Cari disini...
Nasional
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan. (Foto: tangkapan layar youtube Sekretariat Kabinet)
Samarinda - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan peringatan tegas kepada seluruh jajaran kepala daerah di Indonesia, mulai dari tingkat gubernur, bupati/wali kota, camat, hingga kepala desa.
Jika pemerintah daerah terbukti gagal menangani kebutuhan dan fasilitas dasar masyarakat, pemerintah pusat tidak akan segan-segan untuk turun tangan dan mengambil alih penyelesaian masalah tersebut.
Pernyataan tegas ini disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di hadapan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Fokus utama Presiden menyoroti masalah infrastruktur desa dan akses air bersih yang masih menjadi kendala di berbagai pelosok Tanah Air.
Ia menginstruksikan seluruh aparatur sipil di daerah untuk segera turun ke lapangan dan mengecek langsung kondisi desa-desa di wilayah mereka.
"Kita berharap para gubernur, para bupati, para camat, para kepala desa, semuanya mengecek desa-desanya. Di mana lagi dibutuhkan jembatan desa, laporkan!" seru Prabowo di mimbar pidato.
Ia menegaskan, kesejahteraan rakyat adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditunda dengan birokrasi yang lamban atau alasan ketidakmampuan daerah.
"Kalau gubernur, bupati, atau kepala desa tidak bisa mengatasi, pemerintah pusat akan turun dan mengatasi. Kita tidak akan membiarkan rakyat kita telantar. Juga ibu-ibu kita, petani-petani kita, tidak boleh berjam-jam menuju pasar mereka," lanjutnya.
Atasi Krisis Air Bersih, TNI Dilibatkan
Selain akses jalan dan jembatan, Prabowo menyoroti penderitaan warga desa yang masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurutnya, masih banyak rakyat yang terpaksa berjalan kaki berkilo-kilo membawa jeriken hanya untuk minum, mandi, dan wudu, belum termasuk kebutuhan untuk ternak dan ladang mereka.
Sebagai langkah nyata intervensi pusat, Presiden memaparkan bahwa selama delapan bulan pertama di tahun 2026 ini, pemerintah melalui aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah turun tangan membangun ribuan fasilitas air bersih di daerah yang membutuhkan.
"Tahun ini, di 8 bulan pertama tahun 2026, kita sudah membangun 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI. Terima kasih, TNI," ucapnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Nasional

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan. (Foto: tangkapan layar youtube Sekretariat Kabinet)
Samarinda - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan peringatan tegas kepada seluruh jajaran kepala daerah di Indonesia, mulai dari tingkat gubernur, bupati/wali kota, camat, hingga kepala desa.
Jika pemerintah daerah terbukti gagal menangani kebutuhan dan fasilitas dasar masyarakat, pemerintah pusat tidak akan segan-segan untuk turun tangan dan mengambil alih penyelesaian masalah tersebut.
Pernyataan tegas ini disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di hadapan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Fokus utama Presiden menyoroti masalah infrastruktur desa dan akses air bersih yang masih menjadi kendala di berbagai pelosok Tanah Air.
Ia menginstruksikan seluruh aparatur sipil di daerah untuk segera turun ke lapangan dan mengecek langsung kondisi desa-desa di wilayah mereka.
"Kita berharap para gubernur, para bupati, para camat, para kepala desa, semuanya mengecek desa-desanya. Di mana lagi dibutuhkan jembatan desa, laporkan!" seru Prabowo di mimbar pidato.
Ia menegaskan, kesejahteraan rakyat adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditunda dengan birokrasi yang lamban atau alasan ketidakmampuan daerah.
"Kalau gubernur, bupati, atau kepala desa tidak bisa mengatasi, pemerintah pusat akan turun dan mengatasi. Kita tidak akan membiarkan rakyat kita telantar. Juga ibu-ibu kita, petani-petani kita, tidak boleh berjam-jam menuju pasar mereka," lanjutnya.
Atasi Krisis Air Bersih, TNI Dilibatkan
Selain akses jalan dan jembatan, Prabowo menyoroti penderitaan warga desa yang masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurutnya, masih banyak rakyat yang terpaksa berjalan kaki berkilo-kilo membawa jeriken hanya untuk minum, mandi, dan wudu, belum termasuk kebutuhan untuk ternak dan ladang mereka.
Sebagai langkah nyata intervensi pusat, Presiden memaparkan bahwa selama delapan bulan pertama di tahun 2026 ini, pemerintah melalui aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah turun tangan membangun ribuan fasilitas air bersih di daerah yang membutuhkan.
"Tahun ini, di 8 bulan pertama tahun 2026, kita sudah membangun 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI. Terima kasih, TNI," ucapnya.
(Sf/Rs)