Nasional
Mendagri, Tito Karnavian, menyampaikan keterangan terkait insentif fiskal bagi daerah pendukung MBG. (Foto: Tangkapan Layar YouTube BGN)
Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyiapkan hadiah besar bagi pemerintah daerah yang serius menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Total anggaran Rp1 triliun disiapkan sebagai insentif fiskal untuk daerah yang dinilai berhasil.
Pernyataan itu disampaikan Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Tito mengatakan, keberhasilan program MBG akan dijadikan salah satu tolak ukur kinerja dan prestasi pemerintah daerah.
"Tahun ini ada insentif fiskal yang kita pertandingkan sebanyak Rp1 triliun, dalam tiga gelombang, enam region," ujar Tito dikutip dari kanal YouTube Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menegaskan, kompetisi ini tidak berhenti di tahun ini saja. Tahun depan, Kemendagri kembali akan menggelar penilaian serupa, khususnya bagi kepala daerah yang menunjukkan kreativitas dan dukungan penuh terhadap program MBG.
"Salah satunya adalah kepala daerah yang paling mendukung program MBG atau kreatif menyukseskan program makanan bergizi gratis ini, tentu akan diberikan penghargaan," tuturnya.
Insentif tersebut, kata Tito, terbuka untuk semua jenjang pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh daerah terlibat aktif menyukseskan program unggulan pemerintah tersebut.
Terkait anggaran, Tito menyebut Menteri Keuangan Suahasil Nazara telah memberikan komitmen untuk menyiapkan dananya. Bahkan besaran hadiah untuk peringkat teratas sudah disepakati.
"Itu Rp3 miliar, nomor satu. Nomor dua Rp2 miliar. Nomor tiga Rp1 miliar. Kemarin saya rapat dengan Menteri Keuangan, beliau sudah commit untuk menyiapkan anggaran tersebut," jelas Tito.
Selain memberikan insentif, Kemendagri juga mendorong percepatan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah. Tito memberi tenggat waktu satu minggu bagi daerah yang belum membentuknya.
"Saya memberikan waktu satu minggu untuk daerah-daerah lain yang belum memiliki Satgas MBG," tegasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini Satgas MBG baru terbentuk di 230 daerah. Untuk memastikan instruksi dipatuhi, Itjen Kemendagri akan turun langsung melakukan monitoring.
Tito pun tak segan memberikan teguran terbuka jika masih ada daerah yang mengabaikan instruksi tersebut.
"Kalau satu minggu tidak membentuk, saya akan umumkan daerah mana saja, dan saya akan mengirim surat cinta, surat teguran," pungkas Tito.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Nasional

Mendagri, Tito Karnavian, menyampaikan keterangan terkait insentif fiskal bagi daerah pendukung MBG. (Foto: Tangkapan Layar YouTube BGN)
Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyiapkan hadiah besar bagi pemerintah daerah yang serius menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Total anggaran Rp1 triliun disiapkan sebagai insentif fiskal untuk daerah yang dinilai berhasil.
Pernyataan itu disampaikan Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Tito mengatakan, keberhasilan program MBG akan dijadikan salah satu tolak ukur kinerja dan prestasi pemerintah daerah.
"Tahun ini ada insentif fiskal yang kita pertandingkan sebanyak Rp1 triliun, dalam tiga gelombang, enam region," ujar Tito dikutip dari kanal YouTube Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menegaskan, kompetisi ini tidak berhenti di tahun ini saja. Tahun depan, Kemendagri kembali akan menggelar penilaian serupa, khususnya bagi kepala daerah yang menunjukkan kreativitas dan dukungan penuh terhadap program MBG.
"Salah satunya adalah kepala daerah yang paling mendukung program MBG atau kreatif menyukseskan program makanan bergizi gratis ini, tentu akan diberikan penghargaan," tuturnya.
Insentif tersebut, kata Tito, terbuka untuk semua jenjang pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh daerah terlibat aktif menyukseskan program unggulan pemerintah tersebut.
Terkait anggaran, Tito menyebut Menteri Keuangan Suahasil Nazara telah memberikan komitmen untuk menyiapkan dananya. Bahkan besaran hadiah untuk peringkat teratas sudah disepakati.
"Itu Rp3 miliar, nomor satu. Nomor dua Rp2 miliar. Nomor tiga Rp1 miliar. Kemarin saya rapat dengan Menteri Keuangan, beliau sudah commit untuk menyiapkan anggaran tersebut," jelas Tito.
Selain memberikan insentif, Kemendagri juga mendorong percepatan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah. Tito memberi tenggat waktu satu minggu bagi daerah yang belum membentuknya.
"Saya memberikan waktu satu minggu untuk daerah-daerah lain yang belum memiliki Satgas MBG," tegasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini Satgas MBG baru terbentuk di 230 daerah. Untuk memastikan instruksi dipatuhi, Itjen Kemendagri akan turun langsung melakukan monitoring.
Tito pun tak segan memberikan teguran terbuka jika masih ada daerah yang mengabaikan instruksi tersebut.
"Kalau satu minggu tidak membentuk, saya akan umumkan daerah mana saja, dan saya akan mengirim surat cinta, surat teguran," pungkas Tito.
(Sf/Lo)