Nasional

    Prabowo Umumkan 26 Kesepakatan RI-Singapura, Energi hingga Pertahanan Jadi Fokus

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    06 Juli 2026 pukul 22:54 WITA

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan pers bersama usai Leaders' Retreat Indonesia-Singapura di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/26). (Foto: Tangkapan Layar/ Seputarfakta.com)

    Samarinda - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyepakati 26 capaian konkret dalam pertemuan tahunan Leaders' Retreat Indonesia-Singapura yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/26).

    Hasil pertemuan tersebut diumumkan Presiden Prabowo dalam pernyataan pers bersama yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (6/7/26) usai rangkaian pertemuan bilateral. 

    Dalam pernyataannya, Presiden mengatakan 26 capaian tersebut terdiri atas 18 kesepakatan antarpemerintah atau government to government (G to G) dan delapan kesepakatan antarpelaku usaha atau business to business (B to B). 

    Menurutnya, hasil itu menunjukkan hubungan Indonesia dan Singapura semakin erat dan tidak lagi hanya bertumpu pada sektor perdagangan.

    "Capaian-capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalam kerja sama kita."

    Presiden menjelaskan kerja sama ekonomi masih menjadi pilar utama hubungan kedua negara.

    Namun, ruang lingkup kemitraan kini diperluas ke berbagai sektor strategis yang dinilai penting bagi pertumbuhan kawasan, mulai dari konektivitas, energi, ekonomi digital, pangan, hingga pertahanan.

    Dari 26 kesepakatan tersebut, sektor energi menjadi salah satu fokus utama. Indonesia menunjuk BPI Danantara sebagai pelaksana implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas atau cross-border electricity trading.

    Selain itu, kedua negara juga memperkuat kolaborasi dalam pengembangan energi bersih melalui perdagangan karbon sesuai mekanisme Article 6 Paris Agreement, investasi energi terbarukan, serta proyek pembangkit listrik tenaga surya dan biomethanol berbasis biogas yang melibatkan perusahaan dari Indonesia dan Singapura. 

    Pada bidang ekonomi, kedua negara memperkuat ketahanan rantai pasok, mendorong peningkatan investasi, serta melanjutkan berbagai program kerja sama ekonomi bilateral yang selama ini menjadi fondasi hubungan Indonesia dan Singapura. 

    Delapan kesepakatan business to business juga mencakup pengembangan kawasan industri, proyek energi hijau, dan investasi strategis yang diharapkan mampu memperkuat iklim usaha di kedua negara.

    Transformasi digital turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Indonesia dan Singapura sepakat memperluas kerja sama pengembangan ekosistem digital, keamanan siber, dan teknologi digital sebagai bagian dari upaya mempercepat ekonomi berbasis inovasi di kawasan.

    Kerja sama tidak berhenti pada aspek ekonomi. Kedua negara juga menyepakati kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kepemudaan, olahraga, hingga program pengembangan petani muda. 

    Sementara pada sektor kelembagaan, kerja sama diperluas melalui komunikasi antarlembaga peradilan, pengelolaan arsip nasional, pertukaran pengetahuan antarlembaga pemerintah, serta penguatan hubungan parlemen kedua negara.

    Presiden menegaskan, Indonesia dan Singapura juga berkomitmen memperkuat kerja sama ketahanan pangan, menjaga kelancaran rantai pasok, serta mengimplementasikan perjanjian kerja sama pertahanan yang sebelumnya telah disepakati.

    "Kita bersepakat untuk terus kolaborasi juga di bidang pangan, rantai pasok... di bidang pertahanan keamanan, kita juga akan implementasi perjanjian kerja sama pertahanan kita."

    Leaders' Retreat merupakan forum tahunan tingkat tinggi antara pemimpin Indonesia dan Singapura untuk mengevaluasi capaian kerja sama sekaligus menetapkan arah kemitraan strategis kedua negara. 

    Pertemuan tahun ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, dengan Indonesia sebagai tuan rumah dan dihadiri langsung Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong beserta delegasinya.

