Cari disini...
Nasional
Kepala Otorita IKN, Basuki sambut kunjungan pastoral Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo ke IKN. (Foto: Otorita/seputarfakta.com)
Balikpapan - Pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menonjolkan arsitektur bernuansa budaya lokal, tetapi juga membawa pesan kerukunan antarumat beragama.
Pesan tersebut diwujudkan melalui Plaza Kerukunan yang dirancang sebagai penghubung gereja dengan tempat-tempat ibadah agama lain di kawasan Nusantara.
Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan pastoral Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, ke Gereja Santo Fransiskus Xaverius di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, beberapa waktu lalu (20/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau persiapan gereja yang direncanakan menjadi basilika pertama di Indonesia.
Kardinal Suharyo mengapresiasi pembangunan gereja tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan penjelasan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, masih ada sejumlah persiapan teknis yang perlu diselesaikan sebelum gereja diresmikan sebagai basilika.
Menurut Suharyo, keberadaan gereja berukuran besar di kawasan IKN merupakan hal yang patut disyukuri. Ia juga menilai pembangunan tersebut menunjukkan kesungguhan berbagai pihak dalam mewujudkan fasilitas keagamaan di ibu kota baru.
“Gerejanya dibangun dengan nuansa inkulturasi yang sangat kuat. Dengan nuansa cita-cita kerukunan antarumat yang sangat kuat. Ada Plaza Kerukunan, dan nanti akan dibangun juga sebagai simbol, sebagai lambang tempat-tempat ibadat yang lain,” ucap Suharyo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2026).
Konsep inkulturasi dalam pembangunan gereja tersebut mempertemukan unsur budaya dengan kehidupan keagamaan. Sementara itu, Plaza Kerukunan direncanakan menjadi simbol hubungan harmonis antarumat beragama di IKN, melalui keberadaan gereja dan representasi tempat ibadah agama lainnya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pengalaman pertama Kardinal Suharyo melihat langsung pembangunan IKN.
“Saya mengaku hanya mengikuti perkembangan ibu kota baru tersebut melalui pemberitaan di media cetak dan televisi,” ujarnya.
Setelah melihat langsung kawasan Nusantara, Suharyo menilai pembangunan IKN merupakan bagian dari kebutuhan Indonesia untuk masa depan.
“Saya belum pernah ke sini, hanya membaca dari koran dan melihat di televisi. Ini tentu suatu pembangunan masa depan yang sudah dibutuhkan,” katanya.
Selain meninjau pembangunan gereja, kunjungan tersebut juga menyoroti peran fasilitas keagamaan dalam mendukung kehidupan masyarakat yang beragam di IKN.
Rencana menjadikan Gereja Santo Fransiskus Xaverius sebagai basilika menjadi bagian dari perkembangan kawasan keagamaan di ibu kota baru Indonesia.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Nasional

Kepala Otorita IKN, Basuki sambut kunjungan pastoral Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo ke IKN. (Foto: Otorita/seputarfakta.com)
Balikpapan - Pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menonjolkan arsitektur bernuansa budaya lokal, tetapi juga membawa pesan kerukunan antarumat beragama.
Pesan tersebut diwujudkan melalui Plaza Kerukunan yang dirancang sebagai penghubung gereja dengan tempat-tempat ibadah agama lain di kawasan Nusantara.
Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan pastoral Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, ke Gereja Santo Fransiskus Xaverius di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, beberapa waktu lalu (20/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau persiapan gereja yang direncanakan menjadi basilika pertama di Indonesia.
Kardinal Suharyo mengapresiasi pembangunan gereja tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan penjelasan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, masih ada sejumlah persiapan teknis yang perlu diselesaikan sebelum gereja diresmikan sebagai basilika.
Menurut Suharyo, keberadaan gereja berukuran besar di kawasan IKN merupakan hal yang patut disyukuri. Ia juga menilai pembangunan tersebut menunjukkan kesungguhan berbagai pihak dalam mewujudkan fasilitas keagamaan di ibu kota baru.
“Gerejanya dibangun dengan nuansa inkulturasi yang sangat kuat. Dengan nuansa cita-cita kerukunan antarumat yang sangat kuat. Ada Plaza Kerukunan, dan nanti akan dibangun juga sebagai simbol, sebagai lambang tempat-tempat ibadat yang lain,” ucap Suharyo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2026).
Konsep inkulturasi dalam pembangunan gereja tersebut mempertemukan unsur budaya dengan kehidupan keagamaan. Sementara itu, Plaza Kerukunan direncanakan menjadi simbol hubungan harmonis antarumat beragama di IKN, melalui keberadaan gereja dan representasi tempat ibadah agama lainnya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pengalaman pertama Kardinal Suharyo melihat langsung pembangunan IKN.
“Saya mengaku hanya mengikuti perkembangan ibu kota baru tersebut melalui pemberitaan di media cetak dan televisi,” ujarnya.
Setelah melihat langsung kawasan Nusantara, Suharyo menilai pembangunan IKN merupakan bagian dari kebutuhan Indonesia untuk masa depan.
“Saya belum pernah ke sini, hanya membaca dari koran dan melihat di televisi. Ini tentu suatu pembangunan masa depan yang sudah dibutuhkan,” katanya.
Selain meninjau pembangunan gereja, kunjungan tersebut juga menyoroti peran fasilitas keagamaan dalam mendukung kehidupan masyarakat yang beragam di IKN.
Rencana menjadikan Gereja Santo Fransiskus Xaverius sebagai basilika menjadi bagian dari perkembangan kawasan keagamaan di ibu kota baru Indonesia.
(Sf/Rs)