Olahraga

    Anggaran Dipangkas, Disporapar Paser Sebut Kepastian Cabor Porprov ke-VIII Kaltim Bakal Diputuskan Bersama

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    06 Agustus 2026 pukul 19:21 WITA

    Kepala Disporapar Paser, Kurniawan. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Kabupaten Paser sedang bersiap menjadi tuan rumah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII Kalimantan Timur (Kaltim) pada 14-27 November mendatang.

    Pada awalnya penetapan cabor yang dipertandingkan pada event tersebut berjumlah 64 Cabang Olahraga (Cabor). Namun demikian, keterbatasan anggaran yang tersedia menjadi momok yang mengancam adanya penyesuaian cabor yang akan dipertandingkan pada event empat tahunan Provinsi Kaltim tersebut.

    Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Kurniawan menjelaskan kebutuhan terhadap biaya pelaksanaan di nilai jauh dari kemampuan anggaran.

    Hal tersebut memunculkan berbagai opsi agar pelaksanaan Porprov tetap dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien.

    "Ketersediaan anggaran membuat kita harus kembali membahas terkait dengan cabor di pelaksanaan Porprov ke-VIII Kaltim," kata Kurniawan, Kamis (6/8/2026).

    Kurniawan menyampaikan, pihaknya telah berkali-kali melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan PB Porprov. Keputusan akhir terkait cabor yang akan dipertandingkan juga akan dibahas dan menjadi keputusan bersama.

    Ia mengaku pengurangan cabor tidak bisa diputuskan sepihak. Hal tersebut memerlukan sejumlah pertimbangan seperti ketersediaan venue pertandingan, keberadaan atlet di daerah hingga status cabor dalam Pekan Olahraga Nasional (PON).

    "Tidak bisa asal sembarang coret. Harus ada kriterianya seperti venue tidak tersedia, atlet tidak ada atau cabor itu tidak dipertandingkan pada PON," tambahnya.

    Ia membandingkan pelaksanaan Porprov di Paser dengan Porprov yang dilaksanakan di Berau pada empat tahun sebelumnya. 

    Pada pelaksanaan di Berau, sebanyak 50 cabor dipertandingkan dengan anggaran Rp50 miliar. Hal itu dinilai sangat timpang dengan kondisi pelaksanaan di Paser yaitu 64 cabor dengan anggaran Rp20 miliar.

    "Waktu pelaksanaan di Berau 50 cabor Rp50 miliar. Sementara di Paser 64 cabor Rp20 miliar," imbuhnya.

    Kurniawan menegaskan, dengan kondisi seperti sekarang Pemkab Paser tetap berkomitmen untuk menjadi tuan rumah sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan.

    Pembahasan terkait dengan cabor juga akan dibahas dalam rapat bersama yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Agustus mendatang. 

    "Finalisasi di tanggal 9 nanti. Opsi apapun yang disepakati dengan pertimbangan ketersediaan anggaran, tetap akan kami laksanakan," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Olahraga

    Anggaran Dipangkas, Disporapar Paser Sebut Kepastian Cabor Porprov ke-VIII Kaltim Bakal Diputuskan Bersama

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    06 Agustus 2026 pukul 19:21 WITA

    Kepala Disporapar Paser, Kurniawan. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Kabupaten Paser sedang bersiap menjadi tuan rumah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII Kalimantan Timur (Kaltim) pada 14-27 November mendatang.

    Pada awalnya penetapan cabor yang dipertandingkan pada event tersebut berjumlah 64 Cabang Olahraga (Cabor). Namun demikian, keterbatasan anggaran yang tersedia menjadi momok yang mengancam adanya penyesuaian cabor yang akan dipertandingkan pada event empat tahunan Provinsi Kaltim tersebut.

    Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Kurniawan menjelaskan kebutuhan terhadap biaya pelaksanaan di nilai jauh dari kemampuan anggaran.

    Hal tersebut memunculkan berbagai opsi agar pelaksanaan Porprov tetap dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien.

    "Ketersediaan anggaran membuat kita harus kembali membahas terkait dengan cabor di pelaksanaan Porprov ke-VIII Kaltim," kata Kurniawan, Kamis (6/8/2026).

    Kurniawan menyampaikan, pihaknya telah berkali-kali melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan PB Porprov. Keputusan akhir terkait cabor yang akan dipertandingkan juga akan dibahas dan menjadi keputusan bersama.

    Ia mengaku pengurangan cabor tidak bisa diputuskan sepihak. Hal tersebut memerlukan sejumlah pertimbangan seperti ketersediaan venue pertandingan, keberadaan atlet di daerah hingga status cabor dalam Pekan Olahraga Nasional (PON).

    "Tidak bisa asal sembarang coret. Harus ada kriterianya seperti venue tidak tersedia, atlet tidak ada atau cabor itu tidak dipertandingkan pada PON," tambahnya.

    Ia membandingkan pelaksanaan Porprov di Paser dengan Porprov yang dilaksanakan di Berau pada empat tahun sebelumnya. 

    Pada pelaksanaan di Berau, sebanyak 50 cabor dipertandingkan dengan anggaran Rp50 miliar. Hal itu dinilai sangat timpang dengan kondisi pelaksanaan di Paser yaitu 64 cabor dengan anggaran Rp20 miliar.

    "Waktu pelaksanaan di Berau 50 cabor Rp50 miliar. Sementara di Paser 64 cabor Rp20 miliar," imbuhnya.

    Kurniawan menegaskan, dengan kondisi seperti sekarang Pemkab Paser tetap berkomitmen untuk menjadi tuan rumah sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan.

    Pembahasan terkait dengan cabor juga akan dibahas dalam rapat bersama yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Agustus mendatang. 

    "Finalisasi di tanggal 9 nanti. Opsi apapun yang disepakati dengan pertimbangan ketersediaan anggaran, tetap akan kami laksanakan," tutupnya.

    (Sf/Rs)