Nasional

    Presiden Prabowo Targetkan Renovasi 400 Rumah Sakit dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    10 Juni 2026 pukul 23:26 WITA

    Seputarfakta.com - Arsensia Serlyani

    Tenggarong - Kasus ibu melahirkan yang meninggal dunia akibat terlambat mendapat penanganan medis menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. 

    Merespons persoalan akses layanan kesehatan yang masih terjadi di sejumlah daerah, pemerintah menargetkan pembangunan dan renovasi 350 hingga 400 rumah sakit, serta modernisasi 10 ribu puskesmas dalam tiga tahun ke depan, guna memperluas jangkauan layanan kesehatan dan menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis.

    Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/26). Kegiatan itu disiarkan langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.

    Dalam sambutannya, Prabowo mengaku prihatin setelah mendengar adanya warga yang meninggal akibat pendarahan saat proses persalinan karena harus menempuh perjalanan panjang menuju rumah sakit.

    "Saya prihatin, saya mendengar bahwa ada yang meninggal karena pendarahan, kalau melahirkan menuju rumah sakit memerlukan waktu lama. Hal ini harus kita atasi," ujar Prabowo.

    Menurut Presiden, persoalan akses kesehatan masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu pemerintah akan mempercepat pemerataan fasilitas kesehatan agar masyarakat dapat memperoleh layanan medis yang lebih dekat dan cepat.

    Prabowo mengatakan pemerintah telah menyusun rencana bersama Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan daerah melalui pembangunan fasilitas baru maupun renovasi rumah sakit yang sudah ada.

    "Dalam tiga tahun yang akan datang kita akan membangun, bila mana membangun baru, kalau bisa memperbaiki, renovasi 350 sampai 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia," ungkapnya.

    Selain rumah sakit, pemerintah juga menyiapkan program modernisasi puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer di daerah.

    "Kita juga akan memperbaiki, memodernisasi 10.000 Puskesmas di seluruh Indonesia," lanjutnya.

    Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem kesehatan nasional, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan. Keberadaan rumah sakit dan puskesmas yang memadai dinilai penting untuk mempercepat penanganan pasien dalam kondisi darurat, termasuk ibu hamil yang mengalami komplikasi persalinan.

    Data Kementerian Kesehatan menunjukkan penguatan layanan kesehatan primer dan peningkatan kapasitas rumah sakit rujukan menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menciptakan layanan kesehatan yang merata. Pemerintah juga tengah mempercepat distribusi alat kesehatan modern ke rumah sakit daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

    Berdasarkan keterangan Presiden, hampir seribu unit alat kesehatan modern telah didistribusikan ke rumah sakit di berbagai daerah. Program tersebut mencakup 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional.

    Langkah ini sejalan dengan berbagai rekomendasi lembaga kesehatan internasional yang menekankan pentingnya akses cepat terhadap layanan obstetri dan kegawatdaruratan untuk menekan angka kematian ibu. WHO menyebut keterlambatan memperoleh layanan kesehatan menjadi salah satu faktor utama penyebab kematian ibu di berbagai negara berkembang.

    Dengan pembangunan ratusan rumah sakit dan modernisasi ribuan puskesmas, pemerintah berharap kesenjangan layanan kesehatan antarwilayah dapat semakin diperkecil sehingga masyarakat, terutama yang berada di daerah terpencil memperoleh akses pelayanan yang lebih cepat, aman dan berkualitas.

    (Sf/Lo)

    Nasional

    Presiden Prabowo Targetkan Renovasi 400 Rumah Sakit dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    10 Juni 2026 pukul 23:26 WITA

    Seputarfakta.com - Arsensia Serlyani

    Tenggarong - Kasus ibu melahirkan yang meninggal dunia akibat terlambat mendapat penanganan medis menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. 

    Merespons persoalan akses layanan kesehatan yang masih terjadi di sejumlah daerah, pemerintah menargetkan pembangunan dan renovasi 350 hingga 400 rumah sakit, serta modernisasi 10 ribu puskesmas dalam tiga tahun ke depan, guna memperluas jangkauan layanan kesehatan dan menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis.

    Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/26). Kegiatan itu disiarkan langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.

    Dalam sambutannya, Prabowo mengaku prihatin setelah mendengar adanya warga yang meninggal akibat pendarahan saat proses persalinan karena harus menempuh perjalanan panjang menuju rumah sakit.

    "Saya prihatin, saya mendengar bahwa ada yang meninggal karena pendarahan, kalau melahirkan menuju rumah sakit memerlukan waktu lama. Hal ini harus kita atasi," ujar Prabowo.

    Menurut Presiden, persoalan akses kesehatan masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu pemerintah akan mempercepat pemerataan fasilitas kesehatan agar masyarakat dapat memperoleh layanan medis yang lebih dekat dan cepat.

    Prabowo mengatakan pemerintah telah menyusun rencana bersama Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan daerah melalui pembangunan fasilitas baru maupun renovasi rumah sakit yang sudah ada.

    "Dalam tiga tahun yang akan datang kita akan membangun, bila mana membangun baru, kalau bisa memperbaiki, renovasi 350 sampai 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia," ungkapnya.

    Selain rumah sakit, pemerintah juga menyiapkan program modernisasi puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer di daerah.

    "Kita juga akan memperbaiki, memodernisasi 10.000 Puskesmas di seluruh Indonesia," lanjutnya.

    Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem kesehatan nasional, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan. Keberadaan rumah sakit dan puskesmas yang memadai dinilai penting untuk mempercepat penanganan pasien dalam kondisi darurat, termasuk ibu hamil yang mengalami komplikasi persalinan.

    Data Kementerian Kesehatan menunjukkan penguatan layanan kesehatan primer dan peningkatan kapasitas rumah sakit rujukan menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menciptakan layanan kesehatan yang merata. Pemerintah juga tengah mempercepat distribusi alat kesehatan modern ke rumah sakit daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

    Berdasarkan keterangan Presiden, hampir seribu unit alat kesehatan modern telah didistribusikan ke rumah sakit di berbagai daerah. Program tersebut mencakup 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional.

    Langkah ini sejalan dengan berbagai rekomendasi lembaga kesehatan internasional yang menekankan pentingnya akses cepat terhadap layanan obstetri dan kegawatdaruratan untuk menekan angka kematian ibu. WHO menyebut keterlambatan memperoleh layanan kesehatan menjadi salah satu faktor utama penyebab kematian ibu di berbagai negara berkembang.

    Dengan pembangunan ratusan rumah sakit dan modernisasi ribuan puskesmas, pemerintah berharap kesenjangan layanan kesehatan antarwilayah dapat semakin diperkecil sehingga masyarakat, terutama yang berada di daerah terpencil memperoleh akses pelayanan yang lebih cepat, aman dan berkualitas.

    (Sf/Lo)