Nasional

    Selangkah Lagi, Kapolresta Balikpapan Bakal jadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    16 Agustus 2026 pukul 19:31 WITA

    Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy bersama delapan perwira terbaik lainnya menjalani karantina, sekaligus latihan terpusat di bawah arahan Komando Garnisun Tetap (Kogartap) I/Jakarta. (Foto: Humas Polresta Balikpapan)

    Balikpapan – Perjalanan panjang Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy menuju tugas kenegaraan di Istana Merdeka memasuki tahap akhir. Kapolresta Balikpapan itu berhasil lolos dalam seleksi calon Komandan Upacara (Danup) HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 2026.

    Jerrold kini bersama delapan perwira terbaik lainnya menjalani karantina, sekaligus latihan terpusat di bawah arahan Komando Garnisun Tetap (Kogartap) I/Jakarta. Dari tahap inilah nantinya akan ditentukan perwira yang dipercaya memimpin upacara pengibaran maupun penurunan bendera, dalam rangka peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka.

    Bagi Jerrold, keberhasilan menembus tahap akhir sudah menjadi sebuah kehormatan. Ia mengaku bersyukur, karena mendapat kepercayaan mewakili institusi Polri dalam proses seleksi tersebut.

    “Bagi saya terpilih menjadi calon petugas Komandan Upacara Istana mewakili institusi Polri hingga titik ini saja sudah sangat bersyukur, banyak pengalaman didapat,” ujar Jerrold dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).

    Perjalanan menuju posisi tersebut bukan perkara mudah. Setiap calon harus melewati rangkaian seleksi yang menguji kemampuan baris-berbaris, kebugaran fisik, ketahanan mental, konsentrasi, hingga kemampuan memimpin pasukan dalam upacara kenegaraan.

    Kapolresta pun melakukan persiapan secara serius sejak proses seleksi dimulai. Selain menjaga kebugaran dengan rutin berolahraga, ia melatih kemampuan sebagai komandan upacara secara mandiri di halaman Mapolresta Balikpapan.

    Latihan bahkan dilakukan ketika suasana kantor mulai sepi. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk membangun kesiapan, baik secara fisik maupun mental, apabila nantinya mendapat kepercayaan sebagai Danup.

    “Ya semua kan harus dipersiapkan dengan matang, mohon doa dan dukungannya,” imbuhnya.

    Meski telah mencapai tahap akhir, Jerrold tidak menganggap perjuangannya telah selesai. Persaingan dengan delapan perwira lainnya masih terbuka dan belum ada kepastian siapa yang nantinya ditunjuk sebagai petugas utama.

    Menurut dia, setiap kemungkinan harus diterima dengan kesiapan yang sama, termasuk apabila hanya dipercaya sebagai petugas cadangan atau mendapat tugas dalam upacara kenegaraan lainnya.

    “Pokoknya berusaha semaksimal mungkin. Ditunjuk jadi petugas utama atau tidak pada HUT RI di Istana nanti urusan lain. Terpilih jadi petugas cadangan pun harus siap. Tugas upacara kenegaraan yang lain pun harus siap. Sekali lagi mohon doanya saja,” terangnya.

    Di tengah padatnya latihan dan persiapan, keluarga menjadi salah satu sumber motivasi bagi Jerrold. Baginya, dukungan istri dan anak-anak tidak kalah penting dibanding persiapan fisik dan pola hidup yang harus dijaga selama mengikuti tahapan seleksi.

    “Istri dan anak-anak adalah bagian dari hidup saya. Waktu berkualitas bersama mereka seusai latihan menjadi alasan terbesar saya untuk kembali bangkit mempersiapkan diri,” tambahnya.

    Baginya, proses seleksi tersebut juga bukan semata-mata tentang pencapaian pribadi. Jika nantinya dipercaya menjadi Danup, tugas tersebut dinilainya sebagai bentuk kehormatan untuk membawa nama Balikpapan dan Kalimantan Timur dalam agenda kenegaraan tingkat nasional.

    Dukungan dari Kapolda Kaltim turut diberikan selama dirinya menjalani proses tersebut. Sementara untuk memastikan tugas kepolisian di Kota Balikpapan tetap berjalan, Wakapolresta ditunjuk sebagai pelaksana tugas harian.

    Dengan demikian, proses persiapan menuju tugas kenegaraan di Jakarta tidak mengesampingkan pelayanan dan keamanan masyarakat di Balikpapan.

    “Kini tanggung jawab ini bukan lagi sekadar membawa nama Balikpapan, melainkan kehormatan Provinsi Kaltim di kancah nasional,” tuturnya.

    Kini, Jerrold tinggal menuntaskan tahapan terakhir bersama para kandidat lainnya. Apa pun hasil akhirnya, perjalanan hingga masuk dalam jajaran calon Danup HUT ke-81 RI telah menjadi bagian penting dari pengabdiannya, sebagai anggota Polri sekaligus membawa nama Kaltim ke tingkat nasional.

