Vidi Aldiano Meninggal Dunia! Berawal dari Suara Hilang, Ini Beberapa Fakta Penyakitnya

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Nasional

    07 Maret 2026 11:44 WIB

    Potret kenangan Vidi Aldiano semasa hidup. Sang pelantun Nuansa Bening berpulang pada Sabtu (7/3/26) usai berjuang tangguh menghadapi kanker ginjal. (Ilustrasi Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air pada Sabtu (7/3/2026). Musisi berbakat Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya di usia 35 tahun.

    Kepergian pelantun Nuansa Bening ini meninggalkan duka mendalam sekaligus membuka kembali ingatan publik tentang perjuangan panjangnya melawan kanker ginjal.

    Penyakit mematikan ini telah bersarang di tubuhnya sejak tujuh tahun silam. Berikut adalah lima fakta seputar riwayat medis dan ketangguhan Vidi yang patut menjadi catatan bersama.

    Perjalanan medis Vidi tidak dimulai dari keluhan pada area perut atau pinggang seperti pasien ginjal pada umumnya.

    Semuanya bermula pada akhir tahun 2019 saat ia mengalami masalah pita suara. Suaranya kerap hilang ketika bernyanyi. Pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kista, namun pemindaian lebih lanjut justru mengungkap fakta yang jauh lebih mengejutkan yaitu adanya massa yang bersarang di ginjal kirinya.

    Kasus yang dialami sang musisi menjadi contoh nyata dari karakteristik penyakit ini. Merujuk pada publikasi ilmiah American Journal of Roentgenology, karsinoma sel ginjal sering dijuluki sebagai tumor siluman karena tumbuh tanpa memunculkan rasa sakit yang signifikan pada tahap awal.

    Penyakit ini umumnya baru diketahui secara kebetulan ketika pasien melakukan pemindaian pencitraan resonansi magnetik atau tomografi komputasi untuk keluhan medis di bagian tubuh yang lain.

    Setelah diagnosis ditegakkan, langkah medis besar pertama yang diambil adalah tindakan bedah radikal. Prosedur pengangkatan ginjal kiri ini dilakukan di salah satu rumah sakit di Singapura pada Desember 2019.

    Pasca operasi tersebut, ia harus beradaptasi hidup hanya dengan satu ginjal. Ia pun dituntut menjaga pola makan secara ketat, memastikan hidrasi tubuh maksimal, dan membatasi asupan yang membebani kerja ginjal tunggalnya.

    Meski sempat dinyatakan bersih, sel kanker nyatanya kembali aktif dan menjadi agresif. Vidi menyembunyikan kondisi terbarunya cukup lama dari sorotan publik.

    Ia baru berterus terang pada paruh kedua tahun 2023 melalui media sosial pribadinya. Ia memaparkan bahwa penyakit yang ia terima sebagai takdir tersebut nyatanya bermutasi dan mengharuskannya rutin menjalani pengobatan setiap tiga minggu yang kemudian ia sebut sebagai jadwal spa.

    "titipan Tuhan berupa kanker ini sudah menyebar ke beberapa titik" tulis Vidi.

    Pemilihan istilah spa day bukanlah kebetulan semata. Itu merupakan mekanisme pertahanan psikologis sang penyanyi untuk tetap tangguh di tengah prosedur kemoterapi yang menguras tenaga.

    Ia menolak kalah oleh rasa sakit dan memilih memanifestasikan hal positif. Keputusannya untuk tetap berkarya dan tersenyum membuktikan bahwa kanker mungkin merusak raganya, tetapi tidak pernah berhasil memadamkan semangat hidupnya hingga akhir hayat.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Vidi Aldiano Meninggal Dunia! Berawal dari Suara Hilang, Ini Beberapa Fakta Penyakitnya

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Nasional

    07 Maret 2026 11:44 WIB

    Potret kenangan Vidi Aldiano semasa hidup. Sang pelantun Nuansa Bening berpulang pada Sabtu (7/3/26) usai berjuang tangguh menghadapi kanker ginjal. (Ilustrasi Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air pada Sabtu (7/3/2026). Musisi berbakat Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya di usia 35 tahun.

    Kepergian pelantun Nuansa Bening ini meninggalkan duka mendalam sekaligus membuka kembali ingatan publik tentang perjuangan panjangnya melawan kanker ginjal.

    Penyakit mematikan ini telah bersarang di tubuhnya sejak tujuh tahun silam. Berikut adalah lima fakta seputar riwayat medis dan ketangguhan Vidi yang patut menjadi catatan bersama.

    Perjalanan medis Vidi tidak dimulai dari keluhan pada area perut atau pinggang seperti pasien ginjal pada umumnya.

    Semuanya bermula pada akhir tahun 2019 saat ia mengalami masalah pita suara. Suaranya kerap hilang ketika bernyanyi. Pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kista, namun pemindaian lebih lanjut justru mengungkap fakta yang jauh lebih mengejutkan yaitu adanya massa yang bersarang di ginjal kirinya.

    Kasus yang dialami sang musisi menjadi contoh nyata dari karakteristik penyakit ini. Merujuk pada publikasi ilmiah American Journal of Roentgenology, karsinoma sel ginjal sering dijuluki sebagai tumor siluman karena tumbuh tanpa memunculkan rasa sakit yang signifikan pada tahap awal.

    Penyakit ini umumnya baru diketahui secara kebetulan ketika pasien melakukan pemindaian pencitraan resonansi magnetik atau tomografi komputasi untuk keluhan medis di bagian tubuh yang lain.

    Setelah diagnosis ditegakkan, langkah medis besar pertama yang diambil adalah tindakan bedah radikal. Prosedur pengangkatan ginjal kiri ini dilakukan di salah satu rumah sakit di Singapura pada Desember 2019.

    Pasca operasi tersebut, ia harus beradaptasi hidup hanya dengan satu ginjal. Ia pun dituntut menjaga pola makan secara ketat, memastikan hidrasi tubuh maksimal, dan membatasi asupan yang membebani kerja ginjal tunggalnya.

    Meski sempat dinyatakan bersih, sel kanker nyatanya kembali aktif dan menjadi agresif. Vidi menyembunyikan kondisi terbarunya cukup lama dari sorotan publik.

    Ia baru berterus terang pada paruh kedua tahun 2023 melalui media sosial pribadinya. Ia memaparkan bahwa penyakit yang ia terima sebagai takdir tersebut nyatanya bermutasi dan mengharuskannya rutin menjalani pengobatan setiap tiga minggu yang kemudian ia sebut sebagai jadwal spa.

    "titipan Tuhan berupa kanker ini sudah menyebar ke beberapa titik" tulis Vidi.

    Pemilihan istilah spa day bukanlah kebetulan semata. Itu merupakan mekanisme pertahanan psikologis sang penyanyi untuk tetap tangguh di tengah prosedur kemoterapi yang menguras tenaga.

    Ia menolak kalah oleh rasa sakit dan memilih memanifestasikan hal positif. Keputusannya untuk tetap berkarya dan tersenyum membuktikan bahwa kanker mungkin merusak raganya, tetapi tidak pernah berhasil memadamkan semangat hidupnya hingga akhir hayat.

    (Sf/Lo)