Nasional

    Wawali Balikpapan Sambut 30 Mahasiswa KKN UGM, Ajak Jadi Penyampai Informasi Positif tentang Kaltim dan IKN

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    07 Agustus 2026 pukul 19:02 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo sambut baik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di kantor Balai Kota. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menerima kunjungan 30 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kantor Balai Kota Balikpapan, Jumat (7/8/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Ia menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa yang mendapat kesempatan melaksanakan KKN di Kaltim. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah karena para mahasiswa dapat melihat secara langsung perkembangan daerah, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Adik-adik merupakan bagian yang beruntung karena bisa melaksanakan KKN di Kaltim. Selama ini mungkin hanya melihat perkembangan daerah ini melalui televisi atau media. Nanti juga akan berkesempatan mengunjungi IKN, sehingga dapat melihat langsung proses pembangunannya,” ucap Bagus.

    Wawali menjelaskan, dari sekitar 2.000 mahasiswa peserta KKN UGM, hanya sebagian yang ditempatkan di Kaltim. Karena itu, dia berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, sekaligus menjadi penyampai informasi yang objektif kepada masyarakat.

    “Saya berharap setelah kembali nanti, adik-adik dapat memberikan informasi yang positif kepada teman, keluarga, maupun kolega mengenai Kaltim dan pembangunan IKN. Sebagai calon intelektual, apa yang disampaikan harus berdasarkan data dan fakta,” katanya.

    Selain memperkenalkan potensi daerah, Bagus juga mempromosikan program pendidikan yang dimiliki Pemerintah Provinsi Kaltim. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah menyediakan program beasiswa bagi masyarakat mulai dari jenjang SMA hingga pendidikan doktoral (S3).

    “Kalau nanti ada yang ingin melanjutkan pendidikan S2 atau S3, di Kaltim ada program beasiswa dari pemerintah provinsi hingga jenjang doktor. Mudah-mudahan ada yang tertarik melanjutkan studi, bahkan bekerja dan menetap di sini,” imbuhnya.

    Dirinya menilai Balikpapan memiliki lingkungan yang nyaman dan tidak jauh berbeda dengan kota-kota besar di Pulau Jawa. Sementara itu, sejumlah wilayah lain di Kaltim seperti Penajam Paser Utara (PPU) dan Tenggarong masih memiliki karakteristik yang berbeda karena tingkat kepadatan penduduknya lebih rendah.

    Pada akhir sambutannya, Bagus mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN UGM. Berharap pengalaman selama menjalankan pengabdian di Kaltim dapat menjadi bekal berharga dalam memahami keragaman sosial dan demografi Indonesia.

    “Saya ucapkan selamat datang kepada adik-adik. Selama sekitar satu setengah bulan menjalani KKN, tentu banyak hal yang ditemui dan dihadapi. Pengalaman ini akan menjadi pengayaan dalam memahami kondisi sosial dan demografi yang ada di Nusantara,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Nasional

    Wawali Balikpapan Sambut 30 Mahasiswa KKN UGM, Ajak Jadi Penyampai Informasi Positif tentang Kaltim dan IKN

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    07 Agustus 2026 pukul 19:02 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo sambut baik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di kantor Balai Kota. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menerima kunjungan 30 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kantor Balai Kota Balikpapan, Jumat (7/8/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Ia menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa yang mendapat kesempatan melaksanakan KKN di Kaltim. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah karena para mahasiswa dapat melihat secara langsung perkembangan daerah, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Adik-adik merupakan bagian yang beruntung karena bisa melaksanakan KKN di Kaltim. Selama ini mungkin hanya melihat perkembangan daerah ini melalui televisi atau media. Nanti juga akan berkesempatan mengunjungi IKN, sehingga dapat melihat langsung proses pembangunannya,” ucap Bagus.

    Wawali menjelaskan, dari sekitar 2.000 mahasiswa peserta KKN UGM, hanya sebagian yang ditempatkan di Kaltim. Karena itu, dia berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, sekaligus menjadi penyampai informasi yang objektif kepada masyarakat.

    “Saya berharap setelah kembali nanti, adik-adik dapat memberikan informasi yang positif kepada teman, keluarga, maupun kolega mengenai Kaltim dan pembangunan IKN. Sebagai calon intelektual, apa yang disampaikan harus berdasarkan data dan fakta,” katanya.

    Selain memperkenalkan potensi daerah, Bagus juga mempromosikan program pendidikan yang dimiliki Pemerintah Provinsi Kaltim. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah menyediakan program beasiswa bagi masyarakat mulai dari jenjang SMA hingga pendidikan doktoral (S3).

    “Kalau nanti ada yang ingin melanjutkan pendidikan S2 atau S3, di Kaltim ada program beasiswa dari pemerintah provinsi hingga jenjang doktor. Mudah-mudahan ada yang tertarik melanjutkan studi, bahkan bekerja dan menetap di sini,” imbuhnya.

    Dirinya menilai Balikpapan memiliki lingkungan yang nyaman dan tidak jauh berbeda dengan kota-kota besar di Pulau Jawa. Sementara itu, sejumlah wilayah lain di Kaltim seperti Penajam Paser Utara (PPU) dan Tenggarong masih memiliki karakteristik yang berbeda karena tingkat kepadatan penduduknya lebih rendah.

    Pada akhir sambutannya, Bagus mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN UGM. Berharap pengalaman selama menjalankan pengabdian di Kaltim dapat menjadi bekal berharga dalam memahami keragaman sosial dan demografi Indonesia.

    “Saya ucapkan selamat datang kepada adik-adik. Selama sekitar satu setengah bulan menjalani KKN, tentu banyak hal yang ditemui dan dihadapi. Pengalaman ini akan menjadi pengayaan dalam memahami kondisi sosial dan demografi yang ada di Nusantara,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)