    Namun, upaya tersebut tetap bergantung pada kesediaan perusahaan untuk memberikan dukungan. KONI berharap peluang kerja sama dengan sektor swasta dapat benar-benar direalisasikan sehingga kebutuhan pendanaan olahraga tidak sepenuhnya bertumpu pada APBD.

    “Yang penting perusahaan-perusahaan yang dimaksud itu memberikan dukungan penuh ke kita,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)