Nasional

    Pembangunan IKN Jadi Tantangan, Balikpapan Dorong SDM Lokal Lebih Kompeten

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    11 September 2026 pukul 22:44 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tantangan, sekaligus peluang bagi masyarakat di Kaltim. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci, agar masyarakat lokal dapat mengambil peran dalam perkembangan kawasan IKN.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat menyambut peserta Musyawarah Nasional (Munas) XVII Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat (11/9/2026).

    Menurutnya, pembangunan IKN tidak cukup hanya ditandai dengan hadirnya berbagai proyek fisik dan infrastruktur. Kemajuan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kapasitas masyarakat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

    “Pembangunan fisik yang megah harus berjalan selaras dengan tegaknya keadilan sosial dan terwujudnya kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucap Bagus.

    Ia mengatakan, kehadiran IKN membawa perubahan besar bagi daerah penyangga, termasuk Balikpapan. Kondisi tersebut membuat peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Pemkot Balikpapan, terutama dalam menghadapi perkembangan pembangunan dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

    Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah program, mulai dari memperluas akses pendidikan bermutu, meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui sertifikasi keahlian, memperkuat literasi digital hingga mengoptimalkan pelayanan kesehatan.

    Bagus menekankan, masyarakat Balikpapan dan daerah sekitar harus memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, agar dapat menjadi bagian dari peluang ekonomi yang muncul seiring berkembangnya IKN.

    “Keadilan dan kesejahteraan sejati hanya dapat diwujudkan apabila masyarakat kami tidak sekadar menjadi penonton, melainkan menjadi aktor utama yang kompeten dalam roda pembangunan nasional ini,” ujarnya.

    Dalam menghadapi tantangan tersebut, Bagus juga mendorong keterlibatan kalangan intelektual. Menurutnya, ISKA sebagai wadah para sarjana memiliki kapasitas untuk memberikan pemikiran dan gagasan strategis bagi pemerintah maupun masyarakat.

    Ia berharap para intelektual dapat ikut membantu merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM.

    “Kami meyakini bahwa ISKA memiliki kapasitas keilmuan, integritas dan komitmen moral yang tinggi untuk terus mengawal pembangunan bangsa berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” terangnya.

    Munas XVII ISKA yang berlangsung pada 11–13 September 2026 tersebut mengusung tema Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan. Wawali menilai tema tersebut sejalan dengan kondisi Kaltim yang tengah mengalami perubahan besar sejak IKN dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru.

    Selain menjadi salah satu kota penyangga utama IKN, Balikpapan juga memiliki karakter masyarakat yang majemuk. 

    “Bahkan terdapat 131 etnis dan paguyuban yang tercatat dalam forum paguyuban Kota Balikpapan,” imbuhnya.

    Kata dia, keberagaman tersebut selama ini dapat terjaga dengan baik dan menjadi salah satu kekuatan Balikpapan dalam menghadapi berbagai agenda nasional.

    “Balikpapan adalah salah satu miniatur penduduk Indonesia. Ada 131 etnis dan paguyuban yang tercatat di forum paguyuban Kota Balikpapan. Hingga saat ini tetap kondusif, tidak ada konflik horizontal,” ujarnya.

    Dalam rangkaian Munas XVII ISKA, peserta juga dijadwalkan mengunjungi kawasan IKN. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai perkembangan pembangunan, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, kalangan intelektual dan masyarakat.

    Dirinya berharap forum nasional tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi mampu menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    “Semoga Munas XVII ISKA ini berjalan aman, tertib dan lancar, serta menghasilkan keputusan-keputusan strategis, program kerja yang aplikatif dan melahirkan kepemimpinan baru yang amanah untuk kemajuan organisasi serta bangsa Indonesia,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)

    Nasional

    Pembangunan IKN Jadi Tantangan, Balikpapan Dorong SDM Lokal Lebih Kompeten

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    11 September 2026 pukul 22:44 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tantangan, sekaligus peluang bagi masyarakat di Kaltim. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci, agar masyarakat lokal dapat mengambil peran dalam perkembangan kawasan IKN.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat menyambut peserta Musyawarah Nasional (Munas) XVII Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat (11/9/2026).

    Menurutnya, pembangunan IKN tidak cukup hanya ditandai dengan hadirnya berbagai proyek fisik dan infrastruktur. Kemajuan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kapasitas masyarakat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

    “Pembangunan fisik yang megah harus berjalan selaras dengan tegaknya keadilan sosial dan terwujudnya kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucap Bagus.

    Ia mengatakan, kehadiran IKN membawa perubahan besar bagi daerah penyangga, termasuk Balikpapan. Kondisi tersebut membuat peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Pemkot Balikpapan, terutama dalam menghadapi perkembangan pembangunan dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

    Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah program, mulai dari memperluas akses pendidikan bermutu, meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui sertifikasi keahlian, memperkuat literasi digital hingga mengoptimalkan pelayanan kesehatan.

    Bagus menekankan, masyarakat Balikpapan dan daerah sekitar harus memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, agar dapat menjadi bagian dari peluang ekonomi yang muncul seiring berkembangnya IKN.

    “Keadilan dan kesejahteraan sejati hanya dapat diwujudkan apabila masyarakat kami tidak sekadar menjadi penonton, melainkan menjadi aktor utama yang kompeten dalam roda pembangunan nasional ini,” ujarnya.

    Dalam menghadapi tantangan tersebut, Bagus juga mendorong keterlibatan kalangan intelektual. Menurutnya, ISKA sebagai wadah para sarjana memiliki kapasitas untuk memberikan pemikiran dan gagasan strategis bagi pemerintah maupun masyarakat.

    Ia berharap para intelektual dapat ikut membantu merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM.

    “Kami meyakini bahwa ISKA memiliki kapasitas keilmuan, integritas dan komitmen moral yang tinggi untuk terus mengawal pembangunan bangsa berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” terangnya.

    Munas XVII ISKA yang berlangsung pada 11–13 September 2026 tersebut mengusung tema Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan. Wawali menilai tema tersebut sejalan dengan kondisi Kaltim yang tengah mengalami perubahan besar sejak IKN dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru.

    Selain menjadi salah satu kota penyangga utama IKN, Balikpapan juga memiliki karakter masyarakat yang majemuk. 

    “Bahkan terdapat 131 etnis dan paguyuban yang tercatat dalam forum paguyuban Kota Balikpapan,” imbuhnya.

    Kata dia, keberagaman tersebut selama ini dapat terjaga dengan baik dan menjadi salah satu kekuatan Balikpapan dalam menghadapi berbagai agenda nasional.

    “Balikpapan adalah salah satu miniatur penduduk Indonesia. Ada 131 etnis dan paguyuban yang tercatat di forum paguyuban Kota Balikpapan. Hingga saat ini tetap kondusif, tidak ada konflik horizontal,” ujarnya.

    Dalam rangkaian Munas XVII ISKA, peserta juga dijadwalkan mengunjungi kawasan IKN. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai perkembangan pembangunan, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, kalangan intelektual dan masyarakat.

    Dirinya berharap forum nasional tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi mampu menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    “Semoga Munas XVII ISKA ini berjalan aman, tertib dan lancar, serta menghasilkan keputusan-keputusan strategis, program kerja yang aplikatif dan melahirkan kepemimpinan baru yang amanah untuk kemajuan organisasi serta bangsa Indonesia,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)