Nasional

    Siapkan Rp4 Miliar, Penyaluran KPC Ditarget Lebih Cepat

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    03 Juni 2026 pukul 13:04 WITA

    Plt Kepala Disdikpora Kabupaten PPU, Muhtar. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) kembali melanjutkan program Kartu Penajam Cerdas (KPC) 2026 dengan nilai bantuan Rp600 ribu per siswa. 

    Tahun ini, mekanisme pencairan dipermudah setelah evaluasi pelaksanaan program sebelumnya yang dinilai masih menyulitkan sebagian penerima.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar, mengatakan salah satu perubahan dilakukan pada proses pengambilan bantuan melalui rekening Bankaltimtara.

    Jika sebelumnya pencairan mengharuskan kehadiran orang tua atau wali, kini siswa penerima dapat mengambil bantuan sendiri.

    "Tahun lalu kendalanya di situ. Harus orang tua atau wali yang mengambil. Ada yang orang tuanya sibuk, ada juga yang sudah bercerai sehingga prosesnya menjadi lama. Tahun ini cukup anaknya yang mengambil," kata Muhtar, Selasa (2/6/2026).

    Ia berharap penyederhanaan persyaratan tersebut dapat mempercepat penyaluran bantuan kepada siswa baru SD dan SMP yang menjadi sasaran program.

    Menurut Muhtar, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp4 miliar untuk program tersebut. Nilainya tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya.

    Besaran penerima bantuan akan menyesuaikan jumlah peserta didik baru yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027.

    "Alokasinya kurang lebih sama dengan tahun lalu. Jumlah penerima nanti mengikuti jumlah murid baru yang masuk," ujarnya.

    Muhtar mengakui pencairan KPC tahun lalu sempat mengalami keterlambatan akibat persoalan administrasi dan proses perbankan. 

    Karena itu, tahun ini penyaluran diharapkan bisa dilakukan lebih cepat agar manfaat bantuan dapat langsung dirasakan orang tua dan siswa menjelang tahun ajaran baru.

    "Harapannya lebih cepat supaya bisa membantu kebutuhan sekolah, beli seragam dan perlengkapan lainnya," ucapnya.

    Program KPC kini masih menyasar siswa baru jenjang SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah. 

    Sementara peserta didik pada satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) belum masuk dalam cakupan penerima bantuan.

    "Yang di bawah Kemenag belum tersasar," kata Muhtar.

    Ia menambahkan, bantuan seragam gratis yang sebelumnya pernah diberikan pemerintah daerah kini tidak lagi dijalankan. 

    Pemkab memilih memfokuskan dukungan pendidikan melalui program KPC dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

    "Seragam gratis sudah tidak ada. Sekarang melalui KPC," tutup Muhtar.

    (Sf/Lo)

    Nasional

    Siapkan Rp4 Miliar, Penyaluran KPC Ditarget Lebih Cepat

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    03 Juni 2026 pukul 13:04 WITA

    Plt Kepala Disdikpora Kabupaten PPU, Muhtar. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) kembali melanjutkan program Kartu Penajam Cerdas (KPC) 2026 dengan nilai bantuan Rp600 ribu per siswa. 

    Tahun ini, mekanisme pencairan dipermudah setelah evaluasi pelaksanaan program sebelumnya yang dinilai masih menyulitkan sebagian penerima.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar, mengatakan salah satu perubahan dilakukan pada proses pengambilan bantuan melalui rekening Bankaltimtara.

    Jika sebelumnya pencairan mengharuskan kehadiran orang tua atau wali, kini siswa penerima dapat mengambil bantuan sendiri.

    "Tahun lalu kendalanya di situ. Harus orang tua atau wali yang mengambil. Ada yang orang tuanya sibuk, ada juga yang sudah bercerai sehingga prosesnya menjadi lama. Tahun ini cukup anaknya yang mengambil," kata Muhtar, Selasa (2/6/2026).

    Ia berharap penyederhanaan persyaratan tersebut dapat mempercepat penyaluran bantuan kepada siswa baru SD dan SMP yang menjadi sasaran program.

    Menurut Muhtar, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp4 miliar untuk program tersebut. Nilainya tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya.

    Besaran penerima bantuan akan menyesuaikan jumlah peserta didik baru yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027.

    "Alokasinya kurang lebih sama dengan tahun lalu. Jumlah penerima nanti mengikuti jumlah murid baru yang masuk," ujarnya.

    Muhtar mengakui pencairan KPC tahun lalu sempat mengalami keterlambatan akibat persoalan administrasi dan proses perbankan. 

    Karena itu, tahun ini penyaluran diharapkan bisa dilakukan lebih cepat agar manfaat bantuan dapat langsung dirasakan orang tua dan siswa menjelang tahun ajaran baru.

    "Harapannya lebih cepat supaya bisa membantu kebutuhan sekolah, beli seragam dan perlengkapan lainnya," ucapnya.

    Program KPC kini masih menyasar siswa baru jenjang SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah. 

    Sementara peserta didik pada satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) belum masuk dalam cakupan penerima bantuan.

    "Yang di bawah Kemenag belum tersasar," kata Muhtar.

    Ia menambahkan, bantuan seragam gratis yang sebelumnya pernah diberikan pemerintah daerah kini tidak lagi dijalankan. 

    Pemkab memilih memfokuskan dukungan pendidikan melalui program KPC dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

    "Seragam gratis sudah tidak ada. Sekarang melalui KPC," tutup Muhtar.

    (Sf/Lo)