277 Atlet Muda Bertarung di Karate Kids 2, FORKI Kutim Bidik Porprov 2026

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Olahraga

    25 Januari 2026 02:04 WIB

    Suasana pertandingan Kejuaraan Internal FORKI Kutim Karate Kids 2 yang diikuti ratusan atlet usia dini hingga kadet di Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menggelar Kejuaraan Internal FORKI Kutim Karate Kids 2, yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Januari. Kejuaraan ini diikuti 277 atlet dari Kutim dan Kota Bontang.

    Ketua FORKI Kutim, Sayid Anjas, menyampaikan kejuaraan ini bagian dari program pembinaan dan regenerasi atlet karate di Kutim sejak usia dini.

    “Event ini kami desain sebagai wadah regenerasi atlet karate Kutim. Ini adalah kejuaraan kedua setelah tahun lalu, dan ke depan akan menjadi bagian dari persiapan atlet, termasuk untuk Porprov,” ujar Sayid Anjas, Jumat (24/1/2026).

    Ia menambahkan, pembinaan atlet karate dilakukan secara berjenjang mulai dari usia anak-anak, karena FORKI Kutim menargetkan pembentukan atlet berprestasi dalam jangka panjang.

    “Kami mulai dari karatekid karena pembinaan harus dari kecil. Tapi ini tidak menafikan persiapan Porprov 2026. Kami sudah menyiapkan langkah-langkahnya dan berharap target emas cabang karate bisa tercapai,” tambahnya.

    Anjas juga mengatakan, kejuaraan ini bagian dari program binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim, yang didukung melalui anggaran pembinaan atlet.

    Dalam kejuaraan ini, atlet bertanding pada dua kategori utama, yakni kata dan kumite, dengan kategori kelas usia dan berat badan, mulai dari under 30, under 40, hingga kelas lainnya.

    “Total hampir ada 15 kelas yang dipertandingkan. Satu atlet bahkan bisa mengikuti dua sampai tiga kelas, tergantung hasil evaluasi pelatih,” katanya.

    Peserta kejuaraan berasal dari usia pra dini, dini, hingga kadet, dengan usia mulai dari SD kelas 1 hingga SMP. Selain atlet Kutim, atlet dari Kota Bontang juga ikut serta dan dianggap sebagai peserta lokal.

    Untuk sistem penghargaan, panitia menyiapkan medali emas, perak, perunggu, serta uang pembinaan, sesuai dengan regulasi resmi pertandingan karate.

    Sementara itu, Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan tersebut. Menurutnya, event seperti ini sangat penting untuk menjaga semangat dan motivasi atlet muda.

    “Anak-anak kalau hanya latihan tanpa pertandingan pasti akan jenuh. Dengan adanya kejuaraan ini, mereka bisa merasakan langsung aura pertandingan dan mental bertandingnya teruji,” ucap Rudi.

    Ia menilai, atlet tidak hanya membutuhkan fisik dan teknik yang baik, tetapi juga mental yang kuat, yang hanya bisa diasah melalui kompetisi.

    “Dari event ini pelatih juga bisa mengukur kemampuan atlet, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental. Kekurangan bisa diperbaiki, yang sudah bagus bisa ditingkatkan,” jelasnya.

    Ia berharap, kejuaraan ini dapat melahirkan lebih banyak atlet karate berprestasi yang nantinya mampu mengharumkan nama Kutim di tingkat regional maupun nasional.

    “Insyaallah dari sinilah akan lahir atlet-atlet yang membanggakan orang tua, pelatih, dan daerah,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    277 Atlet Muda Bertarung di Karate Kids 2, FORKI Kutim Bidik Porprov 2026

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Olahraga

    25 Januari 2026 02:04 WIB

    Suasana pertandingan Kejuaraan Internal FORKI Kutim Karate Kids 2 yang diikuti ratusan atlet usia dini hingga kadet di Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menggelar Kejuaraan Internal FORKI Kutim Karate Kids 2, yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Januari. Kejuaraan ini diikuti 277 atlet dari Kutim dan Kota Bontang.

    Ketua FORKI Kutim, Sayid Anjas, menyampaikan kejuaraan ini bagian dari program pembinaan dan regenerasi atlet karate di Kutim sejak usia dini.

    “Event ini kami desain sebagai wadah regenerasi atlet karate Kutim. Ini adalah kejuaraan kedua setelah tahun lalu, dan ke depan akan menjadi bagian dari persiapan atlet, termasuk untuk Porprov,” ujar Sayid Anjas, Jumat (24/1/2026).

    Ia menambahkan, pembinaan atlet karate dilakukan secara berjenjang mulai dari usia anak-anak, karena FORKI Kutim menargetkan pembentukan atlet berprestasi dalam jangka panjang.

    “Kami mulai dari karatekid karena pembinaan harus dari kecil. Tapi ini tidak menafikan persiapan Porprov 2026. Kami sudah menyiapkan langkah-langkahnya dan berharap target emas cabang karate bisa tercapai,” tambahnya.

    Anjas juga mengatakan, kejuaraan ini bagian dari program binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim, yang didukung melalui anggaran pembinaan atlet.

    Dalam kejuaraan ini, atlet bertanding pada dua kategori utama, yakni kata dan kumite, dengan kategori kelas usia dan berat badan, mulai dari under 30, under 40, hingga kelas lainnya.

    “Total hampir ada 15 kelas yang dipertandingkan. Satu atlet bahkan bisa mengikuti dua sampai tiga kelas, tergantung hasil evaluasi pelatih,” katanya.

    Peserta kejuaraan berasal dari usia pra dini, dini, hingga kadet, dengan usia mulai dari SD kelas 1 hingga SMP. Selain atlet Kutim, atlet dari Kota Bontang juga ikut serta dan dianggap sebagai peserta lokal.

    Untuk sistem penghargaan, panitia menyiapkan medali emas, perak, perunggu, serta uang pembinaan, sesuai dengan regulasi resmi pertandingan karate.

    Sementara itu, Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan tersebut. Menurutnya, event seperti ini sangat penting untuk menjaga semangat dan motivasi atlet muda.

    “Anak-anak kalau hanya latihan tanpa pertandingan pasti akan jenuh. Dengan adanya kejuaraan ini, mereka bisa merasakan langsung aura pertandingan dan mental bertandingnya teruji,” ucap Rudi.

    Ia menilai, atlet tidak hanya membutuhkan fisik dan teknik yang baik, tetapi juga mental yang kuat, yang hanya bisa diasah melalui kompetisi.

    “Dari event ini pelatih juga bisa mengukur kemampuan atlet, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental. Kekurangan bisa diperbaiki, yang sudah bagus bisa ditingkatkan,” jelasnya.

    Ia berharap, kejuaraan ini dapat melahirkan lebih banyak atlet karate berprestasi yang nantinya mampu mengharumkan nama Kutim di tingkat regional maupun nasional.

    “Insyaallah dari sinilah akan lahir atlet-atlet yang membanggakan orang tua, pelatih, dan daerah,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)