    (Sf/Rs)

    Nasional

    Selangkah Lagi, Kapolresta Balikpapan Bakal jadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    16 Agustus 2026 pukul 19:31 WITA

    Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy bersama delapan perwira terbaik lainnya menjalani karantina, sekaligus latihan terpusat di bawah arahan Komando Garnisun Tetap (Kogartap) I/Jakarta. (Foto: Humas Polresta Balikpapan)

    Balikpapan – Perjalanan panjang Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy menuju tugas kenegaraan di Istana Merdeka memasuki tahap akhir. Kapolresta Balikpapan itu berhasil lolos dalam seleksi calon Komandan Upacara (Danup) HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 2026.

    Jerrold kini bersama delapan perwira terbaik lainnya menjalani karantina, sekaligus latihan terpusat di bawah arahan Komando Garnisun Tetap (Kogartap) I/Jakarta. Dari tahap inilah nantinya akan ditentukan perwira yang dipercaya memimpin upacara pengibaran maupun penurunan bendera, dalam rangka peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka.

    Bagi Jerrold, keberhasilan menembus tahap akhir sudah menjadi sebuah kehormatan. Ia mengaku bersyukur, karena mendapat kepercayaan mewakili institusi Polri dalam proses seleksi tersebut.

    “Bagi saya terpilih menjadi calon petugas Komandan Upacara Istana mewakili institusi Polri hingga titik ini saja sudah sangat bersyukur, banyak pengalaman didapat,” ujar Jerrold dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).

    Perjalanan menuju posisi tersebut bukan perkara mudah. Setiap calon harus melewati rangkaian seleksi yang menguji kemampuan baris-berbaris, kebugaran fisik, ketahanan mental, konsentrasi, hingga kemampuan memimpin pasukan dalam upacara kenegaraan.

    Kapolresta pun melakukan persiapan secara serius sejak proses seleksi dimulai. Selain menjaga kebugaran dengan rutin berolahraga, ia melatih kemampuan sebagai komandan upacara secara mandiri di halaman Mapolresta Balikpapan.

    Latihan bahkan dilakukan ketika suasana kantor mulai sepi. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk membangun kesiapan, baik secara fisik maupun mental, apabila nantinya mendapat kepercayaan sebagai Danup.

    “Ya semua kan harus dipersiapkan dengan matang, mohon doa dan dukungannya,” imbuhnya.

    Meski telah mencapai tahap akhir, Jerrold tidak menganggap perjuangannya telah selesai. Persaingan dengan delapan perwira lainnya masih terbuka dan belum ada kepastian siapa yang nantinya ditunjuk sebagai petugas utama.

    Menurut dia, setiap kemungkinan harus diterima dengan kesiapan yang sama, termasuk apabila hanya dipercaya sebagai petugas cadangan atau mendapat tugas dalam upacara kenegaraan lainnya.

    “Pokoknya berusaha semaksimal mungkin. Ditunjuk jadi petugas utama atau tidak pada HUT RI di Istana nanti urusan lain. Terpilih jadi petugas cadangan pun harus siap. Tugas upacara kenegaraan yang lain pun harus siap. Sekali lagi mohon doanya saja,” terangnya.

    Di tengah padatnya latihan dan persiapan, keluarga menjadi salah satu sumber motivasi bagi Jerrold. Baginya, dukungan istri dan anak-anak tidak kalah penting dibanding persiapan fisik dan pola hidup yang harus dijaga selama mengikuti tahapan seleksi.

    “Istri dan anak-anak adalah bagian dari hidup saya. Waktu berkualitas bersama mereka seusai latihan menjadi alasan terbesar saya untuk kembali bangkit mempersiapkan diri,” tambahnya.

    Baginya, proses seleksi tersebut juga bukan semata-mata tentang pencapaian pribadi. Jika nantinya dipercaya menjadi Danup, tugas tersebut dinilainya sebagai bentuk kehormatan untuk membawa nama Balikpapan dan Kalimantan Timur dalam agenda kenegaraan tingkat nasional.

    Dukungan dari Kapolda Kaltim turut diberikan selama dirinya menjalani proses tersebut. Sementara untuk memastikan tugas kepolisian di Kota Balikpapan tetap berjalan, Wakapolresta ditunjuk sebagai pelaksana tugas harian.

    Dengan demikian, proses persiapan menuju tugas kenegaraan di Jakarta tidak mengesampingkan pelayanan dan keamanan masyarakat di Balikpapan.

    “Kini tanggung jawab ini bukan lagi sekadar membawa nama Balikpapan, melainkan kehormatan Provinsi Kaltim di kancah nasional,” tuturnya.

    Kini, Jerrold tinggal menuntaskan tahapan terakhir bersama para kandidat lainnya. Apa pun hasil akhirnya, perjalanan hingga masuk dalam jajaran calon Danup HUT ke-81 RI telah menjadi bagian penting dari pengabdiannya, sebagai anggota Polri sekaligus membawa nama Kaltim ke tingkat nasional.

    (Sf/Rs)