Nasional

    Pembangunan SNT PPU Berpotensi Mundur ke Maret 2027, Pemkab Kejar Konstruksi November

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    28 September 2026 pukul 21:16 WITA

    Plt Kepala Disdikpora Kabupaten PPU, Muhtar. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berpotensi mundur dari target November 2026 menjadi Maret atau April 2027. Kendalanya, sertifikat lahan yang disiapkan Pemkab PPU masih berproses di ATR/BPN.

    Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar, mengatakan keterlambatan sertifikat menjadi salah satu pertimbangan pusat untuk menggeser jadwal pembangunan.

    "Seharusnya pembangunan mulai November ini, tapi informasi terakhir berpotensi diundur sampai Maret," kata Muhtar, Senin (28/9/2026).

    Pemkab PPU masih berupaya agar pembangunan tetap dimulai tahun ini. Pemkab bahkan telah bersurat kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar PPU tetap masuk dalam daftar daerah yang dibangun pada November.

    Muhtar mengatakan kelengkapan sertifikasi lahan bersama dokumen UKL-UPL ditargetkan segera rampung.

    "Kami masih mendorong supaya bisa dibangun November. Mudah-mudahan setelah sertifikat dan dokumen pendukung lengkap, Kemendikdasmen bisa mempertimbangkan PPU tetap masuk pembangunan tahun ini," ujarnya.

    Menurut Muhtar, terdapat sekitar 17 kabupaten/kota yang saat ini dinyatakan siap masuk pembangunan. Penetapannya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) menteri.

    PPU berharap tidak keluar dari daftar tersebut. Sebab, keterlambatan sertifikat disebut hanya berselisih beberapa hari dari kebutuhan jadwal pembangunan.

    "Pak Bupati sudah bersurat kepada Kemendikdasmen agar PPU dipertimbangkan tetap dibangun November," tegasnya.

    SNT merupakan program Kemendikdasmen yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu lingkungan pendidikan. Sekolah tersebut akan dibangun pemerintah pusat di lahan Pemkab PPU seluas 23 hektare di Kecamatan Babulu.

    Nilai pembangunan mencapai sekitar Rp250 miliar, mencakup ruang kelas, ruang guru, laboratorium, sarana olahraga dan fasilitas pendukung lainnya.

    Sekolah itu nantinya diproyeksikan menampung hingga 5.000 siswa dari PPU dan dapat diakses masyarakat tanpa biaya pendidikan.

    (Sf/Rs)

    Nasional

    Pembangunan SNT PPU Berpotensi Mundur ke Maret 2027, Pemkab Kejar Konstruksi November

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    28 September 2026 pukul 21:16 WITA

    Plt Kepala Disdikpora Kabupaten PPU, Muhtar. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berpotensi mundur dari target November 2026 menjadi Maret atau April 2027. Kendalanya, sertifikat lahan yang disiapkan Pemkab PPU masih berproses di ATR/BPN.

    Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar, mengatakan keterlambatan sertifikat menjadi salah satu pertimbangan pusat untuk menggeser jadwal pembangunan.

    "Seharusnya pembangunan mulai November ini, tapi informasi terakhir berpotensi diundur sampai Maret," kata Muhtar, Senin (28/9/2026).

    Pemkab PPU masih berupaya agar pembangunan tetap dimulai tahun ini. Pemkab bahkan telah bersurat kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar PPU tetap masuk dalam daftar daerah yang dibangun pada November.

    Muhtar mengatakan kelengkapan sertifikasi lahan bersama dokumen UKL-UPL ditargetkan segera rampung.

    "Kami masih mendorong supaya bisa dibangun November. Mudah-mudahan setelah sertifikat dan dokumen pendukung lengkap, Kemendikdasmen bisa mempertimbangkan PPU tetap masuk pembangunan tahun ini," ujarnya.

    Menurut Muhtar, terdapat sekitar 17 kabupaten/kota yang saat ini dinyatakan siap masuk pembangunan. Penetapannya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) menteri.

    PPU berharap tidak keluar dari daftar tersebut. Sebab, keterlambatan sertifikat disebut hanya berselisih beberapa hari dari kebutuhan jadwal pembangunan.

    "Pak Bupati sudah bersurat kepada Kemendikdasmen agar PPU dipertimbangkan tetap dibangun November," tegasnya.

    SNT merupakan program Kemendikdasmen yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu lingkungan pendidikan. Sekolah tersebut akan dibangun pemerintah pusat di lahan Pemkab PPU seluas 23 hektare di Kecamatan Babulu.

    Nilai pembangunan mencapai sekitar Rp250 miliar, mencakup ruang kelas, ruang guru, laboratorium, sarana olahraga dan fasilitas pendukung lainnya.

    Sekolah itu nantinya diproyeksikan menampung hingga 5.000 siswa dari PPU dan dapat diakses masyarakat tanpa biaya pendidikan.

    (Sf/Rs)