Cari disini...
Nasional
Presiden Prabowo Subianto dalam menyampaikan pidato kenegaraan. (Foto: tangkapan layar dari youtube sekretariat negara)
Samarinda - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan peringatan keras terkait integritas pelaporan keuangan di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan instansi pemerintah.
Ia menyatakan pemerintahannya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk manipulasi data maupun permainan angka.
Ketegasan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan di hadapan Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
"Saudara-saudara, saya ingatkan di sini bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit," tegas Prabowo di hadapan para anggota dewan dan tamu kenegaraan.
Presiden mengungkapkan, langkah tegas pemerintah dalam mengoreksi dan membersihkan laporan keuangan BUMN telah membuahkan hasil yang nyata.
Menurutnya, setelah dilakukan koreksi ketat, hasil nyata dan kinerja perusahaan pelat merah justru menunjukkan lonjakan yang sangat positif.
Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan bukti keberhasilan dari manajemen yang berlandaskan akal sehat dan transparansi tanpa tipu-menipu.
Pada tahun 2025, BUMN mencetak keuntungan hingga Rp326 triliun, melonjak 75,3 persen dari tahun 2024 yang berada di angka Rp186 triliun. Prabowo menekankan, angka Rp326 triliun tersebut adalah murni keuntungan tanpa permainan angka.
Dividen yang disetorkan BUMN pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun, naik 67 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp85,5 triliun.
Jika dihitung secara bersih (net) dengan mengurangi Penanaman Modal Negara (PMN) dari APBN, dividen bersih BUMN melesat dari Rp53 triliun pada 2024 menjadi Rp138 triliun pada 2025 (naik 160 persen).
Dividen BUMN diproyeksikan menembus Rp200 triliun pada tahun ini tanpa ada suntikan PMN sama sekali.
"Artinya, dari 2024 ke 2026 naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun, atau bisa dikatakan empat kali lebih besar. Meningkat 400 persen tanpa PMN. Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat," paparnya.
Selain membahas agregat BUMN, Kepala Negara juga menyinggung progres positif Garuda Indonesia. Maskapai penerbangan nasional yang bertahun-tahun merugi tersebut kini menunjukkan harapan cerah.
Meskipun sedikit terhambat oleh kondisi geopolitik di Timur Tengah, Prabowo optimistis Garuda Indonesia akan mulai mencetak keuntungan pada awal tahun 2027.
Di akhir laporannya mengenai capaian investasi dan BUMN, Presiden secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen dan Pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang dinilai sukses mengelola aset-aset negara.
"Saya apresiasi manajemen dan Pimpinan Danantara. Saya kira pantas Pimpinan Danantara nanti mendapat bintang kehormatan di suasana Hari Kemerdekaan ini. Apakah Majelis menyetujui? Pantas tidak mereka menerima tanda kehormatan?" tanya Prabowo, yang disambut antusias oleh para peserta sidang.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Nasional

Presiden Prabowo Subianto dalam menyampaikan pidato kenegaraan. (Foto: tangkapan layar dari youtube sekretariat negara)
Samarinda - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan peringatan keras terkait integritas pelaporan keuangan di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan instansi pemerintah.
Ia menyatakan pemerintahannya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk manipulasi data maupun permainan angka.
Ketegasan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan di hadapan Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
"Saudara-saudara, saya ingatkan di sini bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit," tegas Prabowo di hadapan para anggota dewan dan tamu kenegaraan.
Presiden mengungkapkan, langkah tegas pemerintah dalam mengoreksi dan membersihkan laporan keuangan BUMN telah membuahkan hasil yang nyata.
Menurutnya, setelah dilakukan koreksi ketat, hasil nyata dan kinerja perusahaan pelat merah justru menunjukkan lonjakan yang sangat positif.
Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan bukti keberhasilan dari manajemen yang berlandaskan akal sehat dan transparansi tanpa tipu-menipu.
Pada tahun 2025, BUMN mencetak keuntungan hingga Rp326 triliun, melonjak 75,3 persen dari tahun 2024 yang berada di angka Rp186 triliun. Prabowo menekankan, angka Rp326 triliun tersebut adalah murni keuntungan tanpa permainan angka.
Dividen yang disetorkan BUMN pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun, naik 67 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp85,5 triliun.
Jika dihitung secara bersih (net) dengan mengurangi Penanaman Modal Negara (PMN) dari APBN, dividen bersih BUMN melesat dari Rp53 triliun pada 2024 menjadi Rp138 triliun pada 2025 (naik 160 persen).
Dividen BUMN diproyeksikan menembus Rp200 triliun pada tahun ini tanpa ada suntikan PMN sama sekali.
"Artinya, dari 2024 ke 2026 naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun, atau bisa dikatakan empat kali lebih besar. Meningkat 400 persen tanpa PMN. Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat," paparnya.
Selain membahas agregat BUMN, Kepala Negara juga menyinggung progres positif Garuda Indonesia. Maskapai penerbangan nasional yang bertahun-tahun merugi tersebut kini menunjukkan harapan cerah.
Meskipun sedikit terhambat oleh kondisi geopolitik di Timur Tengah, Prabowo optimistis Garuda Indonesia akan mulai mencetak keuntungan pada awal tahun 2027.
Di akhir laporannya mengenai capaian investasi dan BUMN, Presiden secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen dan Pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang dinilai sukses mengelola aset-aset negara.
"Saya apresiasi manajemen dan Pimpinan Danantara. Saya kira pantas Pimpinan Danantara nanti mendapat bintang kehormatan di suasana Hari Kemerdekaan ini. Apakah Majelis menyetujui? Pantas tidak mereka menerima tanda kehormatan?" tanya Prabowo, yang disambut antusias oleh para peserta sidang.
(Sf/Rs)