Cari disini...
Nasional
Manteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10/2026). (Dok. Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Penajam - Bahlil Lahadalia menegaskan percepatan hilirisasi dan transisi energi menjadi fokus kerjanya setelah dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Kamis (1/10/2026). Ia juga tetap menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bahlil menyebut dua jabatan tersebut sebagai amanah negara yang harus dijalankan dengan baik.
Ia memastikan agenda hilirisasi dan transisi energi dalam Asta Cita Presiden RI perlu segera dikonsolidasikan agar eksekusinya lebih cepat.
"Ini adalah amanah dan tanggung jawab negara yang saya emban. Saya harus melaksanakan tugas dengan baik, baik sebagai Menteri ESDM maupun Menko Hilirisasi dan Transisi Energi," ujar Bahlil usai pelantikan, sebagaimana dilihat dari siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Bahlil, kantor kerjanya tetap berada di Kementerian ESDM sembari melihat perkembangan ke depan.
Ia menilai sektor ESDM memiliki peran dominan dalam agenda investasi hilirisasi.
"Dari total investasi 100 persen, 99 persen itu di sektor ESDM," katanya.
Bahlil menjelaskan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi menjalankan fungsi teknis, sedangkan koordinasinya berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Namun, terkait susunan kementerian dan lembaga di bawah Kemenko tersebut masih menunggu Peraturan Presiden.
Ia menambahkan, penugasan sebagai menteri yang merangkap jabatan Menko merupakan pengalaman pertama baginya. Bahlil menyatakan akan menjalankan tugas sesuai keputusan presiden dan kewenangan yang diberikan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Nasional

Manteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10/2026). (Dok. Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Penajam - Bahlil Lahadalia menegaskan percepatan hilirisasi dan transisi energi menjadi fokus kerjanya setelah dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Kamis (1/10/2026). Ia juga tetap menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bahlil menyebut dua jabatan tersebut sebagai amanah negara yang harus dijalankan dengan baik.
Ia memastikan agenda hilirisasi dan transisi energi dalam Asta Cita Presiden RI perlu segera dikonsolidasikan agar eksekusinya lebih cepat.
"Ini adalah amanah dan tanggung jawab negara yang saya emban. Saya harus melaksanakan tugas dengan baik, baik sebagai Menteri ESDM maupun Menko Hilirisasi dan Transisi Energi," ujar Bahlil usai pelantikan, sebagaimana dilihat dari siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Bahlil, kantor kerjanya tetap berada di Kementerian ESDM sembari melihat perkembangan ke depan.
Ia menilai sektor ESDM memiliki peran dominan dalam agenda investasi hilirisasi.
"Dari total investasi 100 persen, 99 persen itu di sektor ESDM," katanya.
Bahlil menjelaskan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi menjalankan fungsi teknis, sedangkan koordinasinya berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Namun, terkait susunan kementerian dan lembaga di bawah Kemenko tersebut masih menunggu Peraturan Presiden.
Ia menambahkan, penugasan sebagai menteri yang merangkap jabatan Menko merupakan pengalaman pertama baginya. Bahlil menyatakan akan menjalankan tugas sesuai keputusan presiden dan kewenangan yang diberikan.
(Sf/Rs)