Cari disini...
Nasional
Empat peserta asal Paser di MTQ XXXI Semarang. (Foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional yang dipertahankan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada MTQ XXXI di Semarang, Jawa Tengah tak lepas dari peran peserta asal kabupaten Paser.
Ketua Harian LPTQ Kabupaten Paser, Romif Erwinadi menyampaikan berdasarkan Keputusan Dewan Hakim MTQ XXXI Nasional Nomor Kep-04/DH/MTQN XXXI/2026, tercatat sebanyak empat utusan terbaik asal Kabupaten Paser, turut menyumbang poin kemenangan bagi Kaltim.
Dalam ajang bergengsi itu, Kaltim kokoh di puncak klasemen dengan raihan 288 poin, mengungguli tuan rumah Jawa Tengah di posisi kedua dengan 208 poin dan DKI Jakarta di posisi ketiga dengan 129 poin.
"Alhamdulillah ada empat perwakilan yang ikut berkontribusi dalam gelar juara MTQ Nasional yang diraih Kaltim," kata Romif Erwinadi, Senin (21/9/2026).
Empat utusan itu diantaranya, Hakim Maulana yang sukses merebut Juara satu pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) kategori putra. Keberhasilan tersebut juga diikuti oleh M Aslan Amir Muthalib yang menjadi bagian dari tim cabang Syarhil Qur’an putra dan berhasil menyabet gelar Juara satu.
Sementara itu, pada cabang Tafsir Cipto Wijaya suses menorehkan prestasi sebagai Juara dua Tafsir Bahasa Inggris putra bagi kafilah Kaltim.
Kemudian, Khansa Ilmiya turut menyumbangkan poin usai berhasil menyabet posisi Juara 3 pada cabang Tafsir Bahasa Indonesia putri.
Romif menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih dan menegaskan raihan tersebut merupakan buah dari pembinaan intensif berkelanjutan di daerah.
Romif menambahkan, pola pembinaan terstruktur yang melibatkan pihak ketiga berkompeten itu akan terus dipertahankan guna memperkuat kualitas peserta Paser dalam menghadapi ajang MTQ tingkat provinsi maupun nasional mendatang.
"kita akan terus melaksanakan pelatihan yang intensif untuk membekali mereka dengan kemampuan teknis sesuai cabang lomba, peningkatan kualitas dan potensi serta pembinaan mental dan spiritual,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Nasional

Empat peserta asal Paser di MTQ XXXI Semarang. (Foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional yang dipertahankan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada MTQ XXXI di Semarang, Jawa Tengah tak lepas dari peran peserta asal kabupaten Paser.
Ketua Harian LPTQ Kabupaten Paser, Romif Erwinadi menyampaikan berdasarkan Keputusan Dewan Hakim MTQ XXXI Nasional Nomor Kep-04/DH/MTQN XXXI/2026, tercatat sebanyak empat utusan terbaik asal Kabupaten Paser, turut menyumbang poin kemenangan bagi Kaltim.
Dalam ajang bergengsi itu, Kaltim kokoh di puncak klasemen dengan raihan 288 poin, mengungguli tuan rumah Jawa Tengah di posisi kedua dengan 208 poin dan DKI Jakarta di posisi ketiga dengan 129 poin.
"Alhamdulillah ada empat perwakilan yang ikut berkontribusi dalam gelar juara MTQ Nasional yang diraih Kaltim," kata Romif Erwinadi, Senin (21/9/2026).
Empat utusan itu diantaranya, Hakim Maulana yang sukses merebut Juara satu pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) kategori putra. Keberhasilan tersebut juga diikuti oleh M Aslan Amir Muthalib yang menjadi bagian dari tim cabang Syarhil Qur’an putra dan berhasil menyabet gelar Juara satu.
Sementara itu, pada cabang Tafsir Cipto Wijaya suses menorehkan prestasi sebagai Juara dua Tafsir Bahasa Inggris putra bagi kafilah Kaltim.
Kemudian, Khansa Ilmiya turut menyumbangkan poin usai berhasil menyabet posisi Juara 3 pada cabang Tafsir Bahasa Indonesia putri.
Romif menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih dan menegaskan raihan tersebut merupakan buah dari pembinaan intensif berkelanjutan di daerah.
Romif menambahkan, pola pembinaan terstruktur yang melibatkan pihak ketiga berkompeten itu akan terus dipertahankan guna memperkuat kualitas peserta Paser dalam menghadapi ajang MTQ tingkat provinsi maupun nasional mendatang.
"kita akan terus melaksanakan pelatihan yang intensif untuk membekali mereka dengan kemampuan teknis sesuai cabang lomba, peningkatan kualitas dan potensi serta pembinaan mental dan spiritual,” tutupnya.
(Sf/Rs)