Cari disini...
Nasional
Presiden Prabowo Subianto melakukan pemantauan ke lokasi Karhutla. (Foto: Dok Sekretariat Negara)
Samarinda - Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke daratan Kalimantan untuk meninjau penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Namun di saat sang Kepala Negara tengah memusatkan perhatian di Kalimantan Barat (Kalbar), provinsi tetangganya, Kalimantan Timur (Kaltim), justru sedang berjuang keras menghadapi kepungan ratusan titik api darurat.
Presiden Prabowo tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.50 WIB.
Setibanya di area pangkalan militer tersebut, Prabowo langsung memimpin rapat koordinasi guna mencocokkan data pantauan satelit dengan kondisi riil di lapangan.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa rapat tersebut dihadiri formasi lengkap, termasuk delapan pimpinan kementerian/lembaga pusat serta sepuluh pimpinan daerah.
Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo langsung bergerak menyusuri lahan yang terbakar di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, untuk memastikan upaya pemadaman gabungan berjalan optimal.
Data yang dipaparkan oleh Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo, menyebutkan eskalasi karhutla di Kalbar menunjukkan 198 hotspot berkepercayaan tinggi, 3.100 hotspot menengah, dan 406 hotspot rendah.
Sebagai langkah taktis, pemerintah pusat memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilanjutkan di langit Kalbar mulai 23 hingga 27 Agustus mendatang.
Namun, eskalasi yang tak kalah mengerikan justru tengah membakar wilayah Benua Etam. Di Kaltim, bencana Karhutla terus meluas. Tercatat, jumlah titik api mengalami lonjakan drastis pada bulan Agustus dengan total akumulasi mencapai 329 titik kejadian.
Di tengah kepungan titik api tersebut, para petugas gabungan di Kaltim dihadapkan pada kendala ekstrem karena lokasi api yang sangat sulit dijangkau dari jalur utama darat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengungkapkan bahwa intensitas kebakaran meningkat tajam dalam waktu yang sangat singkat.
"Jumlah kejadian kebakaran mencapai 258 titik dengan luasan 560 hektare. Tetapi sampai tanggal 14 siang itu sudah mencapai 134 titik, jadi setengah dari jumlah tersebut terjadi di bulan Agustus ini. Totalnya sekarang sudah 329, hampir setiap hari ada lebih dari 5 titik kebakaran," papar Buyung ditemui di Samarinda, Selasa (17/8/2026).
Kini, dengan kehadiran Presiden di daratan yang sama, publik Kaltim menanti langkah taktis dan komando pusat yang lebih masif.
Bantuan logistik udara dan teknologi modifikasi cuaca layaknya yang dilakukan di Kalbar, sangat mendesak untuk segera dikerahkan ke wilayah Kaltim guna menembus medan-medan ekstrem yang tak bisa lagi dijangkau oleh operasi pemadaman manual.
Langkah awal dari pemerintah pusat kabarnya sudah mulai dirancang sebelum lawatan ini. Presiden dilaporkan telah membagi tugas penanganan untuk seluruh wilayah Kalimantan, di mana Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan Komandan Korps Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat secara khusus ditugaskan untuk mengomandoi penanganan Karhutla di Kaltim.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Nasional

Presiden Prabowo Subianto melakukan pemantauan ke lokasi Karhutla. (Foto: Dok Sekretariat Negara)
Samarinda - Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke daratan Kalimantan untuk meninjau penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Namun di saat sang Kepala Negara tengah memusatkan perhatian di Kalimantan Barat (Kalbar), provinsi tetangganya, Kalimantan Timur (Kaltim), justru sedang berjuang keras menghadapi kepungan ratusan titik api darurat.
Presiden Prabowo tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.50 WIB.
Setibanya di area pangkalan militer tersebut, Prabowo langsung memimpin rapat koordinasi guna mencocokkan data pantauan satelit dengan kondisi riil di lapangan.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa rapat tersebut dihadiri formasi lengkap, termasuk delapan pimpinan kementerian/lembaga pusat serta sepuluh pimpinan daerah.
Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo langsung bergerak menyusuri lahan yang terbakar di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, untuk memastikan upaya pemadaman gabungan berjalan optimal.
Data yang dipaparkan oleh Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo, menyebutkan eskalasi karhutla di Kalbar menunjukkan 198 hotspot berkepercayaan tinggi, 3.100 hotspot menengah, dan 406 hotspot rendah.
Sebagai langkah taktis, pemerintah pusat memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilanjutkan di langit Kalbar mulai 23 hingga 27 Agustus mendatang.
Namun, eskalasi yang tak kalah mengerikan justru tengah membakar wilayah Benua Etam. Di Kaltim, bencana Karhutla terus meluas. Tercatat, jumlah titik api mengalami lonjakan drastis pada bulan Agustus dengan total akumulasi mencapai 329 titik kejadian.
Di tengah kepungan titik api tersebut, para petugas gabungan di Kaltim dihadapkan pada kendala ekstrem karena lokasi api yang sangat sulit dijangkau dari jalur utama darat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengungkapkan bahwa intensitas kebakaran meningkat tajam dalam waktu yang sangat singkat.
"Jumlah kejadian kebakaran mencapai 258 titik dengan luasan 560 hektare. Tetapi sampai tanggal 14 siang itu sudah mencapai 134 titik, jadi setengah dari jumlah tersebut terjadi di bulan Agustus ini. Totalnya sekarang sudah 329, hampir setiap hari ada lebih dari 5 titik kebakaran," papar Buyung ditemui di Samarinda, Selasa (17/8/2026).
Kini, dengan kehadiran Presiden di daratan yang sama, publik Kaltim menanti langkah taktis dan komando pusat yang lebih masif.
Bantuan logistik udara dan teknologi modifikasi cuaca layaknya yang dilakukan di Kalbar, sangat mendesak untuk segera dikerahkan ke wilayah Kaltim guna menembus medan-medan ekstrem yang tak bisa lagi dijangkau oleh operasi pemadaman manual.
Langkah awal dari pemerintah pusat kabarnya sudah mulai dirancang sebelum lawatan ini. Presiden dilaporkan telah membagi tugas penanganan untuk seluruh wilayah Kalimantan, di mana Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan Komandan Korps Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat secara khusus ditugaskan untuk mengomandoi penanganan Karhutla di Kaltim.
(Sf/Rs)