    (Sf/Lo)

    Nasional

    Prabowo Umumkan 26 Kesepakatan RI-Singapura, Energi hingga Pertahanan Jadi Fokus

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    06 Juli 2026 pukul 22:54 WITA

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan pers bersama usai Leaders' Retreat Indonesia-Singapura di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/26). (Foto: Tangkapan Layar/ Seputarfakta.com)

    Samarinda - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyepakati 26 capaian konkret dalam pertemuan tahunan Leaders' Retreat Indonesia-Singapura yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/26).

    Hasil pertemuan tersebut diumumkan Presiden Prabowo dalam pernyataan pers bersama yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (6/7/26) usai rangkaian pertemuan bilateral. 

    Dalam pernyataannya, Presiden mengatakan 26 capaian tersebut terdiri atas 18 kesepakatan antarpemerintah atau government to government (G to G) dan delapan kesepakatan antarpelaku usaha atau business to business (B to B). 

    Menurutnya, hasil itu menunjukkan hubungan Indonesia dan Singapura semakin erat dan tidak lagi hanya bertumpu pada sektor perdagangan.

    "Capaian-capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalam kerja sama kita."

    Presiden menjelaskan kerja sama ekonomi masih menjadi pilar utama hubungan kedua negara.

    Namun, ruang lingkup kemitraan kini diperluas ke berbagai sektor strategis yang dinilai penting bagi pertumbuhan kawasan, mulai dari konektivitas, energi, ekonomi digital, pangan, hingga pertahanan.

    Dari 26 kesepakatan tersebut, sektor energi menjadi salah satu fokus utama. Indonesia menunjuk BPI Danantara sebagai pelaksana implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas atau cross-border electricity trading.

    Selain itu, kedua negara juga memperkuat kolaborasi dalam pengembangan energi bersih melalui perdagangan karbon sesuai mekanisme Article 6 Paris Agreement, investasi energi terbarukan, serta proyek pembangkit listrik tenaga surya dan biomethanol berbasis biogas yang melibatkan perusahaan dari Indonesia dan Singapura. 

    Pada bidang ekonomi, kedua negara memperkuat ketahanan rantai pasok, mendorong peningkatan investasi, serta melanjutkan berbagai program kerja sama ekonomi bilateral yang selama ini menjadi fondasi hubungan Indonesia dan Singapura. 

    Delapan kesepakatan business to business juga mencakup pengembangan kawasan industri, proyek energi hijau, dan investasi strategis yang diharapkan mampu memperkuat iklim usaha di kedua negara.

    Transformasi digital turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Indonesia dan Singapura sepakat memperluas kerja sama pengembangan ekosistem digital, keamanan siber, dan teknologi digital sebagai bagian dari upaya mempercepat ekonomi berbasis inovasi di kawasan.

    Kerja sama tidak berhenti pada aspek ekonomi. Kedua negara juga menyepakati kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kepemudaan, olahraga, hingga program pengembangan petani muda. 

    Sementara pada sektor kelembagaan, kerja sama diperluas melalui komunikasi antarlembaga peradilan, pengelolaan arsip nasional, pertukaran pengetahuan antarlembaga pemerintah, serta penguatan hubungan parlemen kedua negara.

    Presiden menegaskan, Indonesia dan Singapura juga berkomitmen memperkuat kerja sama ketahanan pangan, menjaga kelancaran rantai pasok, serta mengimplementasikan perjanjian kerja sama pertahanan yang sebelumnya telah disepakati.

    "Kita bersepakat untuk terus kolaborasi juga di bidang pangan, rantai pasok... di bidang pertahanan keamanan, kita juga akan implementasi perjanjian kerja sama pertahanan kita."

    Leaders' Retreat merupakan forum tahunan tingkat tinggi antara pemimpin Indonesia dan Singapura untuk mengevaluasi capaian kerja sama sekaligus menetapkan arah kemitraan strategis kedua negara. 

    Pertemuan tahun ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, dengan Indonesia sebagai tuan rumah dan dihadiri langsung Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong beserta delegasinya.

    (Sf/Lo)